Teater Jeng Menul : Sebuah protes sosial

Posted: 15 September 2016 in Diskusi

Jeng Menul

Jeng Menul

saya lihat di acara malang ada pertunjukan teater, saya ingin sekali lihat. oke gak ada temennya padahal sebelumnya nawari ke temen, saya mau lihat sendiri kala ugitu. sejak smp sudah suka teater, berperan jadi aktor, main teater. jadi rindu juga. saya siapkan baju buat ganti setelah dari pabrik. jadi gak perlu ke rumah dulu. tapi akhirnya dapat barengan, entah gimana ada yang ikut he he.. saya lihat sama “kak ira” anak semester 5 psikologi uin, mending lah daripada lihat sendiri. tolong jangan di salah sangkakan, dia bukan pacar saya ya. sempat beberapa kali saya singgung soal kak ira ini di artikel sebelumnya. baca aja biar gk salah faham. akhirnya saya mengaku kalau bukan maba, ya gak enak terus2 an main teater dunia nyata he he. . saya berikan ktp saya dan dia kaget he he. nanti deh saya ceritakan di akhir posting ini.

sebelumnya mungkin ada baiknya baca artikel ini http://regional.kompas.com/read/2016/09/14/12143401/semoga.petani.tembakau.amnesia.permanen

Teater Jeng Menul

Teater Jeng Menul

saya masih meminta foto dari panitia yang bagus, ini pakai kamera hp saya kurang sip. dan juga nanti kalau ada link video youtubenya akan saya share juga.

Ini menurut saya pribadi ya. setelah melihat teater jeng menul. saya merasakan bahwa teater ini merupakan sebuah protes sosial. protes yang secara implisit mengenai kondisi sosial yang ada. dimana dalam pandangan saya Jeng Menul penjual bubur keliling ini adalah representasi dari Rokok Kretek Indonesia yang sangat sexy dan menul, sangat digemari oleh masyarakat. sedangkan pemeran penjual bubu Romo ini adalah representasi dari Raksasa Industri Rokok luar negeri. ini yang saya lihat dari pementasan Teater Jeng Menul semalam. Si Romo si antagonis iri betapa kepincutnya para suami dengan bubur jeng menul, ditambah jeng menul yang sexy. Karena Bubur si Romo tidak laku maka si Romo memanas2 in para istri dan membuat fitnah agar para istri mendemo Menul dan mengusirnya. Si Mbah yang merupakan tokoh Tritagonis mendamaikan para istri untuk mengetahui bahwa akar masalahnya bukan menul penjual bubur yang sexy, namun karena para istri tidak bisa memasak, maka diajarilah para istri untuk memasak. Di bagian2 akhir jeng menul berkeluh kesah bahwa apakah salah dia berjualan bubur karena hanya itu satu-satunya keahliannya dan dia kalau dilarang berjualan bubur bagaimana menghidupi anak dan ibunya.

Epik dari teater ini mengambarkan yang menurut pendapat saya pribadi kondisi petani tembakau Indonesia, pabrik2 rokok kretek, petani cengkeh, dan puluhan ribu orang yang terlibat didalamnya yang di ditekan habis-habisan oleh Rokok Luar Negeri yang tak mampu bersaing di pasar Indonesia. artikel Pak Ganjar di tautan diatas cukup untuk menggambarkannya. sebuah protes sosial yang disampaikan melalui seni. Standing aplause…

 

sebenarnya saya cukup ragu apakah membahas Kak Ira pada artikel berikut akan menimbulkan salah sangka ? ya klo dikira pacar bisa jadi gak dapat pacar nih karena “dianggap” sudah punya pacar he he… but… terserah lah… saya tak ingin hidup dari prasangka orang lain. saya bebas, entah apa prasangka yang salah mengenai artikel ini. namun sudah menjadi tanggungjawab saya jangan sampai ini menimbulkan fitnah, jadi kebebasan kita dibatasi oleh hak orang lain. Hak orang lain dalam case  ini adalah mendapatkan informasi yang benar sehingga tidak menjadi fitnah karena jika jadi fitnah dan mereka ghibah nanti jadi dosa. jadi pers conference nya adalah kita hanya kenalan saja. itu cukup ya.

