ta’aruf

Posted: 13 Juni 2015 in dreams

ta'aruf

ta’aruf

assalamu’alaikum…

yah judulnya adalah ta’aruf, dan bisa dipastikan bila saya nulis seperti ini artinya saya lagi galau, galau karena apa ? ya karena akhwat lah, sesuatu yang manusiawi lah… humanis, masak iya saya nulis teknis terus. entah ini galau yang keberapa… biasanya kalau galau pas ada temen2 yang saya gangguin deh, dan mereka merasa terganggu dengan kegalauan saya… kecuali beberapa teman dekat saya… hudan, luluk, dan rahmat…. mereka setiap sedia menjadi tempat sampah bagi kegalauan saya, setidaknya menurut saya begitu.. entah mereka ^_^, mungkin mereka udah bosan galau yang itu2 aja. ya udah kali ini di blog aja,

yah udah umur segini lagi galau nanti nikahnya sama siapa, ada yang saya kira pas… eh gak mau :p ya sudahlah yang penting saling mendo’akan. ya saya tak pernah main2 dengan niat saya, saya gk pengen pacaran, pengen langsung nikah aja… soalnya udah pengen adek bayi nih…🙂 yang  nantinya diajak jalan2 ke gunung sama ibunya juga… ah impian saya,… mungkin agak egois nyari yang mau susah payah mendaki gunung ya, kebanyakan akhwat gk mau susah payah capek2 mendaki gunung.

mendaki

sekeluarga mendaki

ah mengapa saya egois sekali dan seakan-akan mengatur Allah, Ya Allah saya pengen istri si X misal. inisial X gk mengacu pada siapapun ya, saya cari alfabet yang kira2 gk menjurus ke seseorang yang kiranya jadi tidak bisa dipertanggungjawabkan🙂. hmm… ya saya akui saya ini masih banyak kekurangan… banyak sekali… bagaimana dengan teori memantaskan diri ? ah itu teori yang biasa diucapkan temen2 LDK, yang sering kali saya denger ketika mereka mengalami masa galau, yah biasanya kata2 itu keluar dari teman saya yang barusan ditinggal nikah dambaan hatinya ^_^ (ini hanya fiksi, jgn menebak siapa nama teman saya).  kembali ke topik sosok istri yang saya idam2 kan, sampai saat ini pun masih nunggu Allah memberi petunjuk siapa sih yang Allah pilihkan dia untuk saya dan dia untuk saya ? siapa saja asal yang ngasi Allah saya mau. mungkin dimata si X saya cuman main2, padahal yah… saya tak pernah main2, saat ini yah mulai mengurangi komunikasi. meski sulit tapi saya ingin menghargai keputusannya🙂.  ya gk mungkin kan saya komunikasi sering dengan dia terus sedangkan dia memilih yang lain ? sangat tidak etis. bagaimanapun saya mendo’akan dia agar dapat Imam yang baik. tuh kan saya berjiwa besar (edisi muji diri sendiri).

hmmm….. jadi saya gk punya alasan lagi untuk berlama2…. segera saya rencakan ke Jerman🙂 siapa tahu bisa sehebat Pak Habibie… cman Pak Habibie kan mbawa Ibu Ainun ya… wah berarti saya harus nyari dlu nih Ibu Ainun versi saya ^_^

boleh dibaca tapi jangan dibawa hati…. anggap saja ini hanya cerita fiksi

 

Wassalamu’alaikum

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s