Doktrin Mahasiswa

Posted: 9 September 2016 in Diskusi

image

Jadi besok ada undangan nikahan mbak mita rekan kerja. Namun karena motor saya kuncinya hilang dan saya harus memperbaikinya besok jadi gk bisa datang.saya nitip ke rafi.
Akhirnya motornya

Say

image

a bongkar pakai obeng. Putuskan kabel kontaknya. Sempat short dan sepertinya fuse nya putus karena kabel merah dan hitam disambung  . Akhirnya bisa nyala setelag kabel hijau dan merah disambung. Jadi gk memungkinkan besok dipakai ke acara nikahannya mbak mita. Maaf nggih.oh ya karena ini juga kemarin saya bawa motornya Pak Cukup karena kunci motor saya ilang dan menginap di parkiran. Pak Cukup ini orang baik, terlihat tidak hanya pada ucapannya tapi juga tindakannya. Mengerti Agama. Dulu pas motor saya ditilang dan motor saya ditahan klo gk salah Pak Cukup antarkan saya sampai ke rumah . Entah karena ditilang atau bukan lupa saya. Yg pasti dianterin. Yg kedua pas saya kena demam berdarah dan opname di rs. Pak cukup yang ngantarkan kartu asuransi saya dari pabrik .karena kartunya baru. Nganterkan di estafetkan ke hudan.janjian di jalan. Kalau gk salah sampai ban motor beliau bocor. Dan yang ketiga saya bawa motornya waktu kunci motor saya gk ketemu. Matur nuwun pak. Saya tulis di blog sebagai kenangan.

Oh ya nerusin tulisan saya ini https://tarecha.wordpress.com/2012/05/21/mahasiswa-dan-doktrin/
Lucu saya baca lagi ya. Lalu ada status bbm yg saya merasa itu menyindir saya soal menjelek2 kan organisasi dan orang lain. Maaf nggih ngapunten. Saya merasa yg dimaksud saya, emang agak sensi ha ha ha. Saya gak punya niat menjelek2 kan organisasi lain. Saya gk pengen mewariskan kenangan seperti itu pada anak cucu. Jika pada 2 artikel sebelumnya saya menyinggung sedikit soal HMI namun itu bukan bermaksud buruk, saya sendiri juga kritis ke organisasi saya LDK. Sempat berbeda pendapat dgn ustadz pembina. Harusnya masih ada di group LDK mengenai menyamakan LDK dan KAMMI yang katanya satu harokah. Saya beri AD / ART organisasi bahwa LDK independen. Kurang lebih begitu. Saya banyak bedebat sengit beradu argumen dengan Sahli.saya menjaga jangan sampai LDK menjadi underbone parpol manapun sesuai AD / ART nya .Soal PKS. LHI. Dan singa DPR yg diasosiasikan sahli dengan Fahri hamzah. Tapi akhir2 ini sahli sadar semua itu adalah politik dan dia gk ikut2 an lagi . Ini diungkap saat kita ngobrol2 . Saya tulis di blog ini. Coba cari arikelnya. Yg saya posting foto ada caption cemara anginnha. Pernah saya tulis di group KAMMI bahwa “Idealnya Organisasi Mahasiswa bukanlah underbone dari Partai Politik” tentu sangat banyak yg menyangkal. Tapi yg saya ungkap bertahun2 yg lalu terbukti di beberapa kasus hukum yg menjerat parpol dalam hal ini yg memiliki hubungan dekat dengan rekan2 dari organisasi LDK dan KAMMI adalah PKS. Hemat saya reaksi temen2 mengindikasikan bahwa simpati paling tidak ada tendensi ke partai tersebut. Saya tulis jelas. Dan argumen saya bisa saya pertanggungjawabkan. Ketika LHI terkena kasus langsung temen2 membela semua padahal fakta berkata lain, apa yg dikatakan anis matta langsung di share di fb. Sampai2 di group ldk saya beri aturan bahwa tidak boleh membahas politik. Dalam hal ini berlaku ke semua. Tapi kalau wall masing2 urusan pribadi. Mereka tak berfikir. Saya berdebat dengan sahli mengenai darin mumtaza yg kata sahli itu bukan istrinya lhi tapi cuman bapaknya kerjasama dgn lhi (saya yakin ini baca di pkspiyungan krn saya baca juga media ini bela pks) tapi digiring media sekuler kira2 begitu. Dan ketika lhi sendiri mengakuinya saya tinggal membahasnya lagi ke sahli dengan senyum kemenangan🙂. Tu li dia udah ngaku, kemarin mbela2 in dia berarti kamu gk memverivikasinya dan tidak didukung fakta. Dia jawab ya jangan dicontoh.
Yg ke dua soal fahri hamzah  yg di nikahannya firda dia masih saja bela singa dpr ini .. memang karakternya begitu dll. Eh sekarang fahri dipecat dari dpr oleh partainya dan tetep kekeuh jadi wakil dpr padahal sudah dipecat PKS. Diskusi ini pas kita makan. Ada di beberapa artikel sebelum ini. Rupannya sahabat saya sahli ini udah sadar yak… semua itu politik… dan semua yg dimakan selama ini adalah doktrin. Sahli adalah ketua LDK dan sayalah yang menjadi antitesis di LDK. LDK yg dkt dengan gerakan tarbiyah yg dalam hal ini diidentikkan dengan PKS , saya kritis terhadap pemikiran teman2 yg pro pks. Pro kebaikannya sih gpp. Tapi kalau sampai menganggap LHI itu konspirasi dan mengabaikan fakta hukum bahwa dia sudah diputus bersalah maka saya berkewajiban untuk membenturkan kepalanya ke dinding realitas. Sampai2 dlu pas dinikahannya firda, saya sama sahli masih saja berdebat. Oh lhi itu konspirasi. Bahkan di sidang kasasi. Pengadilan itu bisa beli juga. Hmmm agak gatal saya mendengarnya… sahli ini cerdas… tapi kok doktrin mematikan akal sehatnya ? Lalu saya kemukakan…li kamu bisa buktikan perkataanmu ? Li tahu siapa ketua hakimnya ? Artidjo Alkosar. Dia orang kredibel. Track recordnya clean and clear. Bisa buktikan Artidjo Alkosar dibeli ? Ya akhirnya dia diam. Sahli sahabat saya di LDK. Inilah realitas kawan. Btw setelah menikah dia gk mau mikirin politik katanya… he he. Waktu makan itu tak ajak bahas politik yg selama ini dia bahas sama saya sudah mengalihkannya kepada rencana2 nya dengan banyak proyek kebaikan yg dia rencanakannya.
Semoga LDK bisa jadi organisasi yg benar2 independen. Meski tanpa bisa disangkal corak pemikirannya mirip kammi karena orang2 nya dekat. Eh tapi di ldk ada yg gabung hmi juga loh .saya lupa.

