Perdebatan Atheis – Theis : Perlukah ?

Posted: 13 Juli 2016 in Diskusi

https://twitter.com/maysirahza/status/753143716034977792

Perdebatan Atheis – Theis : Perlukah ?

gak perlu2 amat sih, tapi saya gak ada kerjaan dan pengen melatih otak he he. gak perlu diperdebatkan, dan juga membuang waktu karena percaya itu dengan akal dan yaqin itu dengan hati. bukan bermaksud untuk menyerang orang lain, bukan maksud pula ingin menda’wahi. emangnya saya siapa. kerjaan saya komputer bukan ustadz he he.

kadang2 saya gatel juga tiba2 sliwer di TL, tapi karena ini sebenarnya gak beda jauh dengan kelas mata kuliah Teologi Islam di kampus saya jadi pengen aja. terima kasih mbak saya merasa jadi Mahasiswa lagi… ^_^.

ini menurut saya ya, kalau anda ya terserah saja. ini sebagai bahan berfikir saya. Mohon diingatkan bila salah.

“Intinya adalah eksistensi Tuhan tidak bisa dibuktikan dengan akal secara kasat mata” jika itu yang diinginkan atheis mengenai pembuktian mengenai eksistensi Tuhan yang bisa diterima oleh “akalnya”.

 

— ini tambahan, saya bru plg dan meneruskan artikel ini–

Jika yang diinginkan adalah melihat eksistensi Tuhan yang dapat diterima oleh Akal – dalam hal ini bisa dirasakan panca indra.
Apakah masuk akal bila tiba2 Tuhan nonggol di depan Anda ? tentu sangat tidak masuk akal kan ?

tentu kita gak bisa membuktikan eksistensi Tuhan dengan akal.
Namun bukan berarti tidak bisa dibuktikan dengan Akal berarti tidak ada.
Jadi selama tidak bisa dibuktikan Ada bukan berarti tidak ada. begitu pula sebaliknya kita gak bisa membuktikan bahwa eksistensi Tuhan menggunakan Akal.

Akal manusia terbatas, sehingga kamu tak bisa menjangkau sesuatu yang berada diluar akalmu. Lalu bagaimanakah akal bisa tahu ada sesuatu yang berada diluar dirinya ? Berfikir… Afala Ta’kilun (apakah kamu tidak berfikir ?).

contoh kecilnya. Eksistensi dirimu. Dirimu ada di dunia ini kok bisa ? oh karena ada orang tua ayah dan ibu, kalau tidak ada eksistensi orang tuamu apakah bisa ada eksistensimu saat ini ? kalau tidak ada kakek nenek apa ada eksistensi ayah ibumu ? terus berlanjut sampai manusia pertama. Kira2 manusia pertama ada eksistensinya karena siapa ? Jika Anda penganut teori yang menyatakan dari kera, okelah ditelusuri terus sampai ke kakek nenek kera, terus karena eksistensi siapa ada eksistensi kera. dan pada akhirnya akan berfikir pasti ada eksistensi pertama yang ada. dan yaqin ada Tuhan yang menciptakan eksitensi Anda.

lalu bagaimana Anda yaqin pada Tuhan ? apakah hanya yaqin saja ? ( Yakin itu menggunakan hati, Percaya menggunakan Akal, Yakin pasti percaya, tapi percaya tidak pasti yaqin — untuk yang ini pernjelasannya panjang, saya sampai berdebat sengit dengan Adek saya Imam Tarecha yang salah mengerti soal Badut dan orang biasa ketika naik seutas tali akrobatik — membahas matakuliah karena dosen kami sama dan saya ambil di semester tua)

Untuk itulah Tuhan memberitahukan eksistensinya melalui informasi dalam Taurat, Zabur, Injil, Al – Qur’an, dan ayat2 yang tak tertulis di alam semesta ini).

Tuhan memberitahukan dengan ayat2 yang bisa dibuktikan dengan akal manusia yang sangat terbatas. misalnya proses penciptaan manusia dalam rahim yang dari segumpal darah menjadi janin, jalan2 matahari bulan yang diatur menurut jalannya, atau mengenai lautan yang bertemu tapi tidak bercampur satu sama lain. yang dimana “Isyaratnya” sudah ada 14 abad silam yang baru bisa “dibuktikan” abad belakangan.

selanjutnya artikel saya seperti dibawah ya.

 

—-

untuk yang lainnya mengenai pembuktian2 kebenaran Al-Qur’an yang scara sains memang banyak dibuktikan — walaupun ada yang menyangkalnya. lalu kita berdebat kamu baca artikel ini, kamu baca artikel itu. contohnya lautan yang tidak bercampur

air laut dan air tawar tidak bercampur

“Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.” (QS Ar-Rahman:19-20)
 dan contoh2 lainnya.
2985
lalu ada yang menyangkalnya dengan beberapa artikel yang mengatakan bahwa Al – Qur’an memiliki kesalahan “logika”  dan menyodorkan artikel berkut.
sebenarnya menyodorkan artikel seperti itu untuk meminta lawan diskusi membacanya bukanlah tidakan yang salah, namun kurang indah dan tidak bertanggungjawab. Baiknya adalah kamu memaparkanya dengan gaya bahasa sendiri, yang yang kamu pahami. If cannot explain it simply, you don’t understand enough, gitu kira2, karena itu ini tulisan saya saya simple2 kan karena dari “pemahaman” saya sendiri. bukan pemahaman orang yang nulis artikel panjang. Jangan diskusi gak bawa data lalu minta orang lain yang cari data. bawa data dulu sebelum diskusi, kalau mau perang itu ya senjatanya disiapkan.
Sphere or Flat
seperti  bumi itu dihamparkan yang “ditafsirkan” bumi itu datar, padahal itu adalah “tafsir” yang kita ketahui ada banyak tafsir dan selalu berkembang. karena kita manusia yang menafsirkan apa maksud Allah SWT, sehingga tidak heran bahwa ada banyak kitab tafsir karena dari waktu ke waktu pengetahuan manusia berkembang yang berubah tafsirnya loh ya bukan Ayat Al-Qur’annya. oh ya mengenai ini saya buka lagi skripsi saya he he . soalnya membahas ini.
yang dimaksud dengan “madda” dan menghampar tidak bermaksud bahwa bumi tidak berbentuk bulat melainkan maksudnya adalah hamparan bumi tidak diciptakan menonjol secara utuh dan berbentuk rata.
ada banyak hal lain yang bisa di bahas. namun ya akal saya terbatas he he. ini yang bisa saya tulis semoga bermanfaat.

 

 

 

 

tindakan yang kurang anggun

ya ini sedikit cerita buat sore ini, saya gak ada kerjaan he he he.

 

akhir kata. ya buat kenang2 an masa muda he he

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s