Transfer Knowledge with Vendor IT

Posted: 14 Oktober 2016 in Pengalaman

transfer knowledgeInformasi penting:

materi yang saya share sudah mendapat persetujuan dari vendor melalui email untuk di share di blog pribadi saya. Tujuannya sederhana, sharing knowledge.

Sudah mendapat persetujuan dari

  1. Pak Nurul Abdillah dari PT Netmarks Indonesia
  2. Pak Taufiq Kurochman dari PT. Virtus Technology Indonesia

Terima kasih atas supportnya

Hemat saya, ketika kita berprofesi sebagai IT End User atau bahasa sederhananya kita adalah pengguna teknologi IT tangang terakhir ( Bukan sebagai vendor yang mendistribusikan teknologi IT ) maka update informasi dan pengetahuan mengenai teknologi terbaru akan kalah cepat dibandingkan vendor, karena dari principal akan update teknologinya pasti lebih cepat ke vendor (distributor). Misal Ruckus wireless mengeluarkan teknologi terbaru X, vendorlah yang pertama kali mengetahuinya karena itu transfer knowledge dengan vendor merupakan hal yang penting, ikut seminar yang diadakan vendor, menghadiri pameran, dan lain sebagainya itu adalah langkah untuk update pengetahuan. tentu materi-materi yang saya share spertinya tidak mudah didapatkan secara bebas dengan hanya mencari di google. materi yang saya share silahkan diambil manfaatnya.

Ok setelah kita update knowledge terbaru lalu apa ? kita harus menghitung dan menimbang apakah teknologi terbaru yang ditawarkan vendor apakah sesuai dengan perusahaan kita, apakah effort yang dikeluarkan (waktu, cost, tenaga) sesuai dengan impact yang didapatkan (kemudahan, risiko, safety, dll ), kesesuaian itu bisa diperhitungkan sesuai tidaknya dengan diskusi menggenai current state teknologi yang digunakan saat ini. sebagai contoh sederhana, kita butuh memasang cctv yang jauhnya 500 meter, dengan jarak seperti itu koneksi yang stabil adalah menggunakan FO Fiber Optic. namun apakah kita akan mengeluarkan ratusan juta untuk penarikan FO namun hanya untuk digunakan koneksi CCTV ? tentu terlalu mahal bila cuman pakai cctv saja, bisa dicarikan teknologi lain yang memang tidak sebagus FO kestabilannya namun kualitasnya masih dalam range handal. misal pakai WiFi. menyelesaikan masalah tanpa masalah. belum tentu teknologi yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan, faktor cost dan effectiveness juga perlu diperhitungkan dengan hati – hati. Tidak pokok ada teknologi tinggi namun kurang efektif. analogi lain jangan ke pasar naik pesawat. namun jangan ke jakarta naik becak. gunakan teknologi yang tepat dengan memperhitungkan cost, effectiveness, effort, dan impact.

1. IP Guard

sekilas dijelaskan ini merupakan firewall dalam area LAN, karena biasanya firewall kan hanya melindungi koneksi dari luar, namun ini di dalam LAN. konsepnya ada virtual server yang jadi controllernya kemudian masing2 PC client diinstall agent. cukup banyak fiturnya, namun kalau Anda pakai kaspersky ada fungsi yang tumpang tindih. jadi beli saja modul yang sekiranya tidak ada di kaspersky. contohnya removable storage management. lalu website management, bandwidth managemen kalau pakai sangfor ini sudah ada. karena ini by modul kita bisa pilih modul yang belum tercover oleh teknologi lain. over all solusi ini memang sebaiknya di trial dahulu, dan memang ditawarkan untuk trial. kita bisa memproteksi jaringan dari dalam.

1 2 3 4 5 6

2. Business Continuity. file pdf bisa didownload disini business-continuity

intinya adalah bagimana sistem kita masih bisa jalan atau bisa recovery dengan cepat sehingga bisnis tetap jalan. caranya di backup. saya cukup familiar pakai VMWare ini. kelebihannya bagus buat server namun kalau dipakai user biasa / user pakai zero client ada banyak complain karena sering tidak bisa login, nyantol, dikeluhkkan lebih lambat daripada PC biasa. namun kalau user pakai VM proses recoverynya bisa cepat. kalau PC biasa hdd nya jebol kita masih butuh waktu untuk recoverynya, dan paling sulit menyelamatkan data yang ada di hdd yang jebol. kalau di VM selalu terbackup jadi bila ada error kita bisa segera recovery. ya tentu ada plus minusnya, tapi kalau Virtualisasi Server menurut saya ini adalah langkah best practice. server harus terus menerus terbackup. kalau tidak…. ah saya tidak bisa mengatakannya dengan kata2…..

 

untuk materi2 lain dari vendor saya masih punya, nanti akan di update. menunggu izin dari vendor

 

3. Ruckus wireless

kami pakai brand ini dan cukup handal. memang ini kelas enterprise. komptetitornya aruba dari HP. dan Cisco. Kalau UBNT dan mikrotik kelasnya kelas menengah. bisa dilihat dari harganya.🙂

 

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s