Oh ya ini kritik pada KAMMI . Inget waktu kammi mendemo sby agar membuka kedok bunda putri ? Yang disinyalir dalam rekaman pembicaraan lhi ikut mengatur2 kementan.
Mereka demo agar sby membuka kedoknya padahal yang jelas2 tahu bunda putri adalah lhi yg katanya benar2 mengenal ( dibuktikan dalam rekaman pembicaraan ) dan hilmi aminuddin yg mengatakan bunda putri murid spiritualnya. Kenalnya pun bisa dibuktikan dengan beberapa foto bersama yg berbeda. Silahkan cari sendiri.
Yang saya kritisi. Loh yg ngaku kenal itu lo demo en… minta mereka buka siapa dia. Perkenalkan ke publik. Minta pks dibersihkan dari isu2 tersebut. Gitu kan adil sejak dalam pemikiran. Minta ke lhi dan hilmi sana kenapa. Kalau memang tak punya tendensi politik. Inilah alasannya kenapa idealnya organisasi mahasiswa harusnya bukan underbone parpol. Karena kalau tidak ya gk bs mikir jernih.sedikit banyak pasti mengikuti kepentingab parpol. Saya lupa beritanya gmn. Nemu ini saja http://sp.beritasatu.com/home/kammi-minta-presiden-ungkap-identitas-bunda-putri/43750

Bagaimanapun mahasiswa harus mampu berfikir memutuskan dan bertindak tanpa terdoktrin . Sehigga benar2 tahu mana yg benar dan mana yg salah. Benarkah yg saya perjuangkan ? Menyambung artikel sebelumnya.
Oh ya ini mozaik2 ingatan saya. Mugkin percakapannya tidak sama persis. Namun esensinya tidak berubah. Mohon maaf bila ada yg kurang berkenan. Ini adalah memory saya dan perasaan saya sejujurnya. Tidak punya tendensi untuk menjelek2 kan organisasi. Oh ya HMI kammi ldk imm pernah berkoalisi loh dalam pemilihan BEM uin. Di partai pencerahan… sedang in other side pmii di partai PKDM . Lupa saya kepanjangannya. Yg menang ya pmii lah🙂.
Eh saya jadi bahas2 oganisasi gara2 kemarin. Kalau rekan2 tahu mohon maaf nggih. Kemarin saya dianggap semester 1 itu juga kebetulan🙂

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s