Archive for the ‘Diskusi’ Category

Menanam benih kebencian

Posted: 31 Mei 2017 in Diskusi

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Sebelumnya yuk nyanyi dulu. Favorit saya.

lagu Sheila on 7 – Khaylila’s Song sumber link youtube

terima kasih buat Bapak yang udah upload video ini dengan foto2 yang lucu.

Khaylila yang cantik
Cepatlah kau besar
Ajarkan dunia berbagi seperti yang
Ku ajarkan kepadamu..
Khaylila yang mungil
Bila kau jadi pemimpin
Berikan hak mereka..
Bebas dari rasa takut
Juga rasa tertindas

Reff:
Dengan senyummu senjata membeku
Tantara bernyanyi ikuti tingkahmu
Tak ada lagi naluri menguasai
Perlahan berganti naluri berbagi

Satu hal yang pasti..
Ajarkan anak kita..Berbagi.. Memberi..
Lebih dari yang kita
Lakukan untuk saat ini..

Back to reff
Dengan senyummu langit terpeluk
Bintang bertakuk
Ku butuh kau sentuh
Tak ada lagi
Yang ku takuti
Ku terlindungi
Dengan sentuhanmu…
Back to reff

lalu sama video ini, abaikan captionnya yang menyebut nama organisasi. saya dapat dari youtube. bukan saya yang menulis itu ya.

 

dengan prolog dari kedua sumber diatas sepertinya sudah menjadi garis besar artikel ini. video yang ke 2. realita.

oh ya mari kita lihat tulisan teman saya mengenai ini juga. Ragwan Alaydrus.  saya sudah minta izin untuk menjadikan tulisannya salah satu referensi di artikel ini. Ragwan ini dlu anak KAMMI, kalau saya LDK. meski begitu sikap saya kira2 agak sedikit “beda” dengan anak2 LDK kebanyakan. . soal Roti yang diboikot sama soal2 ini (benih kebencian) kira2 saya dan ragwan punya “ide yang sama” tapi sedikit beda sama temen2 LDK KAMMI. mungkin bisa dilihat dari banyaknya yang mengcounter ide yang disampaikan.You know what I mean. statemen yang mengcounter tidak saya tampilkan ya dari kami berdua, bukan berarti bermaksud tidak adil namun agar lebih fokus pada pokok bahasan saja.

 

Menanam benih kebencian, ya ini pokok bahasan utamanya. Saya kira setelah kontestasi politik pilkada jakarta dan keputusan sidang Ahok yang dinyatakan bersalah kemudian tidak jadi banding masalah perseteruan antar anak bangsa sudah selesai. Final. ternyata masih belum selesai. masih ada sentimen-sentimen permusuhan. salahsatunya video diatas, ada banyak berita yang membahasnya silahkan dicari. entah mengapa kita sebagai generasi tua yang “lebih mampu berfikir dengan akal sehat” dibanding anak-anak menanamkan benih-benih kebencian kepada sesama anak bangsa. Teriakan “Bunuh… bunuh.. bunuh si Ahok… Bunuh si Ahok sekarang juga” menandakan sebuah kondisi kritis. Bagaimana anak-anak kita atau lebih tepatnya adek-adek kita (kalau di refer to nya ke saya) melakukan tindakan tersebut. Apakah mereka sadar ?

Orang2 “Dewasa” yang sedikit pro terhadap tindakan tersebut berargumen memang karena kesalahannya Pak Ahok yang berkata2 “tidak pantas” sehingga wajar bila anak2 membalas seperti itu, ada lagi yang beranggapan bahwa anak2 itu memang mudah percaya karena memang media-media banyak yang framming. okelah faktor eksternal tersebut diakui memang begitu adanya. Namun kita gak perlu mengutuk2 Pak Ahok karena dianggap mempengaruhi perilaku anak-anak kita, yang perlu di pertanyakan adalah bagaimana tanggung jawab orang tua. Tidak akan habisnya menyalahkan orang lain, bukankah lebih baik menyalakan lilin daripada mengutuk kegelapan.  Kalau itu masih belum memuaskan bagi “orang dewasa” yang suka mengutuk, mengapa tidak sekalian saja mengutuk Iblis ? namun tindakan tersebut tidak akan membawa “PERUBAHAN” ke keadaan yang lebih baik.   bagaimana pola pendidikannya ( meski saya tahu ini sangat sulit dan saya belum mengalaminya sendiri ), apakah para orang yang lebih dewasa telah “menanamkan benih kebencian” pada anak2 mereka, orang yang lebih dewasa ini bisa jadi “orang tua” nya sendiri atau orang lain. teriakan2 “Bunuh… bunuh.. bunuh si Ahok… Bunuh si Ahok sekarang juga”  yang diucapkan anak2 mau tidak mau, suka tidak suka adalah tanggungjawab kita sebagai orang tua atau orang yang lebih dewasa ( maksudnya bukan orang tua namun mempengaruhi anak2 tersebut sehingga berperilaku seperti itu).  Harus disadari ini adalah kondisi kritis, jika terus dibiarkan akan menjadi penyesalan kita dimasa mendatang.

