Pantai Sendiki

Posted: 22 Agustus 2016 in kegiatan

DSC_0006

AIO Adventure

Jpeg

Jpeg

oke saya mau nulis sedikit saja. oh ya seperti postingan saya sebelumnya mengenai coban tundo, saya dipercaya fasilitator untuk adventure rekan2 aio yang tergabung dengan club AIO Adventure setidaknya sampai tahun ini… targetnya 4 kali dimana dibagi rata semua group1 g2 g3 g4 dan yang non shift ikut jadwal group di sabtu minggu, spot yang dipilih kali ini adalah Pantai Sendiki. Pantainya standar saja, cman ombaknya besar sekali, hati2 ya jangan berenang, kalau di tepian saja oke sih. oleh pabrik disupport dengan pendanaan dan mobil beserta bbmnya, wah sip banget kan… jalan2 dibayarin. over all seperti biasanya ke pantai, perjalanannya kurang “menantang” bagi saya sih, tapi yang bawa adek kecil sih senang2 saja… sama keluarga. dan foto paling bagus dan paling saya suka ya sama adek kecil ini. lucu banget kan. sekian ya…

Sebelum berangkat ke Gunung Butak lihat2 topi rimba dan pengen beli tapi gk jadi karena masih punya topi.
Hari ini ke Pantai Sendiki topi saya hilang seharga 150 rb kegulung ombak.
Jadi punya alasan buat beli topi baru, dan keinginan saya terkabul…
sungguh rapi rencana Allah.
Tapi kalau boleh milih saya gk pengen kehilangan topi

#hati2 dengan keinginan

IMG_20160821_170225

AIO Adventure

AIO Adventure

Sendiki

A video posted by Agung Tarecha / Cemara Angin (@agungtarecha) on

????????????????????????????????????

????????????????????????????????????

????????????????????????????????????

????????????????????????????????????

????????????????????????????????????

????????????????????????????????????

????????????????????????????????????

Jpeg


21 Diatas awan
13 Merdeka

 

 

Tim pertama

Tim pertama Agung, Anik, Anggi

Oke saya mau menulis pengibaran bendera kemarin. ceritanya dimulai waktu saya di bis hari senin pulang dari pabrik di chat teman adek saya Anik L Muniroh ngajakin untuk ke Gunung Butak, sangat mendadak sekali, biasanya kalau izin cuti beberapa hari sebelumya. Lalu saya izin ke Pak Her dan Pak Slamet. oke dikasi. langsung saya beli matras dan sandal gunung. karena matras saya hilang pas ke coban tundo kemarin dan sandal saya saya berikan adek waktu mau berangkat ke Jakarta. Oh ya Anik ini anak Bahasa dan Sastra Inggis, dan Anggik ternyata anak IT angkatan 2013. Jadi saya bisa ngobrol mengenai situasi dan kondisi Jurusan TI apakah masih sesuram dahulu atau tambah suram he he …  sepertinya masih seperti dlu… ada perbedaan ideologi yang mendasar. btw Anggi ini staminanya kuat sekali, meski tubuhnya langsing tapi dia yang paling kuat diantara kami bertiga, entah mungkin karena tas nya kecil he he … Pendakian dimulai sekitar pukul 1 an. ini adalah rencana upacara dan pendakian gunung butak. oh ya… untuk tahu seseorang memiliki ideologi yang sedikit agak radikal cukup mudah, dia pasang Bendera Merah Putih atau tidak di depan rumahnya meski tidak bisa dipukul rata.

Penunjuk Jalan

Penunjuk Jalan

Ini adalah penunjuk jalan ke Gunung Butak, ada 2 jalur di peta ini, yang biru utama adalah jalur ke Gunung Panderman, sedangkan jalur hijau adalah ke Gunung Butak. Rencana perjalanannya adalah 6 jam sudah sampai puncak, saya kira dekat karena Anik sudah baca2 di blog, ternyata kenyataannya 12 jam perjalanan. itu karena kita sedikit2 berhenti.

