Arsip untuk Juni, 2016

Warisan Terbaik

Posted: 29 Juni 2016 in dreams

buku 3

koleksi buku saya

????????????????????????????????????
warisan ortu

Buku

Buku

buku belum sempat tertata baik

Warisan terbaik…. ah… belum nikah udah ngomong warisan, apa yang kita wariskan ke anak cucu nanti ? ortu saya suka sekali dengan buku, dilihat dari koleksi buku jaman dahulu yang ada di gambar no 3. saya juga pun punya banyak koleksi, sering beli tapi jarang baca kalau sempat saja.

Ya warisan terbaik apa untuk anak cucu ? apakah harta ? ah harta bisa bertahan berapa turunan ? Jika kamu memiliki harta, kamu dituntut untuk menjaga harta itu. punya mobil misalnya.. harus dikunci, dirawat, digunakan hati2, tapi jika kamu memiliki ilmu, ilmulah yang menjagamu, saat tidurmu, saat kamu berjalan, saat kamu bekerja. dia akan menjagamu. karena itulah setan lebih takut kepada tidurnya orang alim ahli ilmu daripada ibadahnya abid ahli ibadah.

kembali ke soal warisan, saya ingin mewariskan ilmu kepada anak cucu saya nanti, yang akan selalu menjaga diri mereka dan keluarganya. Ilmu disini bukan ilmu agama dan ilmu umum. karena Ilmu itu hanya satu, tidak ada dikotomi ilmu agama dan ilmu umum. kalau bahasa anak UIN itu integrasi Al-Qur’an dan Sains. Ilmu itu satu, coba ingat, planet2 bulan diatur menurut jalannya sendiri (orbit) itu ilmu agama atau ilmu umum ? sama saja kan. Hal tersebut sudah di isyaratkan dalam Al’Qur’an kemudian turunannya menjadi ilmu astronomi, jadi ketika ketika mempelajari astronomi sesungguhnya kita belajar Al’Qur-an.

Saya beli banyak buku tapi belum sempat menata, disamping sifat saya yang tidak terlalu suka rapi ( karena itulah laki2 butuh istri, ukh ) . Saya baca agar dapat ilmu, banyak novel tapi ini saya pilih2, filsafat, sejarah, komputer, dll. setidaknya dengan koleksi buku saya dan ortu saya, mungkin juga ditambah koleksi istri nanti kita bisa buat perpustakaan. Nanti semoga anak cucu dapat memanfaatkannya dengan baik, mengambil ilmunya, ilmu yang akan menjaga diri dan keluarga dari api neraka. tentu 10-20 tahun lagi buku2 ini tidak ada di pasaran, sehingga saya dan mungkin juga istri saya nanti juga sedang mengumpulkannya. Mungkin kami bisa membuka sebuak kafe buku di depan kampus UIN 3 nanti, saya juga sedang cari2 tanah disana, cari dlu duitnya belum ada he he. dan juga saya ingin mewariskan kenangan saya ke anak cucu lewat blog ini, semoga nanti bisa meneruskan apa yang kami cita2 kan bersama.

Yuk bangun impian kita,

mengutip semboyan teman

DREAMS has no expiration date. TRY AGAIN !

saya akan menjaga mimpi saya atau mungkin kita…. mencobanya di lain waktu jika kali ini gagal.

