Arsip untuk Mei, 2012


Mustofa Bisri

Mustofa Bisri

Asslamu’alaikum Wr. Wb.
Tadi sore saya ke tempat Hudan teman saya… teringat puisi yang pernah diputarkan dia saat kelas malam PKPBA….. tadi ingat… langsung dah saya copy…
saya sangat suka sastra…… melebihi semua tetek bengek komputer ^_^
inilah bingungnya dengan orang bingung……
enaknya gimana ya he he…

untuk file mp3 nya bisa di download disini http://dl.dropbox.com/u/80151151/Kau%20ini%20bagaimana.mp3

“Kau Ini Bagaimana Atau Aku Harus Bagaimana”

Kau ini bagaimana?
kau bilang aku merdeka, kau memilihkan untukku segalanya
kau suruh aku berpikir, aku berpikir kau tuduh aku kafir

aku harus bagaimana?
kau bilang bergeraklah, aku bergerak kau curigai
kau bilang jangan banyak tingkah, aku diam saja kau waspadai

kau ini bagaimana?
kau suruh aku memegang prinsip, aku memegang prinsip kau tuduh aku kaku
kau suruh aku toleran, aku toleran kau bilang aku plin plan

aku harus bagaimana?
aku kau suruh maju, aku mau maju kau selimbung kakiku
kau suruh aku bekerja, aku bekerja kau ganggu aku

kau ini bagaimana?
kau suruh aku takwa, khotbah keagamaanmu membuatku sakit jiwa
kau suruh aku mengikutimu, langkahmu tak jelas arahnya

aku harus bagaimana?
aku kau suruh menghormati hukum, kebijaksanaanmu menyepelekannya
aku kau suruh berdisiplin, kau mencontohkan yang lain

kau ini bagaimana?
kau bilang Tuhan sangat dekat, kau sendiri memanggil-manggilnya dengan pengeras suara tiap saat
kau bilang kau suka damai, kau ajak aku setiap hari bertikai

aku harus bagaimana?
aku kau suruh membangun, aku membangun kau merusakkannya
aku kau suruh menabung, aku menabung kau menghabiskannya

kau ini bagaimana?
kau suruh aku menggarap sawah, sawahku kau tanami rumah-rumah
kau bilang aku harus punya rumah, aku punya rumah kau meratakannya dengan tanah

aku harus bagaimana?
aku kau larang berjudi, permainan spekulasimu menjadi-jadi
aku kau suruh bertanggungjawab, kau sendiri terus berucap wallahu a’lam bissawab

kau ini bagaimana?
kau suruh aku jujur, aku jujur kau tipu aku
kau suruh aku sabar, aku sabar kau injak tengkukku

aku harus bagaimana?
aku kau suruh memilihmu sebagai wakilku, sudah kupilih kau bertindak sendiri semaumu
kau bilang kau selalu memikirkanku, aku sapa saja kau merasa terganggu

kau ini bagaimana?
kau bilang bicaralah, aku bicara kau bilang aku ceriwis
kau bilang jangan banyak bicara, aku bungkam kau tuduh aku apatis

aku harus bagaimana?
kau bilang kritiklah, aku kritik kau marah
kau bilang carikan alternatifnya, aku kasih alternatif kau bilang jangan mendikte saja

kau ini bagaimana?
aku bilang terserah kau, kau tidak mau
aku bilang terserah kita, kau tak suka
aku bilang terserah aku, kau memakiku

kau ini bagaimana?
atau aku harus bagaimana?

