Nikahan Luluk

Posted: 17 September 2016 in kenangan

image

image

Saya mau cerita kejadian sehari2. Yg kecil2. Bukan yang pemikiran wah yg berat2 tapi tidak diimplementasikan.
Jadi.
Pertama seperti yg saya tulis di artikel yg lalu soal nikahan luluk. Hari ini walimahannya. Hudan datang ke rumah saat saya masih siap2, saya ceritakan kejadian discus ngopi semalam. Hudan menjelaskan bahwa kelemahan argumen adek HMI yg kmarin itu bisa dipatahkan dengan ini itu. Ya referensi Hudan sangat luas. Jauh melebihi saya. Dia ceritakan a – z . Pokoknya pantas banget jadi dosen. Ternyata kami sepakat bahwa adek2 mahasiswa sekarang membahas hal yang besar, tinggi, diawang2 yang dimana itu jauh diluar jangkauannya. Saya bilang ke Hudan, dan kamu nanti kalau jadi dosen punya tanggungjawab moral biar adek2 kita gk tersesat. Mikir yang gk jelas namun tidak terimplementasi dalam tindakan mereka. Seperti yg saya singgung sebelumnya. Filsafat klo gk salah hudan bilang gini ada 3 hal, epistimologi, ontologi, aksi. Pada akhirnya yg dinginkan dari filsafat adalah aksi yang dilakukan setelah mengetahui filsafat. Kalau cuman omong doang filsafat namun tidak diimplementasikan ya useless. Ketika belajar soal kebenaran maka implementasikan dalam tindakan sederhana, tidak mencuri, tidak menipu, titip absen kuliah, bikin nota manipulasi. Kira2 begitu. Kalau mau nuliskan pemikiran sahabat saya hudan ini yg sangat brilian saya jamin butuh bertahun2 untuk menuliskannya di blog saya. Saya cukup beruntung memiliki sahabat seperti hudan.

Oke selanjutnya kita berangkat ke luluk, rumahnya terpencil sekali tapi alhamdulillah ketemu. Sudah 2 tahun lebih gk ketemu. Alhamdulillah ketemu dia bahagia. Tinggal kamu uchi ? Kapan saya dikasi undangan… saya pasti datang. Pasti. Biak masih Indonesia gk perlu paspor kok.

Oh ya ada hal yang membuat saya malu, ketika berbincang dengan Ibunya. Saya pakai kromo inggil namun ada beberapa kosa kata yg saya tidak tahu kromo inggilnya. Balek / kembali dan tas / barusan. Duh malunya. Ibunya kromo juga. Ternyata luluk juga sering cerita soal saya ke ibunya, kata beliau misal saya gk datang nanti kuenya mau dikirimkan. Kira2 begitu.tak mugkin lah luk saya tidak hadir dalam hari bahagiamu… saya pastikan datang dan itu saya tepati🙂. Pembaca jangan mikir macem2 soal saya dan luluk ya… karena dari dulu dia sahabat saya… kalau cerita2 soal akhwat ya saya ceritanya ke dia he he.
BarokaAllah..  saya do’akan agar bahagia dunia akhirat. Saya katakan luk gak usah bingung2 cari surga, ladang surga seorang istri itu pada suaminya. Lalu hudan nambahin saran. Kalau suami harus lebih diutamakan daripada ortu. Tapi suami lebih mengutamakan ortu daripada istri. Soal Ibunya jawa banget, saya dikasi kotak kue lebih… karena dianggal tamu spesial…
Dalam masyarakat Jawa dalam pandangan saya, bahasa menggambarkan derajat kepriyayian seseorang. Kalau ngoko / bahasa kasar orang tua itu tidak sopan. Saya kurang mengerti beberapa kosa kata hi hi. Jadi campur aduk. Malu saya. 2 kosa kata saja yg saya tidak tahu kromo inggilnya dan saya udah kelabakan.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s