Islam itu Agama damai, gak kompatible dengan kebencian. Kita tidak memerlukan undang2 anti hate speech karena secara nilai moral yang kita pegang ujaran kebencian tidak kompatibel dengan Agama Islam. artinya seharusnya tanpa undang-undang pun kita gak boleh hate speech. Contohlah Akhlak Rasulullah SAW terhadap orang yang tidak mau beriman, apakah Rasulullah bersikap kasar ?

Lalu… Apakah tindakan anak-anak yang dipengaruhi faktor eksternal tersebut bisa “dibernarkan” dan “dimaklumi” ? Kita harus punya standart yang sama soal akhlak baik atau tidak baik, lalu akhlak siapakah yang dimana tidak ada perdebatan diantara kita umat Islam yang dapat dijadikan patokan ? Tentu saja Aklak Rasulullah SAW. Bukankah Rasulullah SAW diutus untuk menyempurnakan Akhlak. artinya sebagai umat Islam kita gak mungkin memperdebatkan akhlak Rasulullah SAW. jadi deal ya patokannya Aklak Rasulullah SAW ? memang benar kalau kita ini umatnya Rasulullah SAW dan karena kita bukan Rasulullah SAW gak mungkin persis mesti sama, sebisa mungkin kita mencontoh akhlak beliau semampu kita. Kita bisa bersepakat tanpa perdebatan bahwa ukuran standarnya adalah akhlak beliau. setelah kita sepakat lalu kita bisa melihat perilaku anak-anak tersebut maka kita akan tahu bahwa tindakan tersebut salah karena Rasulullah SAW itu tidak pernah mencontohkan seperti itu.  sampai disini ada yang mau menyanggah ? silahkan tulis argumen Anda 🙂

 

Bagi para orang “DEWASA” mohon jangan tanamkan benih-benih kebencian pada Anak-anak atau nanti kalian akan melihat beratapa merusaknya kebencian bila ia telah tumbuh dewasa, tolong jangan kotori mereka dengan egomu. Ego ingin menang mu. Kontestasi pilkada jakarta sudah selesai dan sidang kasus Pak Ahok juga selesai. sekarang saatnya menghentikan semua permusuhan ini, mau diakui atau tidak diakui.  Kita adalah saudara sebangsa setanah air. Mari kita tanamkan benih-benih cinta dan berbagi kepada anak-anak kita. Saya suka sekali lagu Sheila on 7 “Tak ada lagi naluri menguasai, Perlahan berganti naluri berbagi”. Mari kita didik mereka yang sudah melakukan tindakan tersebut sesungguhnya mereka tidak tahu dan kita yang bertanggungjawab atas itu. mengutip kata2 Imam Ali ra.

DIA YANG BUKAN SAUDARAMU DALAM IMAN, ADALAH SAUDARA DALAM KEMANUSIAAN

 

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

 

Iklan

Mochamad Agung Tarecha

Mochamad Agung Tarecha

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Wah saya senang sekali membaca tulisan Dek Afi di link berikut http://m.liputan6.com/citizen6/read/2955876/akun-afi-nihaya-ditangguhkan-facebook-terlalu-kritis?utm_source=FB&utm_medium=Post&utm_campaign=FBcitizen6 dan Kak GIlang di link berikut http://www.gemarakyat.id/tulisan-gilang-kazuya-shimura-menanggapi-tulisan-afi-nihaya-faradisa-soal-agama-warisan/#

sebuah tradisi pemikiran yang sangat baik, saling berdialog melalui tulisan. data disandingkan data, argumen disandingkan argumen, referensi disandingkan referensi, pemikiran disandingkan pemikiran. semua tradisi yang akademis sekali. ya mungkin seperti itulah. sebuah dialog yang kalau dilanjutkan akan membentuk sebuah generasi pemikir yang hebat. Salut buat Dek Afi di usianya yang sedemikian muda sudah bisa menulis dan kritis dalam berfikir. kalau dibandingkan masa saya SMK dulu jauh lah, dulu saya masih berkutat sama dunia komputer ( karena di SMK Informatika ). Saya ingin menanggapi tulisan kalian berdua. Bukan bermaksud pro mana atau kontra mana. saya cman pengen menuliskan pemikiran saya :-). Malam minggu gak jelas gini saya nulis aja.

