Mobil Listrik – karya anak bangsa yang dianaktirikan

Posted: 25 Juni 2015 in Diskusi

ya… tema inilah yang saat ini membuat hati kecil saya resah… dan menulis adalah cara saya mengungkapkan kegelisahan hati…

Untuk mengubah 1 ons mindset dibutuhkan 1 ton pendidikan

setelah membaca Jawapos berita berikut

Mobil listrik disita

Mobil listrik disita

JAKARTA – Sikap Kejaksaan Agung memperkarakan pengadaan mobil listrik oleh tiga perusahaan BUMN berdampak serius. Saat ini, kampus penerima hibah mobil listrik resah. Semua kegiatan riset yang menyangkut pengembangan kendaraan listrik yang semula aktif dilakukan mahasiswa dan dosen seketika dihentikan.
http://www.jawapos.com/baca/artikel/19411/Gairah-Riset-Terancam-Mati-Kampus-Penerima-Mobil-Listrik-Resah

bayangkan, bagaimana Bangsa ini bisa unggul dalam bidang teknologi sedangkan untuk bisa berkembang saja banyak sekali pengganjalnya ? entah karena ketidaktahuan atau ketidakingintahuan para penegak hukum yang mulia ini karya anak bangsa yang dibuat dipidanakan, pendanaannya dari BUMN, entah karena alasan “prosedural” yang tidak sesuai prosedur atau mobil listrik karya anak bangsa ini terdapat kerusakan sehingga tidak bisa digunakan yang diindikasikan sebagai kerugian negara.

Bapak penegak hukum sekalian, cara kerja ilmuan tidak seperti itu. kami berkerja butuh dana untuk riset, tidak bisa Bapak keluarkan uang 2 M untuk satu mobil, keluar sebuah mobil sempurna tanpa cacat. tentu ada kekurangan-kekurangannya tapi itulah yang akan diperbaiki dikemudian hari sehingga ada penyempurnaan teknologi. Pabrikan mobil komersil sendiri saya yakin butuh puluhan M untuk riset sebuah mobil baru.

Semoga anak bangsa tak patah arang untuk berkarya, apapun ganjalan yang menghadang

Tim Robotik UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Tim Robotik UIN Maulana Malik Ibrahim Malang – the founding fathers

Dana Riset ini dibiayai oleh kampus meski tidak dibudgetkan di awal tahun, dimana secara “prosedur” adalah salah. Dana yang dikeluarkan sekitar 50 juta untuk 2 robot yang saat itu digunakan untuk KRCI (Kontes Robot Cerdas Indonesia), tentu anggaran ini diambilkan dari pos anggaran lain yang telah dibudgetkan tahun sebelumnya. team kami berhasil sampai proposal design – kemudian saat pengjuan video prototipe ditolak karena UIN Maliki Malang dibawah Kemenag padahal KRCI itu yang acaranya Kemendikbud. sudah kadung jalan dan beroperasi robotnya ternyata terganjal masalah prosedural seperti itu berikut link video robotn https://tarecha.wordpress.com/curriculum-vitae/. dan ini dialami bukan hanya kami tapi beberapa institusi yang tidak dibawah Kemendikbud. jika memang seperti itu… mengapa tidak dari awal gugur sewaktu proposal prototipe ? bingung sekali dengan prosedural aneh negeri ini. Belum lagi dikomentari uang 50 juta kalau dibelikan komputer sudah dapat banyak…. mindset macam mana pula tak ingin bisa bikin robot tapi ingin tinggal pakai produk jadi, mindset enaknya saja – mindset pengekor bukan perintis…..   riset tersebut mengorbankan beberapa mikrokontroller meletus, sensor thermal seharga 1 juta terbakar, peralatan yang rusak lalu beli lagi seperti gergaji dsb,  battrai lipo yang melembung karena terus2 an dipakai sehingga daya simpannya tidak sampai 100%… persis hangat2 nya kasus mobil listrik yang tidak bisa di charge sampai 100%  dan hanya sampai 40% kemudian dipidanakan karena “tidak sesuai spek” saja seperti di berita2 yang saya baca karena apa ? ya karena dipakai riset…. kalau mau utuh ya battrai mobil listriknya ya jangan dipakai… simple logic kan ? dalam riset itu selalu berubah tergantung berapa ilmu yang didapat sehingga bisa saja diproposal A ketika riset menjadi B karena secara empiris kita buktikan B lebih baik. jika dihitung sebagai kerugian negara…mungkin kami sudah dipidanakan seperti Pak Dahlan Iskan. Semoga Pak Dahlan Iskan dan kita semua para peneliti muda diberikan kekuatan oleh Allah SWT untuk melawan mindset prosedural yang salah kaprah tersebut…🙂

ah tapi ada hikmanya – kami berhasil menumbuhkan benih semangat riset kepada adik2 angkatan kami untuk terus berkembang🙂

robot

bersama dekan

bersama dekan

piala

piala

pertandingan

pertandingan

presentasi

presentasi

media

media

http://surabaya.tribunnews.com/2015/06/22/komunitas-ontaki-juara-satu-robot-desain-inovasi

SURYA.co.id | MALANG –Lantai tiga Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Islam Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang tampak hening, lantai tiga ini merupakan tempat berbagai laboratorium.

