Mahasiswa dan Doktrin

Posted: 21 Mei 2012 in Uncategorized

Stop Doktrin

Stop Doktrin

Assalamu’alaikum Wr. Wb. ah saya ingn nulis, mumpung saya masih punya gelar “mahasiswa”. 2 semester lagi InsyaAllah lulus, tinggal memanfaatkan predikat sebaik2 nya sebagai “mahasiswa” mumpung masih ada waktu. tidak tahu mengapa saya ingin menulis tentang “doktrin”. sebelum kita membahasnya kita harus tahu betul dokrtin itu apa…. jangan mengatakan sebuah istilah yang diartikan sendiri tanpa kesepakatan bersama. bilang pluralisme itu begini, radikalisme itu begini, liberalisme itu gitu,  tapi dengan pemikirannya sendiri…. yang sangat dipaksakan. dimana semua orang menerimanya, jadi apa kesepakatannya ? bicaralah dengan data dan fakta yang valid dan bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya, bukan sekedar argumen dan slogan.

Bicaralah tentang kebenaran, bukannya sebuah pembenaran

dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia online http://bahasa.kemdiknas.go.id/kbbi/index.php

dok·trin n 1 ajaran (tt asas suatu aliran politik, keagamaan; 2 pendirian segolongan ahli ilmu pengetahuan, keagamaan, ketatanegaraan) secara bersistem, khususnya dl penyusunan kebijakan negara: dl sejarah Amerika kita kenal — Monroe

ya ini arti doktrin secara bahasa adalah ajaran, lalu apa hubungannya dengan mahasiswa ?

 

dewasa ini mahasiswa berbeda dengan mahasiswa yang dahulu, sekarang mahasiswa kehilangan “taring” nya sebagai mahasiswa. saya ambil 2 contoh.
1. Sekarang mahasiswa tidak memiliki keberanian dalam berusara, apapun kebijakan aturan, atau apapunlah namanya ditelan mentah2, tidak dipikirkan lagi baik buruknya, yang penting mahasiswa “selamat” dalam suatu matakuliah, contohnya dipaksa saat mengerjakan tugas sesuai dengan cara dan aturan yang berlaku. saat ditanya… apa alasannya jawabannnya ya memang aturannya seperti itu. Sebagai contoh dalam sebuah matakuliah ada aturan untuk membeli sebuah domain berbayar, dikemukakan alasan2 yang bagus diatas kertas. apa beda antara domain berbayar atau tidak ? hampir tidak ada bedanya kecuali hanya sekedar nama, namun secara fungsi itu sama. saya secara pribadi tidak keberatan untuk “membeli” sebuah domain, namun ada teman mahasiswa yang agak keberatan dengan beli domain tersebut, saya kemukakan bolehkah “mahasiswa itu diberi pilihan bukannya sebuah paksaan ?” kita di doktrin dengan pemikiran2 yang diamini banyak orang dan yang bagus diatas kertas, meng iya kan tanpa berani mengungkapkan pemikirannya karena kuatir “nilai diatas kertas”. lalu bagaimanakah mahasiswa bisa belajar dewasa, dewasa itu bisa menentukan keputusan terbaik bagi dirinya sendiri, bukannya disuapin dan menurut saja dengan “keputusan” orang lain. ah Tarecha, gitu aja kok diributkan, sini tak belikan…. sekali lagi bukan soal beli nya, yang menjadi permasalahan disini adalah paradigma. lalu soal lain…. presentasi itu harus begini-begini dan begitu…. harus sesuai dengan saya…. sangat kaku sekali . ah kita menjadi “harus” ikut cara yang digunakan oleh orang lain…. okelah…. beri tahu kami jalannya tapi biarkan kami sendiri yang memutuskan jalan mana yang akan kami tempuh. Seperti ke Surabaya, yang paling cepat adalah Bis, namun boleh kan kami menikmati perjalanan kami sendiri menggunakan kereta api ? mungkin lebih lama, tapi kami rasa lebih menyenangkan…🙂