Menyoal Agama warisan. Memang benar kita gak bisa memilih orang tua siapa, lahir dimana, agama orang tua kita apa. Kita memang mempelajari agama dari orang tua. lalu kalimat “Setelah itu, kita membela sampai mati segala hal yang bahkan tidak pernah kita putuskan sendiri.” sebenarnya jika hemat saya pada saat beranjak dewasa kita lah yang memutuskan agama kita, apakah agama yang kita yakini benar atau agama sebelah yang benar. seseorang bisa saja pindah agama karena berfikir agama lain telah menunjukkan kebenaran yang tidak dia peroleh dalam agamanya misal sebagai salah satu contoh banyak kan peneliti ilmiah yang masuk islam gara2 penelitiannya ada di Al Qur’an – informasi ini yang saya tahu, ataupun memutuskan tidak beragama dan tidak berTuhan. Atau pun menuhankan uang, menuhankan kekuasaan, menuhankan partai, menuhankan organisasi, bahkan menuhankan perempuan yang bermakna memuja hedonisme seks.  Memilih beragama lalu menjalankan perintah dan menjauhi larangan agama atau tidak melakukannya sama sekali ( asal agama ditulis di ktp ) itu adalah keputusan pribadi. Keputusan kita sendiri yang dimana kita tanggung sendiri akibat dari keputusan itu. Menurut Mas Gilang yang mengutip bahwa setiap orang dilahirkan lahir dalam keadaan fitrah, saat masih dalam alam ruh kita sudah bersaksi bahwa Allah adalah Tuhan kita, dan ini adalah doktrin dalam Al-Qur’an. Kenapa saya katakan doktrin ? karena kita gak bisa membuktikan hal tersebut menggunakan akal, ingat akal kita terbatas. Saya kutip ayat Al Qur’an sedikit ya, tapi bukan berarti saya sok bawa ayat-ayat, namun sebagai referensi / data agar saya berpegang pada dasar yang saya pegang sebagai umat Islam.

Mengenai soal kafir masuk neraka , Islam masuk surga. Memang secara tekstual memang seperti itu. Kisah Paman Nabi Abu Thalib yang tidak mau mengucapkan syahadat memang beberapa literatur berada di neraka. Silahkan cari beberapa referensi mengenai itu. Itu semua domain Allah. Buat Kak GIlang, sekalipun doktrinnya seperti itu tapi bukan berarti kita seenaknya ngata2in kepada muka orang kafir kamu masuk neraka. kutipan berikut “Usah melabeli orang masuk surga atau neraka sebab kita pun masih menghamba.” yang saya tangkap sih dari kata2 dek Afi itu kita gk perlu mengatakan orang lain pasti masuk neraka sedang kita gk bisa menjamin diri sendiri masuk surga. Yang bisa kita lakukan adalah mengharap Syafaat Rasulullah SAW sebagai Nabi yang kita cintai. Sederhananya kalau ada orang pincang, cacat… jangan ngata2in ke mukannya he kamu si buta, he kamu si pincang, he kamu si kurap. Sekadar menjaga perasaan orang lain sih. Biar urusan soal siapa masuk surga siapa masuk neraka itu jadi domain Tuhan. kita gak perlu ngata2in di depan mukanya. Dan umat beragama lain juga sebaiknya begitu sehingga kita damai. Memang benar pasti masing2 pemeluk agama pasti mengklaim kebenaran agamanya. Kalau sebagai analogi agama sebagai Istri (mengutip pemikirannya Cak Nun). kita gak perlu berdebat di pos satpam sama tetangga he istriku ini lebih cantik dari istrimu, satu menimpali oh gak bisa istriku jauh lebih cantik dan montok. lalu kita berantem di pos satpam gara2 berdebat istri siapa yang lebih cantik. wong gak mungkin kita bersepakat liberal untuk saling tukar istri buat semalam saja agar tahu sendiri kan (ini bercanda ya) ? jadi yang kepercayaan itu buat diri kita sendiri saja gak perlu menjelaskan panjang lebar soal kecantikan istri kita pada tetangga… #ehh saya masih jomblo.

Menyoal Tuhan bisa saja membuat kita sama tapi tidak memang benar. Kita diciptakan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa supaya bisa saling mengenal. saya setuju soal ini “Nyatanya, beberapa negara masih rusuh juga padahal agama rakyatnya sama.” kita lihat timur tengah masih memanas hari ini. atau perang saudara di amerika dulu. namun hemat saya yang menyebabkan perang bukan karena persamaan agamanya, namun karena tidak mampu memanagement perbedaan. [update tgl 22 mei 2017] maksudnya faktor perbedaan atau persamaan agama sebenarnya bukan menjadi root cause penyebab perang / kerusuhan bila menggunakan contoh timur tengah saat ini atau perang saudara di amerika dulu [end of update ] ini masalah utamanya, sentimen mayoritas dan minoritas hanyalah efek yang timbul dari ketidakmampuan tersebut. Alangkah indahnya ketika kita sholat Idul Fitri umat beragama lain yang membantu mengatur lalulintas, ketika umat lain merayakan Nyepi kita juga bertoleransi untuk gak bikin konser musik yang kira2 menganggu ibadah. Sebagai warga negara dan umat beragama, kita wajib menjaga keharmonisan yang selama ini sudah terbagun. Jadi bersyukurlah tinggal di Indonesia, setidaknya kita masih hidup tenang sekarang.

