Bakso dan pelanggaran Undang-undang Kebebasan Berpendapat

Posted: 24 Januari 2017 in Diskusi

AIO Club Hobbies penutupan kepengurusan dan pembentukan kepengurusan baru 2017

AIO Club Hobbies penutupan kepengurusan dan pembentukan kepengurusan baru 2017

 

lalu apa hubungan bakso dan pelanggaran undang2 oleh pemerintah ? hubungannya adalah narasi dari saya . metode keterhubungannya adalah gk ada hubungan logisnya :-).

jadi saya mau cerita dari mana dulu ini ? bakso atau pelanggaran undang-undang. oke karena narasi maka alurnya adalah sesuai alur cerita yang penulis alami yaitu saya. Pas mau pulang Pak Her share gambar bahwa nanti malam di ILC ada Habieb Rizieq. wah sip banget. kemarin2 Beliau dipanggil dimintai keterangan soal gambar palu arit di uang baru. oh ya saya tidak pro siapa2 yak. mohon dicatat di awal.

membidik Rizieq

membidik Rizieq

wah sayang nih kalau dilewatkan, saya ingin tahu pembelaan atau klarifikasi beliau. namun ada acara makan bakso pergantian pengurusan aio club hobies. karena hujan deras saya putuskan makan bakso dulu, nanti toh biasanya ILC lama.. jeng jeng akhirnya ikut makan bakso.

seperti yang pernah saya tulis sebelumnya mengenai AIO Adventure https://tarecha.wordpress.com/?s=adventures   kali ini tahun baru pengurusannya ganti, sebagian ada yang diregenerasi sebagian tetap. saya ingin di regenerasi di cabang AIO Adventure, ya organisasi yang baik seyogyanya diregenerasi dan saya merekomendasikan mas tam tam untuk suksesor saya. Mas tam2 ini juga suka naik gunung, dlu kita rencana ke arjuna bareng tapi ternyata gk bareng. dia lewat jalur lain. namun gak tahu apa jadi diganti ke mas tam2 atau tidak terserah kepanitiaan yang baru. kita makan bakso, pentol daging semua. dan gk ada lontong, tahu, dll kayak di malang. ini bakso cak man pdk. kenyang sekali. daging doang he he . foto2 dan selesai

pulang dan WA an di group gak jelas tersebut bahwa acara ILC dibatalkan, duh… secara serta merta common sense saya pasti ini kerjaan pemerintah nih, kan kali ini hangat2 nya kasus Ahok, Habieb, gambar palu arit, yang hemat saya ketika Habieb ada di acara ILC akan merugikan pemerintah.  mau dari mana ya ceritanya. http://nasional.sindonews.com/read/1173850/12/mendadak-diskusi-ilc-membahas-habib-rizieq-dibatalkan-1485264242

oke gini. mungkin ini bagian dari copas wa ya. agak tidak nyambung mungkin karena ada beberapa kata2 saya saja/ sebenarnya formatnya dialog.

pihak pro dengan pembatalan tersebut beralasan.

acara ilc tersebut berpotensi menimbulkan keresahan karena akhir2 ini memang sedang memanas kasus tersebut. hal2 sensistif yang berbahaya sebaiknya memang diintevensi pemerintah agar tidak terjadi keresahan.  demokrasi itu ada batasnya. takut ada yang merasa cemas dan resah bila habieb rizieq ikut dalam acara ILC. intinya seperti itu lah. bisa dipanjang2 kan sendiri.

lalu saya katakan  itu masih praduga bahwa bila terjadi acara ilc tersebut menimbulkan keresahan. padahal belum tentu seperti itu. lagi pula kebebasan menyatakan pendapat kan dilindungi undang – undang http://hukum.unsrat.ac.id/uu/uu_9_98.htm

Pasal 1

Dalamundang-undang ini yang dimaksud dengan :

  1. Kemerdekaanmenyampaikan pendapat adalah hak setiap warga negara untuk menyampaikan pikirandengan lisan, tulisan, dan sebagainya secara bebas dan bertanggung jawab sesuaidengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  2. Di mukaumum adalah di hadapan orang banyak, atau orang lain termasuk juga di tempatyang dapat didatangi dan atau dilihat setiap orang.
  3. Unjukrasa atau demontrasi adalah kegiatan yang dilakukan seorang atau lebih untukmengeluarkan pikiran dengan lisan, tulisan, dan sebagainya secara demonstratifdi muka umum.