Jpeg

Jalan masih ber 3

Jadi kita berjalan bertiga saja, sampai di pos 3 baru bareng sama yang lain. Di pos 3 sekitar maghrib. Selama perjalanan kami ketemu dengan satu pendaki lagi yang mendaki sendiri dan mengajak bareng. dia bikin tenda sendiri karena kakinya kram. mas sadikin. badannya besar dan kelihatan garang tapi masih kelahiran 1993. wah berarti saya imut2 yak.

3 tenda

Padang savana

Padang savana

Ini adalah padang savana tempat kami ngecamp, yang foto atas pakai kamera DSLR 3300 menggunakan efek super vivid, sedang yang atas landscape. klik saja gambarnya untuk ukuran besar. ada mata air disini, jadi enak buat ngecamp.

4 puncak tujuan

Puncak tujuan Gunung Butak terlihat dari sini, ya gunung butak tidak runcing seperti Semeru dan Arjuno, terlihat landai di atas. perjalanan sekitar 1 jam. cepat kok, lagipula tenaga masih full karena sudah sarapan.

Makan di tenda pas pagi hari sip sekali, kita buat 2 tenda yang saling berhadapan. ya biar bisa tuker2 an makanan dll. ini yang sempat saya foto. udah deh tulisannya…. biarkan foto yang bicara, ada ribuan kalimat dari sebuah foto.

Makan di tenda

Makan di tenda

memasak pagi hari

memasak pagi hari

makan nasi

makan nasi

life hack, langsung panasin sardennya

life hack, langsung panasin sardennya

5 cahaya mentari pagi 6 edelweis 7 pagi hari 8 siulet 10 jalan

Jpeg

Jpeg

11 team lengkap 12 ketemu rekan AIO di puncak 13 Merdeka 14 Bendera diatas awan 15 tebing 16 puncak 17 Puncak bendera 18 I see you 20 Backgroun Semeru 22 menikmati

Jpeg

Jpeg

23 menulis 23 puncak

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

24 salam dari Puncak Gunung Butak

 

cik kapan2 kesini ya28 Landscape gunung 29 awan 30 Kapas awan

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

25 landscape puncak 26 landscape puncak 27 Landscape puncak ramai 28 Landscape gunung

Padang savana

Padang savana

19 kabut datang 9 Padang savana

 

 

WikusamaCup2016 dan belajar ngaji

Posted: 13 Agustus 2016 in kegiatan

sedikit cerita untuk hari ini, sabtu ini terbuat dari wikusamacup dan belajar ngaji dengan hudan.

Pembukaannya kita angkatan Syindicate 15 tanding badminton dan futsal, badminton oleh tia dan ngantang. alhamdulillah keduanya futsal dan badminton besok lanjut untuk final. supporter paling seru deh. saya ketemu Pak Hari Budi dan sungkem sama beliau, alhamdulillah masih sehat2, dan ketemu dengan teman2, sedikit banyak diskusi dengan gus riska, dll deh. senang banget. Lalu seperti cerita minggu lalu bahwa sabtu ini saya ada acara ngaji dengan hudan maka saya pamitan dlu, hujan deras sepanjang perjalanan dan saya sempatkan beli bakso solo depan tandon di dinoyo.

Singkat cerita hudan berterima kasih telah dikasi kesempatang mengajari saya Al Qur’an dengan tartil, wah kebalik… saya yang harusnya berterima kasih. ya orang yang paling beruntung di dunia adalah orang yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya. Jika Anda pernah baca semua novelnya Andrea Hirata pasti ingat ada paragraf yang bertuliskan, perlu satu bab khusus untuk menceritakan Lintang dan Mahar. Dan bila itu Hudan… saya rasa saya perlu satu buku novel tebal untuk menceritakannya, sayangnya saya tak pandai menulis, yang saya bisa lakukan hanya mencatat keseharian saya, dan beberapa catatan kecil. Jika Anda adalah perempuan masih single, saya rekomendasikan Hudan deh… dia InsyaAllah jadi suami yang baik, dengan catatan bilangnya cepetan… keburu dia sama yang lain he he… saya guarantee….