Menyoal penggunaan agama sebagai dasar negara. hmm… gimana ya… gak bisa dipukul rata… karena keadaan tiap negara berbeda. Kalau di Arab Saudi okelah. Saudi menggunakan dasar agama Islam karena Islam mucul pertama kali disana. Vatikan sebagai negara agama Katolik ( mohon referensinya bila ada kesalahan). Korea Utara menjadikan Komunisme sebagai dasar negara. Di Indonesia kita menggunakan Pancasila. Buat Kak GIlang. Dari yang saya tangkap dari Dek Afi ini “Bayangkan juga seandainya masing-masing agama menuntut agar kitab sucinya digunakan sebagai dasar negara. Maka, tinggal tunggu saja kehancuran Indonesia kita.”  konteks yang diungkapkan dek afi ini soal Indonesia, jika Indonesia diganti menggunakan dasar Negara Islam seperti yang dikampanyekan teman2 HTE (Hizbut Tahrir Endonesia) tentu umat beragama lain gk setuju karena kita sudah punya dasar negara Pancasila. Lalu ketika itu terjadi masing2 umat menuntut perubahan dasar negara sesuai agama maka akan hancur Indonesia. Karena masing2 mau agamanya dijadikan dasar negara. Memang benar bila ditinjau secara mendalam bahwa gak ada sila dalam Pancasila yang bertentangan dengan Islam, bahkan sesuai. mungkin ini yang Kak Gilang Maksud ya gambar dibawah. Tapi hemat saya gk perlu menggembar – gemborkan hal tersebut. TUh Pancasila dari Islam, nanti umat bergama lain gak mau pakai Pancasila gara2 di klaim dari Islam. Mengutip Ustadz saya Achmad DIny Hidayatullah, beliau ingin menjadi garam dalam air, memberi rasa tapi tak ingin terlihat. dan tak ingin menjadi gincu, membuat merah bibir tapi tak memberi manfaat. Mengklaimnya bukan soal benar salah, namun lebih untuk kebijaksanaan.

soal invervensi kebijakan berdasarkan agama “Hanya karena merasa paling benar, umat agama A tidak berhak mengintervensi kebijakan suatu negara yang terdiri dari bermacam keyakinan.” ya memang baiknya begitu, bahkan sebaiknya intervensi kebijakan itu bukan karena faktor umat, kepentingan golongan, organisasi, partai, kelompok masyarakat, kelompok mahasiswa, ideologi2 masing2 organisasi baiknya tidak mengintervensi ( mendominasi ) karena kebijakan yang baik itu baik untu semuanya, bukan baik untuk golongan A dan buruk untuk golongan B. Kebaikan untuk bersama.

 

Buat dek afi dan kak gilang… salam kenal… saya suka tulisan kalian berdua. teruslah menulis. dan saya tunggu tulisan2 selanjutnya 🙂

Wassalamu’alaikum Wr. Wb

 

 

Apa yang membuatmu resah ?

Posted: 3 Mei 2017 in Diskusi

Renungan sebelum tidur.

Apa yang membuatmu resah ?

Kalau saya sih resah karenaa generasi tua yang mengacau tapi nantinya kita yang harus membereskannya. Sebut saja oknum DPR, oknun pemerintah, dll. Sebut saja hak angket karena dpr gk dikasi lihat rekaman yg menekan miriyam di kasus e ktp. Ya emang sih mikirnya ketinggian, tapi menjadi sebuah tanggugjawab moral. Atau saya resah karena gk punya hal yg penting untuk dipikirkan atau apa entah lah. Yang pasti saya sebel banget, harus ada generasi yang sadar dan bersama2 membereskan bangsa yang sedang morat marit ini. Dan semoga itu jadi generasi saya. 

Lalu untuk saat ini apa yang bisa kita lakukan ? Paling tidak jangan ikut2 sakit jiwa gendeng untuk ikut dalam kekacauan. Kalau memang benar katakan benar , kalau salah katakan salah. Gk peduli partai politik mana, berafiliasi atau tidak. Klo saya sih bukan partisan partai manapun jadi fine2 aja kritis dan vokal, kalo kamu gimana uchi ha sasuke ? Apa yang kamu resahkan ?

Tanggung Jawab Moral

Posted: 26 Januari 2017 in Diskusi

Tanggung Jawab Moral

Tanggung Jawab Moral

 

15 menit menuju maghrib… saya ada di kantor. jeng jeng.. .saya gk bisa untuk tidak menulis… atau komentar. sebagai prolog bisa baca artikel berita berikut http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/dunia-kampus/17/01/26/okdp2c291-rektor-uii-mengundurkan-diri seperti di beberapa tulisan saya sebelumnya yang menyinggung tanggung jawab moral dan juga ini http://regional.kompas.com/read/2017/01/25/18120561/tiga.mahasiswa.uii.meninggal.21.saksi.diperiksa

saya suka naik gunung, meski tidak tergabung dalam mapala. kita naik gunung sih naik2 aja. gk ada acara diklat2 an gitu.