singkat cerita pas itu saya nyari yang mau lihat teater. karena teman2 saya sudah kerja semua dan mungkin kurang suka acara2 ini iseng ngajak yang ada dikontak BBM, eh Kak Ira mau . ya udah oke saya pesankan tiket dlu lewat WA biar gk kehabisan. oh ya beberapa hari sebelum ini saya sempat menyusup ke markas cabang HMI Malang he he. ya karena ada channel kak Ira ini. cman numpang sholat karena waktu itu pas habis beli brownies amanda ketemu. acara hmi juga. ya oke lah. saya kesana masih dalam penyamaran maba he he. ya pura2 diam aja. ngantar bentar karena mau ambil buku apa gitu. saya BBM temen2 group, karena membicarakan urunan beli tenda, roni jadi ikut urunan padahal jarang ikut dan andika dan rahmat melarang agar roni ikut urunan karena gk pernah naik gunung, kasihan kalau ditarikin juga. tapi sebenarnya tujuannya roni urunan biar dia ada tanggungjawab moral udah urunan kan jadi ikut naik gunung. nambah lagi kan pesertanya. dan pas tenda 4 orang. bentar bro saya ada di markas macan. ntar aja mbahasnya. klo ketahuan saya anak LDK lalu bilang maba trus ketemu gunawan dedengkotnya HMI, bisa dihajar gua… teman saya Gunawan dedengkotnya HMI di jurusan TI. tapi sebenarnya mereka ramah kok, saya numpang sholat maghrib disana.

Akhirnya saya mengaku semua kalau awalnya cuman gk sengaja ikut acara HMI karena tujuannya ke toilet gedung B. trus beberapa nama fiksi yang saya ceritakan namanya ada orangnya ada tapi bukan di uin. sebut contoh Rahma yang dalam permainan teater dunia nyata saya deskripsikan sebagai teman saya yang ngajak di acara HMI tersebut. ya dia ketawa2 aja dan malu katanya.

Islam dan Teologi Pembebasan

Islam dan Teologi Pembebasan

saya jemput di taman merjosari deket uin, dia sedang menunggu mas yudi senior HMI untuk meminjam buku (dan saya masih status sebagai maba) , di gazebo itu dia juga lagi baca buku dari perpus. saya lupa judulnya (masih minta foto judulnya), tapi agak berat bahasannya, untuk mahasiswa akhwat semester 5 membaca buku2 filsafat dan pemikiran itu hal yang hebat dimana teman2 nya yang sebaya paling suka buku novel yang maaf biasanya kisah2 roman. Buku yang dibaca berat, dan saya lihat pemikirannya juga kritis juga. Meski yang sedikit saya kuatirkan jika pengetahuannya hanya dari buku dan tidak ada teman diskusi atau malah dapat teman diskusi yang kurang tepat bisa agak sedikit tersesat, semoga tidak. saya percaya dia mampu untuk melewati masa mahasiswa ini dan ketika di dunia realita dia sudah siap. katanya lebih sudak buku2 teoritis ( filsafat, pemikiran, tasawuf, dan lain2 ) daripada buku praktisi. di akhir diskusi kami dia bertanya apa baik ( kira2 begitu) ya saya jawab bagus, dan baik… tapi sebisa mungkin teoritis itu bisa diterapkan di dunia nyata. misal filsafat tentang hakikat kebenaran, hakikat kejujuran dalam mengutarakan kebenaran. bagaimana membawa nilai-nilai teoritis kebenaran dan kejujuran dalam dunia nyata, kalau organisasi jangan nyari duit dari kampus, jangan manipulasi nota, jangan memalsukan informasi, namun mengatakan kebenaran yang benar meski ditentang misal teman2 sendiri, bersifat kritis terhadap suatu informasi dengan mencari benar soal kebenaranya. kira-kira seperti itulah. kenalan yang hebat ( masih 1 mingguan kenalnya, jangan mikir macem2 ya para pembaca ). saya yakin nanti dia jadi orang yang hebat ^_^.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s