1987
Mustofa Bisri (Gus Mus)

Iklan

Perjuangan Mahasiswa 98

Perjuangan Mahasiswa 98

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

1998, ketika saya berumur 8 tahun, masih SD seingat saya…. ya waktu itu saya tak tahu apa2, hanya melihat di TV soal kerusuhan 98. Untuk ukuran anak SD itu bukan sesuatu yang pantas untuk di lihat…. dalam ingatan saya… saya melihat SCTV, seseorang pemuda mungkin mahasiswa memeriksa teman nya yang sedang terluka di jalan…  lalu datang seorang aparat…. melihat itu pemuda tadi menunjukkan kartu dengan mengatakan .. ” Pak … saya wartawan pak…. saya wartawan… sambil menunjukkan co card di tangan…. melihat aparat akan menarik pelatuk pemuda itu berbalik kemudian akan berlari…. sedetik kemudian……… DOOOOORRRR !!!! peluru melesat menerjang punggung pemuda tadi….. tayangan yang saya saksikan live…. kejadian langsung…. saya ingat sampai sekarang …

ada lagi….. seseorang yang sudah lumpuh tak berdaya… diseret oleh aparat kakinya,,,,, seperti bangkai saja menyeretnya…. sungguh menyedihkan….. entah kenapa.. ingatan2 seperti itu masih melekat pada saya… sungguh ingin melupakan hal tersebut….
lalu seingat saya lagi……  selama kerusuhan mei 1998, saya menggambar sebuah mobil….. yang sedang berada di atas jembatan… membawa bendera yang sangat panjang….. jauh melebihi panjang mobil sedan (karena seingat saya waktu itu mobil ayah saya Honda Accord)…. bendera tersebut ada di atas awan… dengan tulisan….. “REFORMASI TOTAL”…..  ya… saya berumur 8 tahun,… menggambar dan menyerukan reformasi total tanpa tahu apa maksudnya…. sangat lucu sekali….. bahkan saya yang tidak tahu menahu tentang kondisi politik saat itu pun ikut merasakan suasana saat itu…. yang pasti saya saat itu mendukung mahasiswa yang melawan aparat yang bersenjata….

hmmm tentu anda teringat dengan foto di atas kan ? bagaimana gedung DPR dikuasai mahasiswa….. Almamater kuning adalah Mahasiswa UI jika tidak salah… bagaimana mahasiswa2 dari berbagai kampus di Tanah air berkumpul dan memperjuangkan hal yang sama….. mereka berasal dari berbagai latar belakang… berkumpul…. berserikat…. pastilah mereka berbeda… berbagai golongan, agama , suku ras, ormas mungkin…. tapi mengapa mereka bisa bersama2 memperjuangkan Indonesia…. karena musuh utama dan bersama waktu itu hanya satu….. “Presiden Soeharto”….. inilah musuh bersama yang sama2 mereka lawan…. mereka bersatu…. kalian kira… apa tujuan mereka ? mencari keuntungan pribadi atau kelompok ? tidak….. mereka tak mendapat apapun sebagai imbalan untuk berdemonstrasi…. karena tujuan mereka untuk Perbaikan Indonesia yang semakin terpuruk…..

dengan Hudan saat rusuh pemira 2011

dengan Hudan saat rusuh pemira 2011

So….
apa yang beda dengan sekarang…..
sangat konyol….. jika anak2 saya nanti membaca ini saat menjadi mahasiswa pasti prihatin,… atau mungkin pada masa nya jauh lebih parah daripada saya ? antar mahasiswa sekarang tidak bersatu… sikut2 an…. masing2 mementingkan golongannya sendiri… saling berebut kekuasaan…. salah satu contoh pemira… saya tidak akan bilang ini benar itu salah…. semua sama2 salah…. kita sama2 salah…  jangan ada yang mengklaim bahwa diri sendiri benar…. hanya gara2 kursi BEM jadi rebutan… mengklaim itu kecurangan dll…. tidak terima sistem pemira….. membuat kerusuhan…. ah … kata seorang teman yang saat itu sama2 ada dilokasi…… ini cuman soal kue… kue keuasaan… kenapa sih gak berbagi,,,, golongan yang satu dengan yang lain berebut…. musuhnya sekarang bukan penindasan, ketidak adilan, tapi kelompok lain yang bukan kelompoknya…. ah… mahasiswa kehilangan orientasinya sehingga bukannya bersama2 membangun dan memperbaiki Bangsa ini tapi menginginkan kedudukan… malah pemira 2012… untuk menghindari bentrok2 maka sistem partai dihapuskan… calon independen… tapi sangat rapi…. calon dirancang hanya 1 yang juga otomatis menang…. ah… ngapain milih kalo langsung menang…. emang republik jaran kepang…..
saat terjadi demonstrasi2 saya biasanya ada di tempat… dengan kawan saya hudan… kami sama2 netral… kami sama2 tidak memiliki kepentingan…. kami berdua peduli… ini sebabnya kami ada untuk mengetahui kondisi apa sih yang terjadi di kampus….
ini tuntutan mahasiswa soal pemira…