Soal mengaji, yah ternyata saya masih perlu belajar banyaaaaaakkkk sekali, banyak bacaan saya kurang pas,,, terumama makhroj huruf dan ikhfa, dll banyak deh… ok saya besok mau beli Al Qur’an Terjemah lagi yang lengkap dengan kode warna tajdwid (ikhfa’, idhar, dll) karena Al Qur’an saku yang saya miliki sejak sekita 2012 sudah mulai rusak. Selama ini ngaji cuman sekadar membaca saja, ya pokok ngaji. Besok deh habis pulang final wikusama cup saya ke Togamas.

Oh ya terbesit pikiran tadi saya pengen ngajar ekstrakulikuer robotik di moklet, pengen sekali mengamalkan ilmu, pas sabtu gitu. siapa tahu ilmunya bermanfaat. semoga…

untuk video singkat pembukaan disini https://www.instagram.com/p/BJCBkOBAOah/

Indonesia Raya

A video posted by Agung Tarecha / Cemara Angin (@agungtarecha) on

futsal

futsal

Supporter paling ramai

Supporter paling ramai

Supporter paling ramai

Supporter paling ramai

makan makan

makan makan

Teman diskusi

Posted: 9 Agustus 2016 in Diskusi

Dinner

Dinner

Late post,

ini teman saya hudan dan adiknya. hudan adalah teman diskusi saya, seperti yang pernah saya posting di artikel-artikel sebelumya. kemarin dia ultah dan seminggu kemudia nraktir saya. Dan ketika berdiskusi dengan hudan, banyak sekali dimensi-dimensi yang terbuka dan enak untuk dibahas, soal ngaji, pondok, kenangan kudeta kelas bahasa arab yang sebelumnya sudah dibahas, Ibnu arabi, Syekh Abdul Khadir, Nu Muhammadiyah, sekalipun Hudan culturenya NU tapi di kampus dulu dia masuk Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Pokemon Go, UIN, Penelitian, dan terakhir kan Hudan mondok di Asrama Mahasiswa nawarin saya untuk menemani ngaji tiap minggu bersama, mau diajarin ngaji tartil karena ternyata Hudan setelah ngaji tartil bacaannya 300% lebih baik daripada yang sebelumny. Ya kalau dulu Remas ngaji nya ke Pak Budi, Guru ngaji saya di kampung, mahasiswa di Pondok Ma’had Sunan Ampel al Aly (MSAA) dan di teman2 tarbiyah Pak Suyono dan Pak Suhari, praktis sekarang dengan kesibukan kerja saya jarang ngaji dengan orang lain, paling cman pas Ramadhan waktu habis tarawih, selanjutnya ngaji sendiri tapi gk ada yang nyemak. Mestakung,,.. semesta mendukung… ada teman yang mendukung untuk memperbaiki diri… Alhamdulillah… meski saya tidak pernah mondok ( dalam case ini MSAA boleh tidak dianggap Pondok kalau kriterianya adalah Pondok seperti pada umumnya), tapi paling tidak jangan malas untuk berusaha memperbaiki diri:-).

Mengandalkan akal

Posted: 3 Agustus 2016 in Diskusi

akal

Pasuruan, 3 Agustus 2016

Pernahkah kita merasa begitu mampu mengendalikan dan mengatur banyak hal sehingga kita merasa sanggup membuatnya berjalan dengan baik. Ya ini terjadi pada saya ketika masa2 kuliah. Karena saya tergolong “cerdas” namun sedikit licik he he… mengatur beberapa konspirasi kecil dengan teman2 kelas Bahasa Arab /  PKPBA (Program Khusus Perkuliahan Bahasa Arab) dengan memboikot Dosen Bahasa Arab pengganti ( saya lupa nama beliau ) untuk main futsal dengan kelas lain karena kita marah dengan dosen pengganti yang sok, dalam hal ini saya dan hudan gak boleh masuk kelas karena makai sandal di kelas malam. lalu kita duduk2 di depan kelas yang laki2 nya. ( ah kurang ajar sekali kan ? ). lalu kami berkonspirasi untuk balas dendam, untuk menunjukkan “taring” kelas D5. Semua laki2 di jam dosen pengganti tersebut tidak ada yang masuk. dan hal ini didukung oleh yang perempuan juga. seingat saya teman saya alien protes ” kok gak ngasi tahu ? kita juga ikut gk masuk “. Partner in crime. dan pada akhir perpisahan syukuran PKPBA di Sport Center, kita makan2 nasi kuning bersama… tiba2 dosen itu datang, tersenyum, dan minta maaf ke saya, sama teman2 juga… huuu murid macam apa kamu Gung ? dalam hati saya malu banget.  lalu kami saling maaf memaafkan.