Rektor UII mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab moral bahwa ada 3 orang yang meninggal di lingkungan kampusnya. secara de facto tentu kita tahu Pak Rektor tidak ikut dalam kegiatan tersebut namun merasa karena itu merupakan tanggungjawabnya maka beliau mengundurkan diri. salah satu contoh.

sebagai contoh lain  https://bisnis.tempo.co/read/news/2015/12/26/090730856/macet-libur-natal-dirjen-perhubungan-darat-mundur Pak Dirjen mundur karena merasa dirinya bertanggungjawab atas hal tersebut.

 

sebenarnya sikap2 tersebut “biasa saja”, menjadi luar biasa ketika banyak pemimpin2 yang salah namun merasa tidak salah, atau salah lalu mencari kambing hitam. ada banyak contoh lah. Tidak merasa bertanggungjawab padahal jelas2 dalam ranah tanggungjawabnya, mohon maaf saya tidak bisa tidak untuk menyebut contoh misal kemacetan di Brebes exit tol, brexit, saling lempat tanggungjawab bukan salah saya atas kenaikan harga LPG 12 yang disesuaikan dengan tarif keekonomian sesuai anjuran auditor sehingga pada akhirnya dengan geregetan Pak Dahlan Iskan mengatakan “Pokoknya semua saya yang salah” berikut sedikit refreshment http://bisnis.liputan6.com/read/792459/dahlan-iskan-kenaikan-elpiji-12-kg-pokoknya-semua-salah-saya

kalau banyak pejabat publik memiliki tanggung jawab moral seperti itu tentu alangkah baiknya, benar2 kesatria, mau mengakui kesalahannya walaupun mungkin bukan kesalahannya. misal… anda punya anak yang nakal sekali, meski bukan anda yang nakal tapi anda bertanggungjawab atas kenakalan anak anda … bukankah begitu… 🙂

 

sholat maghrib dlu yuk…


image

Wah ini lagi rame. Entah kenapa saya tidak bisa berhenti tidak memikirkan masalah sosial ( mungkin juga trend di anak UIN atau yang kuliahnya berbasis agama / beda dgn katakanlah politeknik atau kampus umum tapi bukan bermaksud untuk generalisasi ya). Kalau kemarin saya menulis yg mungkin sebagian seperti terlihat “pro”, mungkin ini sedikit kontra. Tapi saya gk punya tendensi yak . Ini tulisan pribadi dari pemikiran pribadi menjelang tidur… ya gk bisa tidur kalau belum nulis.

Bisa dibaca kan foto di atas ? Pemerintah Palestina melalui kedubesnya keberatan benderanya digunakan untuk kegiatan hidden domestic agenda. Bahkan kata2 nya secara tegas mengatakan teman sejati palestina tentu akan menjaga kestabilan dan kedamaian negaranya sendiri sebagai bentu support perdamaian di palestina. Kira2 begitu .tidak saya terjemahkan letterlek teks. Jeng jeng… sudah tahu ini arahnya kemana ? Yak Pemerintah Palestina menyayangkan bendera negara dipakai ajang2 demo kemarin. Demonya sih secara legal formal sah seperti artikel yg saya tulis sebelumnya menjalankan undang2 kebebasan berpendapat di muka umum.

image

image

Yang saya kritisi disini adalah tahu kan waktu salah satu perusahaan roti klarifikasi bahwa mereka gk ikut2 acara 212 ? Teman2 langsung marah lalu menganggap roti tidak berpihak kepada mereka dan merasa “sakit hati” kemudian menuntut permintaan maaf karena sudah klarifikasi yang jadi blunder. Padahal secara de facto apa yg mereka klarifikasikan hemat saya sudah sesuai fakta dilapangan , bukankah katakan kebenaran walaupun seperti menggenggam bara api ? Lalu kenapa ada yg merasa tersinggung gara2 klarifikasi yang sesuai fakta dilapangan ? Baper karena mengkait2 kan bahwa roti menjaga NKRI berarti secara bertentangan bahwa aksi 212 tidak menjaga NKRI, itu yang saya tangkap. Padahal tidak ada kalimat yang secara eksplisit mengatakan hal tersebut. Lalu ramai2 memboikot roti .Silahkan dikaji lagi.

Lalu sekarang ada Pemerintah Palestina yang keberatan Bendera Palestina digunakan untuk hidden domestic agenda. Bahkan secara tegas mengatakan “agenda tersembunyi” . Bahkan ada kata2 itu jelas2 perilaku yang tidak dapat diterima. Perhatikan paragraf terakhir ya.

Kata2 klarifikasi Palestina lebih tegas bahwa jangan bawa2 bendera saya atas agenda domestik tersembunyi… daripada kata2 roti yang masih mengapresiasi 212.

Jadi sekarang gimana ? Mau boikot Palestina karena “tidak ikut mendukung” ? Meski palestina tidak scara tegas menuntukkan nama organisasi yang menggunakan benderanya , tentu common sense kita tahu di bagian mana klarifikasi ini ditujukan. Ditambah banyak sekali foto yg demo2 pakai bendera palestina.