cerpen : Rumah

Posted: 28 Juni 2016 in cerpen fiksi

Rumah

Rumah

Kau ingat waktu kecil kamu datang ke rumahku sambil membawa banyak sekali permen ? sebagai tanda perkenalan katamu, kamu pindah dari tempat jauh di Pulau Karang karena ayahmu dipindah tugaskan ke kota ini, seingatku kita belum masuk SD, aku sedang sibuk dengan mobil mainan ku sendiri di teras rumah. Ah aku dulu takut sekali, kupikir kamu akan merebut mainan ku. Kau sodorkan lolipop yang bagiku barang mewah di desa ini. lolipop besar, takkan ada di warung depan, ataupun sekota ini. “Ini permen enak, cobalah”, aku diam saja termenung… kuraih permen itu dan mencobanya. ternyata enak, lalu kita bermain – main di halaman rumah, Kau ceritakan padaku ingin membuat rumahmu yang baru yang hanya terletak 10 meter dari rumahku sebagai taman, ya Rumah yang dijual Pak Lurah memiliki halaman yang luas. Sejak itu kita kumpulkan berbagai bunga yang ada di jalan untuk ditanam di halaman rumahmu. Kadang kala ke pinggir hutan, aku sampai dicari-cari ibu karena bermain terlalu jauh. Setelah beberapa tahun disini dan kita merawat taman itu, ayahmu dipindah tugaskan lagi. kembali ke pulau karang. Kamu titipkan tamanmu ke aku, seingatku itu waktu kelulusan SMP, kamu pergi dan Rumah yang kau impikan perlahan mulai tak terawat. atau aku memang sengaja tidak melakukan apa-apa hingga kamu tahu dan kecewa sehingga kembali kesini dan merawatnya lagi.

Too much hate kill you

Posted: 27 Juni 2016 in cerpen fiksi

Pagi ini diisi dengan menulis email ke gramed dan kompas kapankah Novel Hujan Bulan Juni di cetak ulang, semoga berbalas. dan juga membaca serial new hope nya Pak Dahlan Iskan http://www.jawapos.com/read/2016/06/27/36436/setelah-istri-membawa-rezeki-scaffolding

tulisan ini terinspirasi tulisan beliau, ya kalau kita membenci maka energi yang kita keluarkan adalah energi yang negatif, energi negatif itu bukan hanya berpengaruh pada orang lain yang kita benci namun pada diri kita sendiri, apalagi memendam benci selama bertahun-tahun ? tapi saya yakin sebenarnya baik, hanya saja sudah di titik puncak ketidaksukaan atau dengan kata lain benci. kalau gelombang sinus itu setelah titik puncak dia akan kembali turun lagi. Oh ya saya mendapatkan 2 orang partner in crime, seperti yang saya ceritakan dulu. bertambah satu he he …. walaupun “crime” disini bukan hal yang menyatakan kejahatan.

Dia bilang kalau niatnya baik pasti sampai, ya baiklah…

semoga bencinya sudah hilang, jika ini jawaban dari segala do’a mu… apakah akan menyerah begitu saja ketika Allah mensyaratkan untuk sekali saja melangkah ?

terlalu banyak membenci bisa membunuhmu, membunuh silaturrahim, dan apapun yang pantas untuk hidup ^_^

 

Dalam Do’aku

Posted: 24 Juni 2016 in sastra

saya lagi ingin posting puisi Dalam Do’aku oleh Pak Sapardi Djoko Damono.

oh ya ini ada musikalisasi puisinya bagus loh

berikut mp3 nya

https://www.dropbox.com/s/piv6do4ew4kxh2l/dalam_doaku_dee_hwang_musikalisasi_puisi_sapardi_djoko_damono.mp3?dl=0

sedikit profil beliau di https://id.wikipedia.org/wiki/Sapardi_Djoko_Damono

selamat menikmati sastra ๐Ÿ™‚

 

 

DALAM DOAKU
dalam doaku subuh ini kau menjelma langit yang bersalaman
tak memejamkan mata, yang meluas bening siap
menerima cahaya pertama, yang melengkung hening
karena akan menerima suara-suara

ketika matahari mengambang tenang di atas kepala, dalam
doaku kau menjelma pucuk-pucuk cemara hijau
senantiasa, yang tak henti-henti mengajukan
pertanyaan muskil kepada angina yang mendesau entah
dari mana

dalam doaku sore ini kau menjelma seekor burung gereja
yang mengibas-ngibaskan bulunya dalam gerimis, yang
hinggap di ranting dan mengugurkan bulu-bulu bunga
jambu, yang tiba-tiba gelisah dan terbang lalu hinggap
di dahan mangga itu

magrib ini dalam doaku kau menjelma angina yang turun
sangat perlahan dari nun di sana, bersijingkat di jalan
kecil itu, menyusup di celah-celah jendela dan pintu,
dan menyentuh-nyentuhkan pipi dan bibirnya di
rambut, dahi, dan bulu-bulu mataku