tuntutan mahasiswa

tuntutan mahasiswa

demo pemira

demo pemira

ustadz Diny.. Ustadz PKPBA dan teman Pras

pras dan Ustadz Diny

pras dan Ustadz Diny

saya hudan dan pras  dan ustadz diny mendiskusikan apa sih yang terjadi di kampus tercinta ini ? apa yang terjadi… karena kami peduli….. aneh sekali mahasiswa ini …… rebutan kursi…

ini foto2 lainnya
http://www.facebook.com/media/set/?set=a.1840319695955.2093609.1479425986&type=3&l=5bfa3c7cff

 

jadi kalo anda mahasiswa………………
apa orientasi anda sekarang ?berjuang untuk kemaslahatan bersama, semua pih atau berjuang demi kepentingan pribadi dan kelompok ? lebih menginginkan untuk berkuasa ?
semua terserah anda….

 

sebuah parodi mahasiswa….. yang kehilangan arah ….

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

 

Mochamad Agung Tarecha

 

 

Mahasiswa dan Doktrin

Posted: 21 Mei 2012 in Uncategorized

Stop Doktrin

Stop Doktrin

Assalamu’alaikum Wr. Wb. ah saya ingn nulis, mumpung saya masih punya gelar “mahasiswa”. 2 semester lagi InsyaAllah lulus, tinggal memanfaatkan predikat sebaik2 nya sebagai “mahasiswa” mumpung masih ada waktu. tidak tahu mengapa saya ingin menulis tentang “doktrin”. sebelum kita membahasnya kita harus tahu betul dokrtin itu apa…. jangan mengatakan sebuah istilah yang diartikan sendiri tanpa kesepakatan bersama. bilang pluralisme itu begini, radikalisme itu begini, liberalisme itu gitu,  tapi dengan pemikirannya sendiri…. yang sangat dipaksakan. dimana semua orang menerimanya, jadi apa kesepakatannya ? bicaralah dengan data dan fakta yang valid dan bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya, bukan sekedar argumen dan slogan.

Bicaralah tentang kebenaran, bukannya sebuah pembenaran

dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia online http://bahasa.kemdiknas.go.id/kbbi/index.php

dok·trin n 1 ajaran (tt asas suatu aliran politik, keagamaan; 2 pendirian segolongan ahli ilmu pengetahuan, keagamaan, ketatanegaraan) secara bersistem, khususnya dl penyusunan kebijakan negara: dl sejarah Amerika kita kenal — Monroe

ya ini arti doktrin secara bahasa adalah ajaran, lalu apa hubungannya dengan mahasiswa ?

 