Jadi ? Yakin boikot palestina gara2 klarifikasinya yang bahkan jauh lebih tegas dan gahar daripada roti ?

Hemat saya, alangkah bijaknya orang2 yang kemarin menggunakan bendera palestina dalam kegiatannya merespon, mengkonfirmasi, kemudian meminta maaf atas keberatan Pemerintah Palestina melalui kedubesnya.

Kenapa saya sangkutkan dengan roti ? Ya kira2 sejenislah klarifikasinya. Namun responnya kalau diperhatikan pasti beda yak..

Selamat datang di Indonesia :-).

Yuk Jujur

Orang yang terpelajar harus jujur sejak dalam pemikiran – Pramoedya Ananta Toer – Bumi Manusia…

Seperti biasa ini adalah pemikiran saya dan saya dilindungi oleh undang2 kebebasan berpendapat. Namun saya sadar bahwa saya manusia yang tidak luput dari salah. Mohon bisa dikiritisi di kolom komentar agar ini tidak jadi narasi tunggal :-).

Oh ya saya baru pulanh dari acara cak nun di poltek sama hudan dan adiknya serta sama rouf ketemu disana . Kenduri kebudayaan.

Kenduri kebudayaan bersama Cak Nun

A post shared by Agung Tarecha / Cemara Angin (@agungtarecha) on

https://www.instagram.com/p/BPsfyaeAHzL/


AIO Club Hobbies penutupan kepengurusan dan pembentukan kepengurusan baru 2017

AIO Club Hobbies penutupan kepengurusan dan pembentukan kepengurusan baru 2017

 

lalu apa hubungan bakso dan pelanggaran undang2 oleh pemerintah ? hubungannya adalah narasi dari saya . metode keterhubungannya adalah gk ada hubungan logisnya :-).

jadi saya mau cerita dari mana dulu ini ? bakso atau pelanggaran undang-undang. oke karena narasi maka alurnya adalah sesuai alur cerita yang penulis alami yaitu saya. Pas mau pulang Pak Her share gambar bahwa nanti malam di ILC ada Habieb Rizieq. wah sip banget. kemarin2 Beliau dipanggil dimintai keterangan soal gambar palu arit di uang baru. oh ya saya tidak pro siapa2 yak. mohon dicatat di awal.

membidik Rizieq

membidik Rizieq

wah sayang nih kalau dilewatkan, saya ingin tahu pembelaan atau klarifikasi beliau. namun ada acara makan bakso pergantian pengurusan aio club hobies. karena hujan deras saya putuskan makan bakso dulu, nanti toh biasanya ILC lama.. jeng jeng akhirnya ikut makan bakso.

seperti yang pernah saya tulis sebelumnya mengenai AIO Adventure https://tarecha.wordpress.com/?s=adventures   kali ini tahun baru pengurusannya ganti, sebagian ada yang diregenerasi sebagian tetap. saya ingin di regenerasi di cabang AIO Adventure, ya organisasi yang baik seyogyanya diregenerasi dan saya merekomendasikan mas tam tam untuk suksesor saya. Mas tam2 ini juga suka naik gunung, dlu kita rencana ke arjuna bareng tapi ternyata gk bareng. dia lewat jalur lain. namun gak tahu apa jadi diganti ke mas tam2 atau tidak terserah kepanitiaan yang baru. kita makan bakso, pentol daging semua. dan gk ada lontong, tahu, dll kayak di malang. ini bakso cak man pdk. kenyang sekali. daging doang he he . foto2 dan selesai

pulang dan WA an di group gak jelas tersebut bahwa acara ILC dibatalkan, duh… secara serta merta common sense saya pasti ini kerjaan pemerintah nih, kan kali ini hangat2 nya kasus Ahok, Habieb, gambar palu arit, yang hemat saya ketika Habieb ada di acara ILC akan merugikan pemerintah.  mau dari mana ya ceritanya. http://nasional.sindonews.com/read/1173850/12/mendadak-diskusi-ilc-membahas-habib-rizieq-dibatalkan-1485264242

oke gini. mungkin ini bagian dari copas wa ya. agak tidak nyambung mungkin karena ada beberapa kata2 saya saja/ sebenarnya formatnya dialog.

pihak pro dengan pembatalan tersebut beralasan.

acara ilc tersebut berpotensi menimbulkan keresahan karena akhir2 ini memang sedang memanas kasus tersebut. hal2 sensistif yang berbahaya sebaiknya memang diintevensi pemerintah agar tidak terjadi keresahan.  demokrasi itu ada batasnya. takut ada yang merasa cemas dan resah bila habieb rizieq ikut dalam acara ILC. intinya seperti itu lah. bisa dipanjang2 kan sendiri.

lalu saya katakan  itu masih praduga bahwa bila terjadi acara ilc tersebut menimbulkan keresahan. padahal belum tentu seperti itu. lagi pula kebebasan menyatakan pendapat kan dilindungi undang – undang http://hukum.unsrat.ac.id/uu/uu_9_98.htm