4. Pawai adalah cara penyampaian pendapatdengan arak-arakan di jalan umum.

 

jadi paranoid pemerintah belum tentu terjadi namun sudah dihukumi “bersalah” sehingga acara ILC dibatalkan. kita menghukumi “salah” atas apa yang belum terjadi efek yang ditakutkan “a b c d” masih sebatas praduga namun secara legal formal pemerintah telah melanggar undang2 yang di buatnya sendiri.

bagaimana bisa menghukumi “salah” atas sesuatu yang belum terjadi ? ditakutkan gini gitu padahal belum tentu terjadi namun sudah pasti secara de facto melanggar undang2 kebebasan berpendapat..

pendapat yang pro dengan intervensi pemerintah mengatakan Indonesia belum siap untuk kebebasan berpendapat. lalu saya ungkapkan entah siap atau tidak pemerintah undah membuan undang2 kemudian dilanggarnya sendiri. jadi secara de facto melanggar undang2 yang dibuat sendiri. kalau memang belum siap dengan undang2 yang dibuat sendiri cabut saja undang2 tersebut tentang kebebasan berpendapat. | ya kalau gitu di Judical Review saja di Mahkamah Konstitusi kalau pemerintah belum siap ( ini yang harus dilakukan pemerintah agar tidak melakukan pelanggaran terhadap undang2 nya)  . karena saya di side yang mendukung undang2 tersebut maka alurnya di PTUN kan pemerintah karena tidak melaksanakan undang2 atau melanggar undang2. disinilah masalah muncul .

ini saya copas dari WA ya. tapi ini tulisan saya
Membahas ptun. Tentu rakyat selalu di pihak yang lemah. Tentu kita gk bisa dapat surat asli “surat perintah peghentian acara ilc” resmi yg di ttd pemerintah dan cap stempel yg bisa diajukan untuk gugatan ptun dmn pemerintah tidak melaksanakan dan melanggar undang2. Tentu acara penghentian tersebut menggunakan “invisible hand” dmn secara legal formal tidak bisa dijadikan dasar penuntutan. lalu darimakan kita tahu bahwa itu kerjaan pemerintah ? Common sense  jawabannya. Dari diskusi2 diawal pihak yang pro ilc dibatalkan dan mendukung pemerintah untuk “melanggar undang2” atau setidaknya meangamini bahwa tidakan itu memang dilakukan pemerintah melalaui “invisible hand” artinya pemerintah gk bisa dituntu karena melakukan pekerjaan tidak resmi legal formalnya. ( Gak Ada bukti faktual dalam bentuk surat yang menyatakan pemerintah memberi perintah untuk membatalkan ILC). Commonsense kita juga mengatakan hal yang sama ( setidaknya hemat saya) ketika acara ilc pada orang2 yg dituduh makar mau klarifikasi menyatakan pendapaynya di muka publik di acara ilc. Ingat orang2 ygdituduh makar kemarin kan.  Padahal kalau mereka klarifikasi atas apa yg dituduhkan kepada mereka di ilc memangnya hak siapa yg dilanggar? Dengan ini invisible hand pemerintah jokowi telah melanggar dua kali kebebasan berpendapat di muka umum di acara ilc. jadi seyogyanya pemerintah dalam hal ini “invisible hand” tidak perlu intervensi acara ILC. bukankah itu media untuk melaksanakan undang2 kebebasan berpendapat ?

diskusinya panjang namun yang saya singkat seperti ini.

yuk belajar jujur. saya gk pro habieb atau pemerintah, yang saya kritisi adalah terjadinya pelanggaran undang2 yang commonsense kita ( terserah anda mau ikut dalam kata kita ini atau tidak ) dilakukan oleh “invisible hand” pemerintah dalam acara ILC dengan judul Membidik Rizieq, memangnya siapa pihak yang “merasa dirugikan” kalau Habieb Rizieq bicara didepan umum ? common sense menjawabnya…. siapa lagi kalau bukan pemerintah atau yang pro pemerintah karena Habieb Rizieq sedang katakanlah “bermesraan” dengan pemerintah. tentu anda dapat menganalisanya dari hal2 yang terjadi belakangan. aksi demo 411 demo 212 dll adalah “menuntut pemerintah” bla bla bla….

mengutip tulisan Pramoedya Ananta Toer dalam Bumi Manusia – meski saya gk pernah baca sampai khatam bukunya…

“seorang terpelajar harus sudah berbuat adil sejak dalam pikiran apalagi dalam perbuatan”

Pramoedya Ananta Toer

tentu tulisan saya amat jauh dari kata “kebenaran” tapi paling tidak bisa diambil hikmahnya atau dikritisi  saya sangat senang hati. karena kata Pak Anies Baswedan teman diskusi adalah sahabat bertukar pikiran. kalau ada yang mau mengkritisi saya senang sekali, jangan sampai tulisan saya cman jadi monolog narasi tunggal atas pemikiran saya. bisa jadi saya salah. jadilah teman bertukar pikiran saya 🙂

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s