Project weather logger part 2 : tambahan sensor tekanan udara

Posted: 26 Juni 2017 in Otomasi dan Robotika

Week end project Wheater station 🙂

A post shared by Agung Tarecha / Cemara Angin (@agungtarecha) on

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Baiklah. H+2 lebaran tapi saya sudah gatal untuk mendokumentasikan ini. sebenarnya udah selesai beberapa hari yang lalu, namun pas di pabrik banyak sekali kerjaan lalu koneksi inet pakai thetering hp lambat sekali jadi saya “terpaksa” ngopi di cafe untuk mengupdate arduino dengan library node mcu nya. saya sih males banget ngopi di cafe, kayak gk ada kerjaan aja. dan karena terpaksa butuh koneksi internet yang stabil.

posting berikut lanjutan dari post berikut ya

  1. https://tarecha.wordpress.com/2015/10/26/project-raspberry-pi/
  2. https://tarecha.wordpress.com/2017/06/05/project-weather-logger-part-1/

.oke berikut step by step nya ya. lanjutan di posting diatas

  1. penambahan sensor GY-BMP280 sensor tekanan udara dan suhu
    ya kita tahu bahwa tekanan udara merupakan salah satu komponen dari perubahan cuaca, angin atau hujan biasanya terjadi perubahan cuaca. dulu waktu LCEN Lomba Cipta Karya Elektro Teknik Nasional yang diadakan oleh ITS Surabaya. saya pernah bikin yang ngukur kecepatan angin dan arah angin. lupa dimana fotonya. tapi bagus juga kalau bisa di combine disini.

    schema node sensor

    schema node sensor

    yang perlu dicatat adalah saya menghilangkan pull up resistro untuk sensor suhu DHT 22. saya tambahkan BMP280 agar bisa sensing tekanan tapi dia juga punya sensor suhu, kalau mau lengkap sih bisa beli sensor BME-280 lengap itu ada suhu, tekanan, dan kelembapan sekaligus dalam 1 chip. oh ya karena tekannan di pantai 1 atm maka kita bisa memperhitungkan ketinggian relatif menggunakan tekanan udara, tapi bukan hitungan mutlak ya, soalnya kan tekanan udara berubah – rubah.

  2. Install library bmp-280
    download dan exstrak di arduino/library  di https://github.com/adafruit/Adafruit_Sensor dan https://github.com/adafruit/Adafruit_BMP280_Library
    lalu restart arduino IDE nya. oh ya salah satu tutorialnya saya dapat dari blog berikut http://satujamsaja.blogspot.co.id/2016/09/read-temperature-and-barometric.html
    untuk yang DHT 22 nya seperti yang saya posting di part 1 ya
  3. Penyesuaian letak pin

    disini sebenarnya saya juga agak bingun dengan sistem penamaannya.
    kalau disini jelas yang dht pakai D0 maka dicodingnya pakai D0

    lalu perlu penyesuain address dari sensor BMP karena menggunakan komunikasi I2C

    hasil sebelum di rubah address sensor BMP

    hasil sebelum di rubah address sensor BMP

    rubah file adafruit_bmp280.h  ganti 0x77 ke 0x76

    dan karena menggunakan I2C nya di node mcu ( di arduino sudah ditetapkan pin khusus untuk I2C secara default )  maka kita butuh redefinisi pin I2C mana yang digunakan di
    Wire.begin([pin sda], [pin scl]). karena ini kita tambahkan di setup () Wire.begin(D2,D1); //Sensor BMP dimana D2 adalah pin SDA dan D1 adalah pin SCL

  4. full code

#include "DHT.h"
#include <Wire.h>
#include <Adafruit_Sensor.h>
#include <Adafruit_BMP280.h>
#include <ESP8266WiFi.h>

#define BMP_SCK 13
#define BMP_MISO 12
#define BMP_MOSI 11
#define BMP_CS 10

Adafruit_BMP280 bmp; // I2C
DHT dht;

void setup()
{

Serial.begin(9600);

dht.setup(D0); // untuk sensor DHT 22
Wire.begin(D2,D1); //Sensor BMP
if (!bmp.begin()) {
Serial.println(F("Could not find a valid BMP280 sensor, check wiring!"));
while (1);
}

}

void loop()
{
delay(dht.getMinimumSamplingPeriod());

float humidity = dht.getHumidity();
float temperature = dht.getTemperature();
Serial.print(bmp.readTemperature());
Serial.print(" ");
Serial.print(bmp.readPressure());
Serial.print(" ");
Serial.print(bmp.readAltitude(1013.25)); //nilai ini adalah semacam adjusment. nanti hasilnya ketinggian mdpl
Serial.print(" ");
Serial.print(humidity);
Serial.print(" ");
Serial.println(temperature);

}

5. Hasil

hasil yang didapat suhu dari sensor bmp, tekanan udara, ketinggian, kelembapan dari sensor dht, dan suhu dari sensor dht. terlihat ada perbedaan suhu ya antara dht dan bmp. yang saya heran kenapa suhunya 31 derajat ? padahal harusnya dingin . apa karena ditutup ya ?

hasil serial

hasil serial monitor

serial plotter

serial plotter

karena beda nilainya jauh suhu kelembapan dan tekanan jadi grafiknya garis y nya jauh. kalau ada perubahan suhu gk kelihatan.

 

sekian ya. nanti akan saya teruskan part 3 dengan komunikasi tcp ip nya pakai wifi ya. 🙂

 

terima kasih

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s