dewasa ini mahasiswa berbeda dengan mahasiswa yang dahulu, sekarang mahasiswa kehilangan “taring” nya sebagai mahasiswa. saya ambil 2 contoh.
1. Sekarang mahasiswa tidak memiliki keberanian dalam berusara, apapun kebijakan aturan, atau apapunlah namanya ditelan mentah2, tidak dipikirkan lagi baik buruknya, yang penting mahasiswa “selamat” dalam suatu matakuliah, contohnya dipaksa saat mengerjakan tugas sesuai dengan cara dan aturan yang berlaku. saat ditanya… apa alasannya jawabannnya ya memang aturannya seperti itu. Sebagai contoh dalam sebuah matakuliah ada aturan untuk membeli sebuah domain berbayar, dikemukakan alasan2 yang bagus diatas kertas. apa beda antara domain berbayar atau tidak ? hampir tidak ada bedanya kecuali hanya sekedar nama, namun secara fungsi itu sama. saya secara pribadi tidak keberatan untuk “membeli” sebuah domain, namun ada teman mahasiswa yang agak keberatan dengan beli domain tersebut, saya kemukakan bolehkah “mahasiswa itu diberi pilihan bukannya sebuah paksaan ?” kita di doktrin dengan pemikiran2 yang diamini banyak orang dan yang bagus diatas kertas, meng iya kan tanpa berani mengungkapkan pemikirannya karena kuatir “nilai diatas kertas”. lalu bagaimanakah mahasiswa bisa belajar dewasa, dewasa itu bisa menentukan keputusan terbaik bagi dirinya sendiri, bukannya disuapin dan menurut saja dengan “keputusan” orang lain. ah Tarecha, gitu aja kok diributkan, sini tak belikan…. sekali lagi bukan soal beli nya, yang menjadi permasalahan disini adalah paradigma. lalu soal lain…. presentasi itu harus begini-begini dan begitu…. harus sesuai dengan saya…. sangat kaku sekali . ah kita menjadi “harus” ikut cara yang digunakan oleh orang lain…. okelah…. beri tahu kami jalannya tapi biarkan kami sendiri yang memutuskan jalan mana yang akan kami tempuh. Seperti ke Surabaya, yang paling cepat adalah Bis, namun boleh kan kami menikmati perjalanan kami sendiri menggunakan kereta api ? mungkin lebih lama, tapi kami rasa lebih menyenangkan… 🙂

