Tanggung Jawab Moral

Posted: 26 Januari 2017 in Diskusi

Tanggung Jawab Moral

Tanggung Jawab Moral

 

15 menit menuju maghrib… saya ada di kantor. jeng jeng.. .saya gk bisa untuk tidak menulis… atau komentar. sebagai prolog bisa baca artikel berita berikut http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/dunia-kampus/17/01/26/okdp2c291-rektor-uii-mengundurkan-diri seperti di beberapa tulisan saya sebelumnya yang menyinggung tanggung jawab moral dan juga ini http://regional.kompas.com/read/2017/01/25/18120561/tiga.mahasiswa.uii.meninggal.21.saksi.diperiksa

saya suka naik gunung, meski tidak tergabung dalam mapala. kita naik gunung sih naik2 aja. gk ada acara diklat2 an gitu.

Rektor UII mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab moral bahwa ada 3 orang yang meninggal di lingkungan kampusnya. secara de facto tentu kita tahu Pak Rektor tidak ikut dalam kegiatan tersebut namun merasa karena itu merupakan tanggungjawabnya maka beliau mengundurkan diri. salah satu contoh.

sebagai contoh lain  https://bisnis.tempo.co/read/news/2015/12/26/090730856/macet-libur-natal-dirjen-perhubungan-darat-mundur Pak Dirjen mundur karena merasa dirinya bertanggungjawab atas hal tersebut.

 

sebenarnya sikap2 tersebut “biasa saja”, menjadi luar biasa ketika banyak pemimpin2 yang salah namun merasa tidak salah, atau salah lalu mencari kambing hitam. ada banyak contoh lah. Tidak merasa bertanggungjawab padahal jelas2 dalam ranah tanggungjawabnya, mohon maaf saya tidak bisa tidak untuk menyebut contoh misal kemacetan di Brebes exit tol, brexit, saling lempat tanggungjawab bukan salah saya atas kenaikan harga LPG 12 yang disesuaikan dengan tarif keekonomian sesuai anjuran auditor sehingga pada akhirnya dengan geregetan Pak Dahlan Iskan mengatakan “Pokoknya semua saya yang salah” berikut sedikit refreshment http://bisnis.liputan6.com/read/792459/dahlan-iskan-kenaikan-elpiji-12-kg-pokoknya-semua-salah-saya

kalau banyak pejabat publik memiliki tanggung jawab moral seperti itu tentu alangkah baiknya, benar2 kesatria, mau mengakui kesalahannya walaupun mungkin bukan kesalahannya. misal… anda punya anak yang nakal sekali, meski bukan anda yang nakal tapi anda bertanggungjawab atas kenakalan anak anda … bukankah begitu… 🙂

 

sholat maghrib dlu yuk…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s