lalu mengakali aturan pendaftaran ujian kompre karena waktu itu Kartu Hasil Studi saya dengan perbaikan nilai Bahasa Arab sudah di cetak namun belum di ttd oleh Pembantu Dekan 3. Seninnya saya baru daftar, disertai dengan beberapa teman, saya dibolehkan karena memang skripsi saya udah siap sidang namun beberapa teman yang belum siap sidang juga ikut karena dikira oleh sekertaris jurusan sama2 siap ujian kompre. waktu di komplain, “kan saya sudah bilang kalau memang siap gpp bisa daftar, tapi temen2 nya yang belum siap ya jangan nerobos aturan”, dalam hati… pak saya tak pernah bilang kalau teman2 yang lain siap ujian kompre (ujian teori IT yang sekadar pilih soal pilihan ganda, dan mengaji Al Qur’an) saya kan bilang saya yang sudah siap, dan saya gk bilang teman2 siap juga. saya bertanggungjawab atas diri saya sendiri, soal teman2 mereka bertanggungjawab atas diri mereka sendiri. ya dibolehkan daftar kompre dengan waktu yang sudah ditutup bersama dengan teman2 saya yang harusnya gk boleh daftar. licik banget kan ? he he.

dua contoh nyata… banyak contoh lain tapi yang ingin saya kemukakan adalah… ketika kita merasa mampu menggandalkan akal kita, ketahuilah semua itu bukan terjadi atas kemampuan diri sendiri. Akal mungkin bisa merencanakan sesuatu dari A sampai Z dengan baik, runtut, sistematis, mungkin mendekati sempurna, tapi jika kamu mengandalkan itu semua lalu disuatu ketika “akal” mu gagal mewujudkan rencanamu… kita akan mengalami kondisi shock berat. kalau kita beriman ada kekuatan lain yang ikut berperan dalam keberhasilan atas usaha kita. maka kita akan tenang. kalau saya Islam saya beriman bahwa ada Allah yang mengatur, ikut berperan atas segala yang kita lakukan. jadi kita tidak merasa sendiri menghadapinya, merasa punya teman yang selalu akan membantu usaha kita, punya teman ketika berkeluh kesah dan mengadu, teman untuk berdiskusi, teman yang bisa diminta petunjuk sehingga apapun yang kita lakukan kita merasa tenang, toh misal gagal…. mungkin ada rencana lain yang lebih baik ^_^.

dan untuk hal2 yang lebih dalam lagi, kita bahkan bisa hanya berharap pada Allah, Allah yang mengatur, merencanakan, membuat jadi ( Kun Fayaa kun).

Mintalah yang terbaik, tapi harus imbang untuk selalu memperbaiki diri.

Saya juga percaya ke beberapa teman saya yang baik hati, dan meminta beberapa bantuan kecil. soal nanti dalam ikhtiar kita berhasil atau tidak, semua bagian dari rencana Allah.

