Mengandalkan akal

Posted: 3 Agustus 2016 in Diskusi

akal

Pasuruan, 3 Agustus 2016

Pernahkah kita merasa begitu mampu mengendalikan dan mengatur banyak hal sehingga kita merasa sanggup membuatnya berjalan dengan baik. Ya ini terjadi pada saya ketika masa2 kuliah. Karena saya tergolong “cerdas” namun sedikit licik he he… mengatur beberapa konspirasi kecil dengan teman2 kelas Bahasa Arab /  PKPBA (Program Khusus Perkuliahan Bahasa Arab) dengan memboikot Dosen Bahasa Arab pengganti ( saya lupa nama beliau ) untuk main futsal dengan kelas lain karena kita marah dengan dosen pengganti yang sok, dalam hal ini saya dan hudan gak boleh masuk kelas karena makai sandal di kelas malam. lalu kita duduk2 di depan kelas yang laki2 nya. ( ah kurang ajar sekali kan ? ). lalu kami berkonspirasi untuk balas dendam, untuk menunjukkan “taring” kelas D5. Semua laki2 di jam dosen pengganti tersebut tidak ada yang masuk. dan hal ini didukung oleh yang perempuan juga. seingat saya teman saya alien protes ” kok gak ngasi tahu ? kita juga ikut gk masuk “. Partner in crime. dan pada akhir perpisahan syukuran PKPBA di Sport Center, kita makan2 nasi kuning bersama… tiba2 dosen itu datang, tersenyum, dan minta maaf ke saya, sama teman2 juga… huuu murid macam apa kamu Gung ? dalam hati saya malu banget.  lalu kami saling maaf memaafkan.

lalu mengakali aturan pendaftaran ujian kompre karena waktu itu Kartu Hasil Studi saya dengan perbaikan nilai Bahasa Arab sudah di cetak namun belum di ttd oleh Pembantu Dekan 3. Seninnya saya baru daftar, disertai dengan beberapa teman, saya dibolehkan karena memang skripsi saya udah siap sidang namun beberapa teman yang belum siap sidang juga ikut karena dikira oleh sekertaris jurusan sama2 siap ujian kompre. waktu di komplain, “kan saya sudah bilang kalau memang siap gpp bisa daftar, tapi temen2 nya yang belum siap ya jangan nerobos aturan”, dalam hati… pak saya tak pernah bilang kalau teman2 yang lain siap ujian kompre (ujian teori IT yang sekadar pilih soal pilihan ganda, dan mengaji Al Qur’an) saya kan bilang saya yang sudah siap, dan saya gk bilang teman2 siap juga. saya bertanggungjawab atas diri saya sendiri, soal teman2 mereka bertanggungjawab atas diri mereka sendiri. ya dibolehkan daftar kompre dengan waktu yang sudah ditutup bersama dengan teman2 saya yang harusnya gk boleh daftar. licik banget kan ? he he.

dua contoh nyata… banyak contoh lain tapi yang ingin saya kemukakan adalah… ketika kita merasa mampu menggandalkan akal kita, ketahuilah semua itu bukan terjadi atas kemampuan diri sendiri. Akal mungkin bisa merencanakan sesuatu dari A sampai Z dengan baik, runtut, sistematis, mungkin mendekati sempurna, tapi jika kamu mengandalkan itu semua lalu disuatu ketika “akal” mu gagal mewujudkan rencanamu… kita akan mengalami kondisi shock berat. kalau kita beriman ada kekuatan lain yang ikut berperan dalam keberhasilan atas usaha kita. maka kita akan tenang. kalau saya Islam saya beriman bahwa ada Allah yang mengatur, ikut berperan atas segala yang kita lakukan. jadi kita tidak merasa sendiri menghadapinya, merasa punya teman yang selalu akan membantu usaha kita, punya teman ketika berkeluh kesah dan mengadu, teman untuk berdiskusi, teman yang bisa diminta petunjuk sehingga apapun yang kita lakukan kita merasa tenang, toh misal gagal…. mungkin ada rencana lain yang lebih baik ^_^.

dan untuk hal2 yang lebih dalam lagi, kita bahkan bisa hanya berharap pada Allah, Allah yang mengatur, merencanakan, membuat jadi ( Kun Fayaa kun).

Mintalah yang terbaik, tapi harus imbang untuk selalu memperbaiki diri.

Saya juga percaya ke beberapa teman saya yang baik hati, dan meminta beberapa bantuan kecil. soal nanti dalam ikhtiar kita berhasil atau tidak, semua bagian dari rencana Allah.

 

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s