dalam doa malamku kau menjelma denyut jantungku, yang
dengan sabar bersitahan terhadap rasa sakit yang
entah batasnya, yang setia mengusut rahasia demi
rahasia, yang tak putus-putusnya bernyanyi bagi
kehidupanku

aku mencintaimu, itu sebabnya aku takkan pernah selesai
mendoakan keselamatanmu

1989
Sapardi Djoko Damono

Radikal vs Liberal

Posted: 22 Juni 2016 in Diskusi

image

Baik… sebenarnya gk seperti ekspektasi awal tulisan ini adalah tulisan pertentangan pemikirian. Ini cuman guyonan ya.
Liberal vs Radikal. Sebentar… kita harus jujur dulu nih, jujur terhadap diri sendiri dan mencari kebenaran bukannya pembenaran.
Kamu pernah lihat gk tiba2 ada orang yang marah2 di timeline menuduh orang lain liberal ? Coba jawab… banyak… kamu mungkin salah satunya… dan juga mungkin saya. Marah2 gak jelas atas pemikiran orang lain yang “nyeleneh” dan biasanya sih tentang Islam. Kemudian kita mencounternya dengan buat status bahwa dia liberal… tanpa mencari tahu dahulu maksudnya, langsung menjugde.
Begitu pula dengan yang radikal… ketika seseorang punya pemikiran fundamentalis yang ingin semuanya sama “A” nya atau sama “B” maka kita menganggapnya radikal.

Lalu bagaimanakah mempertemukan keduanya ? Klo urusan perbedaan jgn di ulur sampai panjang. Tapi gimana keduanya bertemu dengan pemikiran yg berbeda tersebut ?
Saya dulu pernah nyeletuk dikit terhadap “teman” yang tidak kuat atas status orng lain yg “liberal” dan menghapus pertemanannya di fb.. iya di fb… saya tulis radikal vs liberal itu aja.
Radikal vs liberal. Iya menurut orang A si B liberal, menurut si B si A radikal.. ya selesai kan. Masing2 berada di kubu yang bertentangan.
Dan akirnya saya di blok juga he he.
Kebesaran hati dan ilmu seseorang akan mampu menampung segala hal baik hingga hal yang kurang baik.
Samudra menampung jutaan liter kotoran dari jutaan sungai namun dia tidak busuk. Coba bayangkan kalau laut berbau busuk ?

Yu lapangkan hati dan pikiran kita untuk tetap menunduk dan menampung apapun yg ada disekitar kita. Namun tetap jadilah diri sendiri. Seperti lagunya siapa lupa yg di cover Mimi Nazrina “Kun Anta”  dan pedoman akal dan hatinya harus kuat dahulu.
Mimi Nazrina “HUMOOD ALKHUDHER- KUN ANTA …

Aku Ingin

Posted: 22 Juni 2016 in sastra

Berikut sajak Bapak Sapardi Djoko Damono. saya dapatkan dari saudari Anik L Muniroh.

Melting down. Terima kasih atas kirimannya

Sajak Hujan Bulan Juni

ada kumpulan saja didalamnya.

 

AKU INGIN
aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
1989 – Sapardi Djoko Damono

 

Hujan Bulan Juni

Posted: 21 Juni 2016 in cerpen fiksi

โ€œtak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga ituโ€
โ€• Sapardi Djoko Damono, Hujan Bulan Juni

 

Sebelumnya saya pernah membaca puisi ini, tapi tak pernah tahu apa artinya. Dan bahkan sampai sekarang saya tak benar-benar paham apa maksudnya. Ya sastra merupakan simbol, kita sendirilah yang menafsirkannya sesuai kapasitas dan perasaaan kita waktu itu. saya gk bisa nulis sastra, tapi saya akan coba buat puisi lah. tunggu ya… ๐Ÿ™‚

 

oh ya ini ada beberapa musikalisasi puisi Pak Sapardi Djoko Damono

http://teaterperon.blogspot.co.id/2009/01/nih-temen-temen-ada-koleksi.html