Japan Companies Culture : HoRenSo

Posted: 14 September 2016 in Diskusi

HoRenSo

HoRenSo

 

saya mau cerita sedikit. mungkin materi ini sudah umum jamak di perusahaan Jepang. Anda bisa membacanya di sini https://en.wikipedia.org/wiki/Ho-Ren-So . yang akan saya tuliskan bukan merupakan materi umum namun sekadar cerita yang saya tuliskan di saat idle time hi hi. ya waktu kan jangan terbuang percuma, gunakan buat menulis, itu hobi saya.
Karena saya bekerja di Perusahaan Jepang dalam hal ini PT Amerta Indah Otsuka, saya ikut culture yang berkembang disini yaitu culture Jepang. banyak sekali pengalaman yang saya dapatkan disini, salah satu contoh yang saya suka adalah budaya HoRenSo ini.

bayam

Jadi Horenso kalau bahasa Jepangnya adalah bayam. silahkan baca2 artikel di google mengenai horenso, artikel ini juga bagus untuk dibaca https://bangim76.wordpress.com/horenso-di-tempat-kerja/ jika saya salah mohon diingatkan. Correct Me If I’m Wrong . namun sebenarnya adalah akronim dari kata Hokoku, Renraku, dan Sodan. Perusahaan Jepang saya yakin meski di Indonesia pasti memberikan pelatihan Horenso ini kepada karyawan baru. begitu pula saya waktu dlu masuk.

1. Hokoku / Report / Melaporkan

Melaporkan apapun infomasi yang dibutuhkan kepada atasan, komunikasi ini bersifat vertikal kepada atasan, laporkan segala sesuatu yang Anda pikir perlu untuk diketahui atasan, meski mungkin terlihat informasi kecil namun kita siapa tahu di kemudian hari informasi itu berguna. dan yang penting jangan sampai anda tahu, atasan tidak tahu lalu di kemudian hari atasan bertanya mengapa tidak dari dulu diberi tahu ? intinya harus proaktif untuk melaporkan informasi detail dan step by step. jangan menunggu ditanya lalu menginformasikan. Budaya Jepang lebih mementingkan proses daripada hasil, selalu update progress pekerjaan yang kita lakukan. laporkan segala abnormalitas yang menurut anda tidak normal, mugkin atasan lebih tahu mengenai hal tersebut dan bisa memberikan instruksi atau saran untuk melakukan hal yang harus anda lakukan. Contohnya, Anda mencium bau yang kurang enak di ruang data center, semua sensor suhu, api tidak menunjukkan hal2 yang menyimpang. tapi seperti bau gosong. perangkat berjalan normal saja. laporkan ke atasan. atasan yang mengetahui hal tersebut memberikan instruksi untuk memeriksa listrik ups dan kelistrikan, upsnya nyala semua. namun setelah didekati ternyata baunya semakin tajam. sehingga ketahuan ada ups yang bermasalah. meski belum mati atau terbakar namun diketahui lebih awal jauh lebih aman dan safety, inilah pentingnya Hokoku. selanjutnya ups itu saya matikan dan tidak dipakai lagi meski masih bisa menyala karena pertimbangan safety. karena memang sudah umurnya . ini bukan cerita fiksi ya. ini cerita nyata

2. Renkaku / Contact / Menghubungi

Menghubungi rekan kerja, baik dalam departemen yang sama maupun dengan departemen lain. Tentu dalam sebuah organisasi perusahaan yang besar kita berhubungan dengan banyak orang dan lintas departemen. masing-masing departemen butuh saling berkoordinasi agar goal bisa tercapai. jangan menganggap bekerja sendiri2 dan hanya kerja sama dalam departemen sendiri saja. departemen lain juga berperan atas tercapainya goal kita. kita juga harus terbuka bila berkomunikasi dengan rekan atau departemen lain dan juga mau menerima masukan. Renkaku ini bisa berupa pemberitahuan, konsultasi dengan departemen lain yang berhubungan, atau komunikasi yang sifatnya horizontal dengan rekan kerja. Misal contohnya kita akan memasang bypass jalur listrik ups ke pln. artinya ada pekerjaan berisiko disana, kita wajib melakukan renkaku ke departemen engineering dalam hal ini kesehatan dan keselamatan Kerja / EHS dan tim power. kita informasikan bahwa akan melakukan pemasangan listrik, meski dilakukan oleh vendor namun kita wajib cross check dan koordinasi. spek kabelnya seperti ini, perangkat yang dipasang MCB spek berapa ampere, lalu dilakukan di jam kerja, tidak ada efek pemadaman, area terdampak hanya data center, perlengkapan APD Alat Pelindung Diri yang di gunakan A B C, teknisinya ini, metode yang digunakan ini, lalu setelah dikonsultasikan ke atasan OK dan engineering OK sudah memenuhi syarat dan speknya sudah benar baru kita lakukan pekerjaan itu. Jangan tanpa koordinasi langsung pekerjaan dihajar saja, nanti kalau ada yang tidak sesuai jadi ribut dibelakang. Alhamdulillah pekerjaannya sukses dan tidak menimbulkan downtime.

3. Sodan / Konsultasi

Konsultasi baik ke atasan atau ke rekan kerja atau ke stakeholder. stake holder ini client kita. dalam hal ini user. Beroritentasi kepada pelanggan, customer oriented. yang dimaksud ini bukan customer pembeli Produk kita, namun step setelah kita yang harus kita layani. misal konsul tasi dengan user produksi,

contoh no 2 diatas ebenarnya mengandung contoh bagaimana berkoordinasi, konsultasi. intinya kalau Renkaku sifatnya pemberitahuan, update berita dan informasi, sedangkan Sodan konsultasi ini kita mendiskusikan bagaimana mencapai tujuan / goal bersama. selalu konsultasikan dengan pihak terkait, tentu ada tambahan2 yang positif yang membuat pekerjaan lebih mudah. ya intinya selalu libatkan stakeholder yang berhubungan, bisa jadi yang kita pikirkan sendiri itu salah, dengan diskusi konsultasi kita bisa mengetahui informasi2 yang belum kita tahu sehingga tidak salah mengambil keputusan.🙂

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s