yang ke 2 adalah doktrin sebuah “organisasi”, sepertinya saya sudah bilang kalo organisasi itu hanya sebuah “alat”, alat untuk digunakan, tentu saja “alat” ini punya banyak macam, organisasi sekarang dianggap sebagai suatu label untuk menggerakkan kepetingan – kepentingan tertentu. Mahasiswa baru ramai2 direkrut dengan mengatakan organisasi ini baik , trus jangan ikut yang itu, itu agak liberal, yang dituduh liberal mengatakan jangan ikut2 organisasi itu, yang itu agak radikal. ah saya melihat semacam lecucon….. sangat lucu. ada yang mengatakan saya ini orang “tarbiyah”,  lalu saya balas dengan kalo saya sih “orang saintek”, fakultas sains dan teknologi. lalu ada lagi . kita harus bergabung, mendirikan kerajaan baru, jalan apa lagi kalo tidak menolong agama Allah dengan bergabung dengan kami. saya balas dengan ….. kalo tujuannya sama karena Allah SWT. boleh ndak saya pilih jalan lain ? ibaratnya ke surabaya kamu naek bisa saya naek kereta? kalo niatnya karena sama2 karena Allah gak masalah kan ?  / diam tak berusara. adalagi…. tokoh2 besar lahir dari rahim “xxyz”… bergabung dengan kami agar menjadi besar ? so what ? lahir dari rahim organisasi ? kucing pun tahu lahir itu dari rahim ibu…. kita harus demo untuk eksistensi sebuah organisasi ? / kenapa mas ? pengen nampang di tv aja ta ? bikin kaca pecah, kerusakan ..??? ah itu kan sebuah resiko, makanya kami jangan dihalangi…. , ada orang yang bilang “anarkisme adalah jalan terakhir jika tidak bisa damai” ……… gila kali nie orang….. ibarat mau damai… bersalaman…. tapi dibelakang bawa palu…. ayo damai dengan saya…. kalo tidak saya palu dan hancurkan kantor ini…. ah… mana ada yang mau…. ada lagi kami ini organisasi besar, banyak pendukungnya,… kalo mau sukses menjadi HMJ atau BEM atau SENAT… gabung aja dengan kami…. kamu dapatkan jabatan itu tapi jangan lupa dengan kami. ayo rencanakan aksi…. aksi gundulmu….. cman menjadi kendaraan bagi kepentingan2 tertentu aja bangga…. cman dimanfaatkan…. inilah kenapa saya katakan doktrin…. sangat beracun…. mahasiswa hanya dicekokin2 doktrin tanpa proses berfikir, memilih dan memutuskan sesuatu untuk diri mereka sendiri…. doktrin terhadap loyalitas organisasi… sangat dimanfaatkan oleh orang2 tertentu…..
sebuah anekdot konyol. seseorang melabel i dirinya sendiri. doktrin2 organisasi… apapun itu… baik yang beraroma “ISLAMI” (agak konyol organisasi yang mengatakan Islam tapi berbuat kerusakan dan ketidaktenangan) , atau naisonalis, sosialis, dan lis lis lainnya… harus dihilangkan…. rangsanglah mahasiswa untuk berfikir …. bukan hanya menjalankan perintah….
oh ya tak bisa dipungkiri jika sebagian “ORGANISASI” mahasiswa adalah kepanjangan tangan dari sebuah partai politik…….. saya menyebut nya “antek2 partai”….. contohnya… selalu membela partainya,… tapi menjelekkan yang lain… tak sudi menerima jika ada situasi politik salah mengatakan salah….. namun memberikan suatu pembenaran. menganggap partai lain tak ada yang benar karena tidak “ISLAMI”….  padahal partai lain juga orang Islam…..agak konyol…. kalo mau membahasnya lebih panjang lagi…  yang lebih konyol lagi…. ada yang mengatakan dirinya sebuah “partai politik” namun menolak demokrasi, sistem parlemen, sistem pemilu, sistem negara, mengatakan jika sistem negara salah dan ayo golput saja…. namun tetap mendeklarasikan diri sebagai “PARTAI ISLAM”…. … ” xxxyyyx adalah sebuah partai politik yang berideologi Islam. Politik merupakan kegiatannya, dan Islam adalah ideologinya” ini saya ambil dari website resminya….
Islam itu bukan eksistensi… ruh,,, bersifat cair… menyelimuti semua aspek kehidupan… mengapa dipadatkan sebagai sebuah “lembaga” ? . belum tentu juga lembaga ini bisa memesrai semua golongan… jangan dlu umat lain… umat Islam sendiri tidak bisa dirangkul jika caranya kasar bukan ?
oh ya saya pernah diskusi denga Idzhar Firmansyah…. katanya ada buku tentang pernikahan itu sebaiknya yang satu aliran, satu pergerakan, ideologinya sama… biar da’wahnya berhasil karena tidak ada perbedaan2 ….. konyol sekali ? maksudmu apa ? (buat yg nulis buku)…. Umat Islam itu satu…. bukankah dengan seperti itu mengakibatkan perpecahan ? saya memang belum baca bukunya,,,, tapi jika benar seperti itu apapun alasannya….. tidak boleh karena bisa mengakibatkan perpecahan…  ada yang bilang…. mas xx menikah sama mbak yy , iya sama2 (menyebut nama organisasi nya) , dalam hati saya berkata (takut menyinggung perasaan) ” owh… sama2 abc nya ya… saya kira sama2 Muslimnya….” “organisasi / lembaga kok jadi agama baru sekarang….???

Kita lihat bagaimana Kaum Muhajirin dengan Anshor dipersaudarakan oleh Rasulullah SAW. lalu mengapa kalian mau bikin perpecahan ?

ayo lah kawan…. kita jangan egois dengan tendensi2 yang dimiliki….. kita itu saudara… ngapain sih bersaing seperti itu …..  bisa tidak sekali pun berbeda kita saling mencintai ? saling menghargai perbedaan2 …. tidak perlu lah menganggap yang “diluar lingkaran” bukan bagian dari kita….. kita saudara loh… kita sama. kita satu….. jangan mengganggap diri sendiri lebih bagi dari orang lain, jangan menganggap organisasi sendiri lebih hebat dari organisasi lain…

saya menunggu apa tidak ada yang bertanya alasan mengapa saya berani nulis ini ?
karena saya tida punya kepentingan, tendensi, atau organisasisme…..
aku manusia merdeka…. bukan robot yang menjalankan doktrin2….

tulisan ini pikiran saya sendiri, pendapat, tapi semoga bisa menggoda pemikiran teman2 sekalian…
maaf ya jika menyinggung…. semacam shock therapy…. 🙂
tapi niat saya karena Allah, saya sedih melihat parodi konyol ini…

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Mochamad Agung Tarecha