Kampung Halaman

Posted: 4 September 2016 in kenangan

Setiap orang punya kampung halaman, begitu juga aku, begitu juga kamu. Meski saya tidak besar di Probolinggo tapi saudara2 saya disini. dan tempat ini menyimpan banyak kenangan. saya bisa mengunjunginya karena lumayan dekat. misal ada yang lahir di Sragen, terus hidup di luar jawa. tentu akan rindu tempat kita dilahirkan kan ? saya menulis ini di pabrik. mau mandi tapi air masih mati he he . ya udah saya nulis ya. saya suka menulis, menulis ada nyawa ke dua saya setelah mendaki gunung. terserah kamu bilang alay… baper… I don’t care ! sebagai kenang2 nanti bila anak turun saya agar tahu sejarah keluarganya… dalam hal ini kengan saya . kita hidup hanya sebentar…. menulislah agar anak turunmu bisa mengenalmu .

Spen / toko menjual daging

Spen / toko menjual daging

Ini adalah spen begitu saya menyebutnya, sudah ada sejak nenek saya berjualan daging. saya sering main2 disini, kadang2 ikut berjualan. pernah ada orang yang beli daging seharga 2 ribu rupiah, kalau tidak salah dulu itu sekitar 38 rb per kilonya. ya hanya dapat seiris daging. dibungkus dengan daun jati. ibu saya yang waktu itu juga ikut berjualan selalu menambahkan seiris daging kecil ke bungkusan daging tersebut. orang tersebut beberapa kali membeli daging. dulu seingat saya yang membeli daging sangat ramai. namun sekarang sudah sedikit sekali, selain harga daging yang sudah melambung tinggi. keluarga kami tergolong sedikit terkenal. karena anak dari nenek ada 11 orang. keluarga H. Sakdullah. pasti orang2 besuk ( nama desa ) tahu. ketika nenek menginggal, seingat saya saat itu sangat ramai yang melawat. kulkas yang dulu dibeli untuk mendinginkan daging sekarang sudah tidak ada, sudah rusak. karena memang sudah umurnya. ketika berbincang dengan Pak De Babul mengenai hal ini beliau mengatakan sudah rusak, sekarang ganti pakai es balok. saya tanya apakah tidak tambah mahal ? ya tambah mahal tapi belum ada uang untuk beli kulkas baru. hati saya terenyuh. bangunan ini mulai rusak

rumah kecil

rumah kecil

disini dulu kami bermain dengan sepupu2 saya, adek imam , mas deni, mas misel, dek icha, dek iqbal, badik, fahmi, ifan, dll. namun sekarang jadi berantakan seperti ini. entahlah, mengapa semakin makmur ekonomi kami, kami malah tak mampu menjaga warisan dari kakek nenek. Maafkan kami yang tidak peduli

rumah cuci dan masak

rumah cuci dan masak

dulunya ini adalah rumah2 an untuk mencuci dan memasak bila ada acara besar, ada lumbung padi juga. kami keluarga petani. bikin abon disini. kami masih pakai tungku kayu untuk memasak disini. jadi berantakan tak terurus. padahal pendahulu kami.. membangunnya dengan susah payah. Ibu pernah bercerita bahwa kakek dlu sebelum jadi petani sukses pernah menuntun sapi milik orang sehingga kakinya bengkak. dan kami generasi tak tahu diri yang membiarkan warisan mereka tak terurus. padahal semua adalah jerih payah mereka.

rumah padi dan alat2 pertanian 2

rumah padi dan alat2 pertanian

dulunya disini ada rumah untuk menyimpan penggiling padi agar biji padi lepas dari tangkainya. pakai tenaga manual, pakai kaki dengan semacam pedal sepeda. ada drum besar yang beulir paku. dan sekarang….. Rata dengan tanah. kami bermain2 disini. sedih. mereka membangunnya … kami membiarkannya hancur.

tempat menyimpan penjemur tembakau

tempat menyimpan penjemur tembakau

ini adalah tempat untuk penjemur tembakau bila musim panen tiba

pintu akses

pintu akses

ini adalah pintu akses untuk rumah2 dibelakang komplek keluara kami, ini adalah akses untuk yang punya rumah dibelakang. oh ya dari spen sampai disini adalah milik keluarga besar kami. dan pintu akses ini selalu terbuka.

kandang sapi

kandang sapi

ini adalah kandang sapi milik pak de babul, karena sudah lama ada struktur kayu yang sudah lapuk. oh ya di depan kandang ini saya melihat sapi melahirkan 2 ekor anak sekaligus. saudara kembar. biasanya cman 1 sih.

makan kakek nenek

makam kakek nenek

ini makam keluarga. yang ada pagarnya itu istrinya Pak De Bari. Pak De bari sekarang sedang sakit, tapi lebih mendingan sudah bisa jalan. yang kecil adalah adeknya mas misel. meninggal ketika berusia 4 hari. yang biru tengah makam nenek saya H. Asiah. dan sebelahnya kakek H Sakdullah. saya sempatkan untuk mendo’akan mereka.

sumur

sumur

sawah kering

sawah kering

sawah kering

sawah kering

sawah kering

sawah kering

ditanami sengon

ditanami sengon

sungai seblah sawah kering

sungai seblah sawah kering

sungai seblah sawah kering

sungai seblah sawah kering

senja

senja

Jpeg

Jpeg

air kering

air kering

saya sempatkan ke sawah milik ibu, warisan kakek nenek. sangat sedih ketika melihat tanhanya kering. ada bagian yang kami tanami pohon sengon. yang kering disewakan. ya kami sewakan, karena kami tak mampu menggarapnya sendiri. terakhir ditanami semangka. Ibu berkali2 berdo’a agar diturunkan hujan. disini sangat kering. tapi masih ada harapan agar sengonnya tetap hidup. sengon… tetaplah hidup… tumbuhlah… hijaukan tanah warisan kami.

surau

surau

sepertinya saya sudah pernah posting mengenai foto ini. ya ini foto surau di rumah mbah besuk kidul. mbah yang dlu merawat ibu saya. ya karena kakek nenek saya kan anaknya 11. jadi ada yang dirawat mbah jastro ini. alhamdulillah sudah mulai difungsikan kembali. waktu saya pulang ada orang dan lampu menyala

Mencintai api harus menjadi jilat

Mencintai api harus menjadi jilat

ini tungku api. masih sama seperti dulu

kursi kayu

kursi kayu

ini adalah kursi kayu almarhum mbah jastro saat masih hidup. beliau sudak duduk dan diayunkan kursinya. ini adalah kursi ayun

 

kursi kayu

kursi kayu

anak mbak dyah

anak mbak dyah

ini anak mbak dyah umur 3 bulan. lucu banget kan. dia serius memandang saya.

Taman Bacaan Masyarakat

Taman Bacaan Masyarakat

Taman Bacaan Masyarakat

Taman Bacaan Masyarakat

sewaktu ke warnet kemarin saya lihat ada taman bacaan masyarakat. besuk sudah semakin maju. ada warnet. dan ada taman bacaan masyarakat. saya sempatkan untuk foto,

udah dulu ya. sekian. saya mau mandi dan jadi “Manager team catur” kmarin saya udah ada di detik.com  http://news.detik.com/jawatimur/3289650/pemkab-pasuruan-gelar-por-antar-perusahaan-peringati-hut-ke-1087

detik

detik

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s