Archive for the ‘renungan’ Category

Memilih untuk tetap waras

Posted: 5 Maret 2018 in renungan

Sumber : Steemt.com

Sumber : Steemt.com

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

ya dari sekian banyak tulisan saya ( meski gk seproduktif penulis ) inilah tulisan yang bukan soal teknis. Mungkin seperti curhat, buku diary masa kecil mungkin.

Akhir-akhir ini saya merasa suntuk, malas, semacam terpengaruhi oleh realitas bangsa yang saat ini sedang kacau, salah satunya informasi palsu. Banyak teman-teman saya yang pendukung salah satu calon dan pendukung calon lainnya masing-masing menshare segala macam tetek bengek soal jagoannya dan menyerang jagoan lawan.
Halo, fungsi sosial media buat silaturrahim, bukannya saling jelek-jelekan. meski kadang saya juga geregeten kalau ada informasi yang tidak benar, mencoba untuk diam dan
tetap waras. Ya paling tidak saya klo share itu soal jalan-jalan, naik gunung, dan soal adek bayi. Ah belakangan suka lihat video instagram bayi yang lucu-lucu, pengen punya :-).

Memilih untuk menutup telinga, menutup mata, dan mencoba tidak terpengaruh oleh teman-teman saya, meski kadang juga kalau salah ya sedikit klarifikasi bahwa informasi sebenarnya tidak seperti itu, syukur kalau terima. Ada banyak hal baik yang bisa diisikan ke kepala kita daripada sekadar pertarungan politik, hal hal yang menyenangkan dan membahagiakan. Searching – searching soal pendakian welirang nih. rencananya saya dan teman – teman mau naik Gunung Welirang 30 Maret 2018, untuk refreshing dan tetap menjaga kejernihan akal, pikiran, dan hati. Mengajak teman-teman smk nyambung silaturrahim. Saya gak mau ikut gendeng menjelang pilgub, pilkada, pilpres, pilleg, biarkan saja bapak-bapak politikus yang memikirkan itu, saya memilih untuk tetap waras.

Salam waras 🙂
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Membaca Buku di Perpus Pocari

Posted: 20 Desember 2016 in renungan

image

Jadi…
Loh baru awal paragraf kok udah kesimpulan “jadi”. Ya saya terbiasa menulis yg singkat2 bukan yg berat2. Yg penting tidak dibuat2.
Saya sering menghabiskan waktu istirahat saya setelah makan siang, ke perpus dan membaca buku. Saya suka karangan Emha..masalah sosial masyarakat kita. Dibahas dengan bahasa sastra dan juga menggelitik kesadaran kita. Btw terima kasih kepada Pak Troy, meski saya jarang menyampaikan langsung. Saya yakin beliau yang memilih buku ini buat di perpus. Beliau Head of GA.
Di perpus baca beberapa halaman, kadang main catur oh ya kami punya club catur. Ada beberapa artikel soal catur di blog saya, bukan artikel sih tapi cerita kegiatan.
Saya punya banyak sekali koleksi buku emha.
Ini seb

image

agi

an.

Urip iku urup. Hidup itu menyala. Hidup sedapat mungkin bisa bermanfaat dan berkontribusi sebaik2nya kepada sekitar. Percuma memiliki pengetahuan tinggi namin tidak digunakan untuk kebaikan masyarakat sekitar, eh jangan jauh2 orang2 sekitar saja. Kira2 itu yg saya dapat. Apakah kehadiran saya membawa manfaat di lingkungan rumah, tempat kerja , masyarakat. Atau malah ngerepoti ?. Banyak orang2 hebat yg diceritakan di buku tersebut bukan orang dengan kedudukan, kepintaran, kekayaan. Namum mereka yg bersahaja. Yang john parkir udah tinggal yg seribu masjid.
Setelah itu sholat di masjid dan kalau sempat membaca satu ain Al Qur’an. Ya saya harus banyak belajar.udah gede gini bacaan masih banyak yang salah he he. Dikit2 yg penting rutin. Hudan teman saya yg misal saya bingun saya tanya dan berguru ke  dia soal membaca Al Qur’an.

Btw saya suka dengan design uang 10 ribu baru. Pak Frans Kaisiepo Seandainya saya bisa mengatakan alasannya. #encriptedcode

image