 

 

Meminta bantuan teman

Posted: 1 Agustus 2016 in Diskusi, Uncategorized

helping-others-ws3.jpg

hmm saya lagi free di jam kantor, udah IFI – Idea for Improvement submit ide.. moga2 dapat gold / 250k he he .

pengen nulis saja. tentang tolong menolong, tolong menolonglah dalam kebaikan. singkatnya gitu. meminta bantuan bukan menandakan diri lemah dan tak mampu melakukannya sendiri namun memang fitrahnya kita diajurkan tolong menolong, kita tak mampu melakukannya semua sendiri meski ada beberapa karakter orang yang ingin melakukannya sendiri dan merasa gengsi jika minta bantuan. Jadi seberapa tanggap teman jika diminta bantuan, itu menunjukkan kedekatan personal kita dengannya.

Teman yang sering saya mintain tolong hudan, luluk, rahmat, dan seorang teman yang jauh disana, adek Imam, dll…

dan terakhir saya meminta tolong ke teman saya waktu SMK Telkom dulu, dan dia mau membantu… alhamdulillah… tapi tetap berharaplah hanya pada Allah, semua terjadi atas izinNya, yang penting luruskan niat karena Allah, Allah punya rencana terbaik yang tidak dapat kita jangkau dengan pikiran kita saat ini.

Oh ya… teman2 saya itu dekat dengan saya dan sering ketemu, meski skrg lewat hp, tapi pernahkah kita tiba2 bisa percaya dan yakin pada  orang yang bahkan tidak pernah kita temui hanya karena hanya bertemu koleganya ? keramahan keluarga mungkin. A percaya ke B, B percaya ke C dan A percaya ke C karena B percaya ke C. ya tentu saja…  kalau kata Ustadz Diny dlu, waktu dulu ruh diciptakan ruh itu berkumpul dengan yang senada / sekemiripan dengannya. sehingga karena itu lah kita nyaman berkumpul dengan kelompok yang sama dengan kita. misa kelompok pengajian, kelompok sepeda, kelompok robotik, kelompok pendaki gunung, dll…

kembali ke soal minta tolong, meminta bantuan bukanlah hal yang harus dihindari karena kita memang hidup bersama, seperti minta bantuan ke teman saya smk telkom, yang penting niatnya lurus, karena Allah,… soal nanti tidak kesampaian usahanya tentu Allah punya rencana lain. Kerahkan semua usaha, perbaiki tahajud dan do’anya…. sungguh2 minta ke Allah, selanjutnya tawakkal… serahkan pada Allah, biar Allah mengurus sisanya… dan jangan lupa minta ridho nya orang tua ^_^

 


menulis untuk abadi

menulis untuk abadi

Tulisan menggambarkan intelektualitas seseorang, ya setidaknya tesis saya seperti itu dan ingin saya buktikan, oh tidak… jangan berfikir saya membicarakan diri sendiri yak:-)

saya sering baca2 di kompasiana dan blog2 yang berseliweran di jagat maya, hmmm kemampuan seseorang menuliskan apa yang di resahkan, di hatinya, di kepalanya, impian, ide, mimpi, pengalaman, khayalan dll sedikit banyak akan menggambarkan bagaimana jalan pikiran orang tersebut. Menulis bukan hal yang mudah, mencurahkan isi kepala dan hati dalam sebuat teks yang dibaca orang lain namun juga bukan hal tidak mungkin, karena dalam menulis tidak ada tulisan yang benar maupun yang salah. Ada banyak alasan seseorang menulis, karena pekerjaannya menulis, atau karena ingin kampanye meyakinkan orang lain, atau hanya ingin agar dirinya dikenang, abadi dalam sebuah tulisan, tulisan merupakan tanda eksistensi dari seseorang. dan saya suka kutipan Pramoedya Ananta Toer ,

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”

ya… saya menulis karena ingin abadi… eksistensi saya akan tetap ada sebagai manusia yang pernah hidup di bumi, tetap dikenang anak cucu melalui tulisan2 pemikrian saya selama hidup.

but wait… jika tulisan menggambarkan karakter seseorang, bisakah seseorang suka atau tidak suka karena hanya membaca tulisannya ? bahkan ketika tidak tahu siapa orangnya atau tidak pernah bertemu sekalipun ? bukankah ketika kita menulis “A” bisa saja pembaca menerimanya sebagai “B” ? ya itulah tesis yang harus dibuktikan dahulu.