yang ke 2 adalah doktrin sebuah “organisasi”, sepertinya saya sudah bilang kalo organisasi itu hanya sebuah “alat”, alat untuk digunakan, tentu saja “alat” ini punya banyak macam, organisasi sekarang dianggap sebagai suatu label untuk menggerakkan kepetingan – kepentingan tertentu. Mahasiswa baru ramai2 direkrut dengan mengatakan organisasi ini baik , trus jangan ikut yang itu, itu agak liberal, yang dituduh liberal mengatakan jangan ikut2 organisasi itu, yang itu agak radikal. ah saya melihat semacam lecucon….. sangat lucu. ada yang mengatakan saya ini orang “tarbiyah”,  lalu saya balas dengan kalo saya sih “orang saintek”, fakultas sains dan teknologi. lalu ada lagi . kita harus bergabung, mendirikan kerajaan baru, jalan apa lagi kalo tidak menolong agama Allah dengan bergabung dengan kami. saya balas dengan ….. kalo tujuannya sama karena Allah SWT. boleh ndak saya pilih jalan lain ? ibaratnya ke surabaya kamu naek bisa saya naek kereta? kalo niatnya karena sama2 karena Allah gak masalah kan ?  / diam tak berusara. adalagi…. tokoh2 besar lahir dari rahim “xxyz”… bergabung dengan kami agar menjadi besar ? so what ? lahir dari rahim organisasi ? kucing pun tahu lahir itu dari rahim ibu…. kita harus demo untuk eksistensi sebuah organisasi ? / kenapa mas ? pengen nampang di tv aja ta ? bikin kaca pecah, kerusakan ..??? ah itu kan sebuah resiko, makanya kami jangan dihalangi…. , ada orang yang bilang “anarkisme adalah jalan terakhir jika tidak bisa damai” ……… gila kali nie orang….. ibarat mau damai… bersalaman…. tapi dibelakang bawa palu…. ayo damai dengan saya…. kalo tidak saya palu dan hancurkan kantor ini…. ah… mana ada yang mau…. ada lagi kami ini organisasi besar, banyak pendukungnya,… kalo mau sukses menjadi HMJ atau BEM atau SENAT… gabung aja dengan kami…. kamu dapatkan jabatan itu tapi jangan lupa dengan kami. ayo rencanakan aksi…. aksi gundulmu….. cman menjadi kendaraan bagi kepentingan2 tertentu aja bangga…. cman dimanfaatkan…. inilah kenapa saya katakan doktrin…. sangat beracun…. mahasiswa hanya dicekokin2 doktrin tanpa proses berfikir, memilih dan memutuskan sesuatu untuk diri mereka sendiri…. doktrin terhadap loyalitas organisasi… sangat dimanfaatkan oleh orang2 tertentu…..
sebuah anekdot konyol. seseorang melabel i dirinya sendiri. doktrin2 organisasi… apapun itu… baik yang beraroma “ISLAMI” (agak konyol organisasi yang mengatakan Islam tapi berbuat kerusakan dan ketidaktenangan) , atau naisonalis, sosialis, dan lis lis lainnya… harus dihilangkan…. rangsanglah mahasiswa untuk berfikir …. bukan hanya menjalankan perintah….
oh ya tak bisa dipungkiri jika sebagian “ORGANISASI” mahasiswa adalah kepanjangan tangan dari sebuah partai politik…….. saya menyebut nya “antek2 partai”….. contohnya… selalu membela partainya,… tapi menjelekkan yang lain… tak sudi menerima jika ada situasi politik salah mengatakan salah….. namun memberikan suatu pembenaran. menganggap partai lain tak ada yang benar karena tidak “ISLAMI”….  padahal partai lain juga orang Islam…..agak konyol…. kalo mau membahasnya lebih panjang lagi…  yang lebih konyol lagi…. ada yang mengatakan dirinya sebuah “partai politik” namun menolak demokrasi, sistem parlemen, sistem pemilu, sistem negara, mengatakan jika sistem negara salah dan ayo golput saja…. namun tetap mendeklarasikan diri sebagai “PARTAI ISLAM”…. … ” xxxyyyx adalah sebuah partai politik yang berideologi Islam. Politik merupakan kegiatannya, dan Islam adalah ideologinya” ini saya ambil dari website resminya….
Islam itu bukan eksistensi… ruh,,, bersifat cair… menyelimuti semua aspek kehidupan… mengapa dipadatkan sebagai sebuah “lembaga” ? . belum tentu juga lembaga ini bisa memesrai semua golongan… jangan dlu umat lain… umat Islam sendiri tidak bisa dirangkul jika caranya kasar bukan ?
oh ya saya pernah diskusi denga Idzhar Firmansyah…. katanya ada buku tentang pernikahan itu sebaiknya yang satu aliran, satu pergerakan, ideologinya sama… biar da’wahnya berhasil karena tidak ada perbedaan2 ….. konyol sekali ? maksudmu apa ? (buat yg nulis buku)…. Umat Islam itu satu…. bukankah dengan seperti itu mengakibatkan perpecahan ? saya memang belum baca bukunya,,,, tapi jika benar seperti itu apapun alasannya….. tidak boleh karena bisa mengakibatkan perpecahan…  ada yang bilang…. mas xx menikah sama mbak yy , iya sama2 (menyebut nama organisasi nya) , dalam hati saya berkata (takut menyinggung perasaan) ” owh… sama2 abc nya ya… saya kira sama2 Muslimnya….” “organisasi / lembaga kok jadi agama baru sekarang….???

Kita lihat bagaimana Kaum Muhajirin dengan Anshor dipersaudarakan oleh Rasulullah SAW. lalu mengapa kalian mau bikin perpecahan ?

ayo lah kawan…. kita jangan egois dengan tendensi2 yang dimiliki….. kita itu saudara… ngapain sih bersaing seperti itu …..  bisa tidak sekali pun berbeda kita saling mencintai ? saling menghargai perbedaan2 …. tidak perlu lah menganggap yang “diluar lingkaran” bukan bagian dari kita….. kita saudara loh… kita sama. kita satu….. jangan mengganggap diri sendiri lebih bagi dari orang lain, jangan menganggap organisasi sendiri lebih hebat dari organisasi lain…

saya menunggu apa tidak ada yang bertanya alasan mengapa saya berani nulis ini ?
karena saya tida punya kepentingan, tendensi, atau organisasisme…..
aku manusia merdeka…. bukan robot yang menjalankan doktrin2….

tulisan ini pikiran saya sendiri, pendapat, tapi semoga bisa menggoda pemikiran teman2 sekalian…
maaf ya jika menyinggung…. semacam shock therapy….🙂
tapi niat saya karena Allah, saya sedih melihat parodi konyol ini…

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Mochamad Agung Tarecha

Komentar
  1. […] ya nerusin tulisan saya ini https://tarecha.wordpress.com/2012/05/21/mahasiswa-dan-doktrin/ Lucu saya baca lagi ya. Lalu ada status bbm yg saya merasa itu menyindir saya soal menjelek2 kan […]

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s