Pasal 1

Dalamundang-undang ini yang dimaksud dengan :

  1. Kemerdekaanmenyampaikan pendapat adalah hak setiap warga negara untuk menyampaikan pikirandengan lisan, tulisan, dan sebagainya secara bebas dan bertanggung jawab sesuaidengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  2. Di mukaumum adalah di hadapan orang banyak, atau orang lain termasuk juga di tempatyang dapat didatangi dan atau dilihat setiap orang.
  3. Unjukrasa atau demontrasi adalah kegiatan yang dilakukan seorang atau lebih untukmengeluarkan pikiran dengan lisan, tulisan, dan sebagainya secara demonstratifdi muka umum.

4. Pawai adalah cara penyampaian pendapatdengan arak-arakan di jalan umum.

 

jadi paranoid pemerintah belum tentu terjadi namun sudah dihukumi “bersalah” sehingga acara ILC dibatalkan. kita menghukumi “salah” atas apa yang belum terjadi efek yang ditakutkan “a b c d” masih sebatas praduga namun secara legal formal pemerintah telah melanggar undang2 yang di buatnya sendiri.

bagaimana bisa menghukumi “salah” atas sesuatu yang belum terjadi ? ditakutkan gini gitu padahal belum tentu terjadi namun sudah pasti secara de facto melanggar undang2 kebebasan berpendapat..

pendapat yang pro dengan intervensi pemerintah mengatakan Indonesia belum siap untuk kebebasan berpendapat. lalu saya ungkapkan entah siap atau tidak pemerintah undah membuan undang2 kemudian dilanggarnya sendiri. jadi secara de facto melanggar undang2 yang dibuat sendiri. kalau memang belum siap dengan undang2 yang dibuat sendiri cabut saja undang2 tersebut tentang kebebasan berpendapat. | ya kalau gitu di Judical Review saja di Mahkamah Konstitusi kalau pemerintah belum siap ( ini yang harus dilakukan pemerintah agar tidak melakukan pelanggaran terhadap undang2 nya)  . karena saya di side yang mendukung undang2 tersebut maka alurnya di PTUN kan pemerintah karena tidak melaksanakan undang2 atau melanggar undang2. disinilah masalah muncul .

ini saya copas dari WA ya. tapi ini tulisan saya
Membahas ptun. Tentu rakyat selalu di pihak yang lemah. Tentu kita gk bisa dapat surat asli “surat perintah peghentian acara ilc” resmi yg di ttd pemerintah dan cap stempel yg bisa diajukan untuk gugatan ptun dmn pemerintah tidak melaksanakan dan melanggar undang2. Tentu acara penghentian tersebut menggunakan “invisible hand” dmn secara legal formal tidak bisa dijadikan dasar penuntutan. lalu darimakan kita tahu bahwa itu kerjaan pemerintah ? Common sense  jawabannya. Dari diskusi2 diawal pihak yang pro ilc dibatalkan dan mendukung pemerintah untuk “melanggar undang2” atau setidaknya meangamini bahwa tidakan itu memang dilakukan pemerintah melalaui “invisible hand” artinya pemerintah gk bisa dituntu karena melakukan pekerjaan tidak resmi legal formalnya. ( Gak Ada bukti faktual dalam bentuk surat yang menyatakan pemerintah memberi perintah untuk membatalkan ILC). Commonsense kita juga mengatakan hal yang sama ( setidaknya hemat saya) ketika acara ilc pada orang2 yg dituduh makar mau klarifikasi menyatakan pendapaynya di muka publik di acara ilc. Ingat orang2 ygdituduh makar kemarin kan.  Padahal kalau mereka klarifikasi atas apa yg dituduhkan kepada mereka di ilc memangnya hak siapa yg dilanggar? Dengan ini invisible hand pemerintah jokowi telah melanggar dua kali kebebasan berpendapat di muka umum di acara ilc. jadi seyogyanya pemerintah dalam hal ini “invisible hand” tidak perlu intervensi acara ILC. bukankah itu media untuk melaksanakan undang2 kebebasan berpendapat ?

diskusinya panjang namun yang saya singkat seperti ini.

yuk belajar jujur. saya gk pro habieb atau pemerintah, yang saya kritisi adalah terjadinya pelanggaran undang2 yang commonsense kita ( terserah anda mau ikut dalam kata kita ini atau tidak ) dilakukan oleh “invisible hand” pemerintah dalam acara ILC dengan judul Membidik Rizieq, memangnya siapa pihak yang “merasa dirugikan” kalau Habieb Rizieq bicara didepan umum ? common sense menjawabnya…. siapa lagi kalau bukan pemerintah atau yang pro pemerintah karena Habieb Rizieq sedang katakanlah “bermesraan” dengan pemerintah. tentu anda dapat menganalisanya dari hal2 yang terjadi belakangan. aksi demo 411 demo 212 dll adalah “menuntut pemerintah” bla bla bla….