Di laboratorium robotika, masih terdapat satu mahasiswa yang merapikan berbagai peralatan, ia adalah ketua komunitas Otomasi dan Robotika UIN Maliki (Ontaki) Abdul Charis Fuzan (21).

“Ini ada lima robot yang pernah kami buat, tapi kalau yang tidak dalam proyek biasanya sudah dikanibal untuk robot lain. Karena harga komponennya yang mahal,” ungkapnya, Senin (22/6/2015)

Komunitas ini merupakan wadah mahasiswa pecinta robotika yang sudah dibentuk di bawah FST sejak 2008.

Bagi kebanyakan pecinta robot, mengikuti berbagai kompetisi untuk mengasah kemampuan dan menunjukkan kebolehan karya mereka merupakan sebuah cita-cita mutlak. Hal yang sama dirasakan komunitas onta ini.

Untuk tahun ini kompetisi seluruh komunitas robot UIN di Indonesia, yaitu Sunan Gunung Jati Robot Competiton 2015. Kompetisi ini merupakan wadah pertama dan satu-satunya bagi komunitas robot di UIN.

Dalam kompetisi ini ada dua kategori yaitu robot soccer dan robot desain inovatif. Untuk robot Soccer mereka meghabiskan biaya sekitar Rp 3,5 juta untuk dua robot, sedangkan robot desain inovatif merupaka hasil pendanaan dari universitas tahun 2012, karena harganya yang mencapai puluhan juta

Robot soccer yang mereka gunakan adalah yang beroda, meskipun merek ajuga memilikiyang berkaki. Hal ini karena daya kekuatan kerja lebih maksimal pada robot beroda.

Robot soccer ini dibuat dengan dimensi menyerupai mobil remot control yang bagian depannya terdapat wadah untuk menggiring bola. Sedangkan baterai dan otakorbot berada pada bagian tengah robot yang dilindungi rangka.

Sedangkan robot pemadam api ini difungsikan dengan penggunaan kipas untukmemadamkan api simulasi yang berasal dari api lilin. Hal ini telah mengalami perubahan dari bebrapa tahun sebelumnya yang menggunakan air untuk memadamkan api.

“Pertama kali kami mengikuti kompetisi dan kami mendapat juara satu untuk desain inovatif, sedangkan robot soccer kami kalah saat final melawan UIN Makassar,” ungkap mahasiswa semester enam ini.

http://www.uin-malang.ac.id/r/150401/tim-robotic-uin-maliki-malang-juara-i.html

GEMA-Kata membanggakan itulah yang patut diucapkan kepada empat mahasiswa Jurusan Teknik Informatika (TI) Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Abd. Charis Fauzan, M. Aruman Hasmi, Syaifudin Anshori dan M. Nizar.

Mereka telah memenangi kontes robotic yang diselenggarakan oleh Robotika UIN Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung (22-24/4).
Tim robotic UIN Maliki Malang yang di wakili Ontaki 1 dan Ontaki 2 (Otomasi dan robotika UIN Maliki) mampu menjadi juara. Ontaki 1 meraih juara I kategori robot inovatif sedangkan Ontaki 2 meraih juara II dalam kategori kontes robot soccer. Tim Ontaki mampu menyisihkan para pesaingnya melalu robot rakitannya sendiri. Misalnya saja pesaing dari Institut Teknik Nasional Bandung, UIN SGD Bandung, dan UIN Makassar.
Tim Ontaki 1, Abd Charis Fauzan dan M. Aruman Hasmi yakin robotnya dapat mengatasi masalah yang ada pada masyarakat. Hal ini sesuai dengan kriteria dewan juri di ajang kontes robot nasional tersebut. “Alhamdulillah, Robot inovatif dengan konsep robot pemadam kebakaran ini, mampu menarik perhatian juri.” ujar M. Aruman Hasmi salah satu mahasiswa TI semester 4.
Untuk kategori kontes robot soccer sendiri. Tim Ontaki 2, Syaifudin Anshori dan M. Nizar melakukan kompetisi sepak bola antara robotnya dengan robot pesaingnya. Yang mampu memasukkan gol lebih banyak itulah pemenangnya. “ Pertandingan sepak bola robot lebih seru dibanding main play station,” ungkap salah satu pengendali robot soccer tersebut, Syaifudin Anshori.
asiswa TI UIN Maliki. Pasalnya, materi robotik selama ini hanya didapat melalui komunitas ONTA (Otomasi dan Robotika). Hal ini telah membuktikan mahasiswa Teknik Informatika tidak hanya fokus pada pembelajaran yang di berikan jurusan, tetapi juga bisa berkembang di bidang lain.
“Untuk selanjutnya ONTA akan membuat dan mengembangkan robot terbang dan robot under water (red. penyelam). dan akan lebih meningkatkan kualitas robotic untuk mengikuti event-event di tingkat Nasional maupun Internasional,” ungkap Abd. Charis Fauzan. (as)

(Ajay)
Komentar
  1. charisfauzan mengatakan:

    Mantap mas tarecha…. (^_^)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s