cerpen : Rumah

Posted: 28 Juni 2016 in cerpen fiksi

Rumah

Rumah

Kau ingat waktu kecil kamu datang ke rumahku sambil membawa banyak sekali permen ? sebagai tanda perkenalan katamu, kamu pindah dari tempat jauh di Pulau Karang karena ayahmu dipindah tugaskan ke kota ini, seingatku kita belum masuk SD, aku sedang sibuk dengan mobil mainan ku sendiri di teras rumah. Ah aku dulu takut sekali, kupikir kamu akan merebut mainan ku. Kau sodorkan lolipop yang bagiku barang mewah di desa ini. lolipop besar, takkan ada di warung depan, ataupun sekota ini. “Ini permen enak, cobalah”, aku diam saja termenung… kuraih permen itu dan mencobanya. ternyata enak, lalu kita bermain – main di halaman rumah, Kau ceritakan padaku ingin membuat rumahmu yang baru yang hanya terletak 10 meter dari rumahku sebagai taman, ya Rumah yang dijual Pak Lurah memiliki halaman yang luas. Sejak itu kita kumpulkan berbagai bunga yang ada di jalan untuk ditanam di halaman rumahmu. Kadang kala ke pinggir hutan, aku sampai dicari-cari ibu karena bermain terlalu jauh. Setelah beberapa tahun disini dan kita merawat taman itu, ayahmu dipindah tugaskan lagi. kembali ke pulau karang. Kamu titipkan tamanmu ke aku, seingatku itu waktu kelulusan SMP, kamu pergi dan Rumah yang kau impikan perlahan mulai tak terawat. atau aku memang sengaja tidak melakukan apa-apa hingga kamu tahu dan kecewa sehingga kembali kesini dan merawatnya lagi.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s