mengutip tulisan Pramoedya Ananta Toer dalam Bumi Manusia – meski saya gk pernah baca sampai khatam bukunya…

“seorang terpelajar harus sudah berbuat adil sejak dalam pikiran apalagi dalam perbuatan”

Pramoedya Ananta Toer

tentu tulisan saya amat jauh dari kata “kebenaran” tapi paling tidak bisa diambil hikmahnya atau dikritisi  saya sangat senang hati. karena kata Pak Anies Baswedan teman diskusi adalah sahabat bertukar pikiran. kalau ada yang mau mengkritisi saya senang sekali, jangan sampai tulisan saya cman jadi monolog narasi tunggal atas pemikiran saya. bisa jadi saya salah. jadilah teman bertukar pikiran saya 🙂

 

Rihlah LDK 2016

Posted: 21 November 2016 in Diskusi, kegiatan

Pasuruan, 21 November 2016

Pagi hari setelah meeting pagi.

Saya mau nulis dan mendokumentasikan yang kemarin. jadi kemarin diajak dek ade untuk rihlah LDK 2016. lumayan. tapi kepantai lagi. sepertinya sudah bosan dengan pantai ini. kemana2 ke pantai, pengennya gunuuuung :-). dokumentasinya dikit aja deh yang di upload. saya ingin menuliskan apa yang saya pikirkan.

Jadi secara jumlah banyak anggota baru LDK, beberapa ada yang bercadar. Memang di AD/ART nya LDK adalah organisasi independen. dan yang dari dulu kami bangun adalah LDK menjadi wadah pemersatu untuk berbagai macam pemikiran dan kecenderungan. saya diminta untuk mengisi sedikit tausiah. tau sendiri saya gk bisa ceramah kayak ustadz2 gitu. tapi yang saya kemukakan adalah saya bangga LDK menjadi lebih berwarna, saya ceritakan dulu bahwa LDK itu sebagai muwahid pemersatu, saya katakan ada anggota ikut LDK juga ikut HMI, gk masalah. ada yang ikut PMII dan jadi anggota LDK baik sekali. semakin banyak pemikiran, semakin banyak warna akan semakin baik. saya secara pribadi ingin menjadikan LDK sebagai wadah pemersatu berbagai macam aliran pemikiran, meski mau tidak mau harus diakui LDK dekat dengan KAMMI namun harus ditegaskan bahwa LDK adalah organisasi independen dan juga pemikiran transnasionalnya ex. Ikhwanul Muslimin, sedikit2 agak salafi ( yang agak dikenal sebagai wahabi istilah yang biasa digunakan temen2 yang di luar he he) secara personal orang2 nya namun kalau ada apa2 yang berbau terlalu “kanan” maka jadi tugas saya untuk menyeimbangkannya.  dengan apa ? ingat di beberapa tulisan saya soal sahli ? ya dia teman saya beradu argumen yang dulu sangat pro pada Lutfi Hasan Ishaq namun saya mentahkan he he. sekarang dia gk mau bahas politik kalau ngobrol sama saya.  udah gk mau ngurusin politik, ya itu argumen yang dia kemukakan ketika saya tanyakan singa DPR nya dipecat partai kok gk mau nurutin perintah partai. ya ini realita. saya lihat eko pun juga demikian…. mereka udah dewasa dan udah menemui dunia relalita… selamat… 🙂 tinggal kamu uchi…. kalau udah nyadar kirim kartu pos yak….

saya kemukakan juga soal piagam madinah waktu di pantai itu. silahkan cari2 artikel soal piagam madinah. konstitusi pertama di dunia… katanya sih begitu.

bisa dilihat di bagian akhir artikel ini. di pasal 1. Sesungguhnya mereka satu umat, lain dari (komunitas) manusia yang lain. kata “mereka” tidak digunakan untuk merujuk pada kaum muslimin di madinah saja waktu itu, namun juga orang musyrik, orang yahudi, yang nasrani, dll yang waktu itu ada di madinah disebut satu umat. bersama2 menjadi satu umat di madinah. piagam madinah seharusnya bisa menjadi contoh agar kita bisa hidup bersama dengan nyaman dengan yang berbeda keyakinan dengan kita.

jadi semagat itulah yang ingin saya bawa di LDK, waktu itu.. he he … LDK bisa menjadi rumah dari berbagai macam perbedaan… dalam lingkup kecil… perbedaan pemikiran yang ada di UIN… LDK sebagai lem perekat… pemersatu.. muwahid… kira2 begitu..

mereka masih muda, dan semoga belajar menjadi “manusia” dan “memanusiakan manusia” dahulu sebelum mempelajari yang lain 🙂

Pantai Ngudel

Pantai Ngudel

Landscape Pantai Ngudel

Landscape Pantai Ngudel – Klik untuk perbesar

adek2 LDK

adek2 LDK

Depan Karang

Depan Karang

 

piagammadinahjpeg-jpgoriginal