Klarifikasi Kedubes Pemerintah Palestina

Posted: 26 Januari 2017 in Diskusi

image

Wah ini lagi rame. Entah kenapa saya tidak bisa berhenti tidak memikirkan masalah sosial ( mungkin juga trend di anak UIN atau yang kuliahnya berbasis agama / beda dgn katakanlah politeknik atau kampus umum tapi bukan bermaksud untuk generalisasi ya). Kalau kemarin saya menulis yg mungkin sebagian seperti terlihat “pro”, mungkin ini sedikit kontra. Tapi saya gk punya tendensi yak . Ini tulisan pribadi dari pemikiran pribadi menjelang tidur… ya gk bisa tidur kalau belum nulis.

Bisa dibaca kan foto di atas ? Pemerintah Palestina melalui kedubesnya keberatan benderanya digunakan untuk kegiatan hidden domestic agenda. Bahkan kata2 nya secara tegas mengatakan teman sejati palestina tentu akan menjaga kestabilan dan kedamaian negaranya sendiri sebagai bentu support perdamaian di palestina. Kira2 begitu .tidak saya terjemahkan letterlek teks. Jeng jeng… sudah tahu ini arahnya kemana ? Yak Pemerintah Palestina menyayangkan bendera negara dipakai ajang2 demo kemarin. Demonya sih secara legal formal sah seperti artikel yg saya tulis sebelumnya menjalankan undang2 kebebasan berpendapat di muka umum.

image

image

Yang saya kritisi disini adalah tahu kan waktu salah satu perusahaan roti klarifikasi bahwa mereka gk ikut2 acara 212 ? Teman2 langsung marah lalu menganggap roti tidak berpihak kepada mereka dan merasa “sakit hati” kemudian menuntut permintaan maaf karena sudah klarifikasi yang jadi blunder. Padahal secara de facto apa yg mereka klarifikasikan hemat saya sudah sesuai fakta dilapangan , bukankah katakan kebenaran walaupun seperti menggenggam bara api ? Lalu kenapa ada yg merasa tersinggung gara2 klarifikasi yang sesuai fakta dilapangan ? Baper karena mengkait2 kan bahwa roti menjaga NKRI berarti secara bertentangan bahwa aksi 212 tidak menjaga NKRI, itu yang saya tangkap. Padahal tidak ada kalimat yang secara eksplisit mengatakan hal tersebut. Lalu ramai2 memboikot roti .Silahkan dikaji lagi.

Lalu sekarang ada Pemerintah Palestina yang keberatan Bendera Palestina digunakan untuk hidden domestic agenda. Bahkan secara tegas mengatakan “agenda tersembunyi” . Bahkan ada kata2 itu jelas2 perilaku yang tidak dapat diterima. Perhatikan paragraf terakhir ya.

Kata2 klarifikasi Palestina lebih tegas bahwa jangan bawa2 bendera saya atas agenda domestik tersembunyi… daripada kata2 roti yang masih mengapresiasi 212.

Jadi sekarang gimana ? Mau boikot Palestina karena “tidak ikut mendukung” ? Meski palestina tidak scara tegas menuntukkan nama organisasi yang menggunakan benderanya , tentu common sense kita tahu di bagian mana klarifikasi ini ditujukan. Ditambah banyak sekali foto yg demo2 pakai bendera palestina.

Jadi ? Yakin boikot palestina gara2 klarifikasinya yang bahkan jauh lebih tegas dan gahar daripada roti ?

Hemat saya, alangkah bijaknya orang2 yang kemarin menggunakan bendera palestina dalam kegiatannya merespon, mengkonfirmasi, kemudian meminta maaf atas keberatan Pemerintah Palestina melalui kedubesnya.

Kenapa saya sangkutkan dengan roti ? Ya kira2 sejenislah klarifikasinya. Namun responnya kalau diperhatikan pasti beda yak..

Selamat datang di Indonesia :-).

Yuk Jujur

Orang yang terpelajar harus jujur sejak dalam pemikiran – Pramoedya Ananta Toer – Bumi Manusia…

Seperti biasa ini adalah pemikiran saya dan saya dilindungi oleh undang2 kebebasan berpendapat. Namun saya sadar bahwa saya manusia yang tidak luput dari salah. Mohon bisa dikiritisi di kolom komentar agar ini tidak jadi narasi tunggal :-).

Oh ya saya baru pulanh dari acara cak nun di poltek sama hudan dan adiknya serta sama rouf ketemu disana . Kenduri kebudayaan.

Kenduri kebudayaan bersama Cak Nun

A post shared by Agung Tarecha / Cemara Angin (@agungtarecha) on

https://www.instagram.com/p/BPsfyaeAHzL/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s