Terima kasih pepaya

Posted: 10 Juni 2017 in kenangan

Special thank’s to pohon pepaya yang selama ini sudah berbuah dan memberi kami manfaat berupa buah pepaya. Kemarin pas pulang kerja saya lihat pohon pepayanya ambruk. Jadi semalam sementara saya tali dulu dengan webbing yg biasa buat naik gunung. Agar tumpuannya tidak ke kanopi. Karena untuk menebang ini setidaknya butuh dua orang. Pohon pepayanya sangat tinggi bahkan hampir mencapai tiang listrik. Sehingga sangat berat dan akarnya sudah lembek dan keropos. Akhirnya tumbang. Memang sudah saatnya.

Terima kasih sudah memberi manfaat.

Ini post tentang pohon pepaya. 🙂

Buka Bersama Syndicate 15

Posted: 6 Juni 2017 in kegiatan


Assalamu’alaikum Wr. Wb.

jadi ceritanya kemarin kita buka bersama dengan adek2 panti asuhan. acaranya moklet 15 nama angkatan kami di SMK Telkom. Berangkat dari malang pakai mobil. karena kalau kesiangan kita disuruh iris2 belewah, semangka, melon. intinya bantu2 maka kita jalan2 dulu ke wisata mangrove di SBY. lumayan. hanya bayar perahu 25 rb per orang. akhirnya kesana pukul 4 sore an. acara ini diadakan sama temen2 sby malang, yang madiun juga ada . :-). klo tempatnya sih biasa saja hutan mangrove, jangan mikir mau berengang di pantai ya karena airnya keruh sekali. jangan lupa bawa topi dan kacamata hitam.

Perahu

A post shared by Agung Tarecha / Cemara Angin (@agungtarecha) on

video dibawah dibuat teman saya muklis

yang ini buatan yoga

Buka bersama Angkatan 15 moklet dengan adek2 yayasan sabilillah

A post shared by Agung Tarecha / Cemara Angin (@agungtarecha) on

  


hasil. merah kelembapan ditiup jadi tinggi

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

oke lanjut dlu yang saya ceritakan mau bikin logger pakai raspberry pi di link berikut link . ternyata cukup susah untuk koneksi dengan raspberry pi. salah satu alasannya adalah tidak ada nya library DHT22 (sensor suhu) yang bisa digunakan langsung di raspbery pi. oleh karena itu butuh mikrokontroller lagi. awalnya mau beli arduino nano. tapi melihat ada node mcu v3 maka jadi beli ini. harganya cukup murah 57 rb di bukalapak. ditambah frekuensi, memory, dan konektivitas wifi yang jadi nilai tambah. jadi beli ini saja. dan juga kompatibel dengan arduino IDE. sehingga gampang sekali pakai library yang sudah ada. terima kasih ke teman saya Citta karena sudah ngasi info. udah lama gk mainan ini jadi lupa. saya kurang update arduino. oke kita mulai.

Alat dan Bahan

  1. NodeMCU v3 Lolin LUA WiFi CH340 ESP8266 IoT bisa dibeli di link bukalapak
  2. DHT22 atau nama lain AM2302
Node MCU v3 dan sensor DHT 22

Node MCU v3 dan sensor DHT 22

skema

skema menggunakan fritzing. diberi resistor 22K pullup.

Persiapan software

  1. download dan ekstrak library berikut link library dht22 ke folder arduino IDE\libraries
  2. install library untuk ESP-8266 dengan menambahkan additional boards manager urls : http://arduino.esp8266.com/stable/package_esp8266com_index.json
    arduino board manager seting

    arduino board manager setting

     

  3. Install versi terbaru
    board manager

    board manager

    install versi terbaru

    install versi terbaru

     

  4. Install driver USB serial CH340G di link berikut

    serial

    serial

  5. Pilih board dan serial sehingga muncul seperti ini

    setting board

    setting board

  6. buka example DHT nya
    DHT Example

    DHT Example

    dan rubah pinnya ditambah “D2”

    ganti dht.setup(D2)

    ganti dht.setup(D2)

    upload  sampai selesai 100%

    upload sampai selesai 100%

     

    buka serial monitor untuk melihat datanya

  7. serial monitor data

    serial monitor data

    serial monitor data 

  8. serial plotter
    oh ya ada fitur baru yaitu serial plotter. bisa plot data dengan gambar. cman karena ini suhu dan humidity jadinya dijadikan 1 plot. karena humidity rangengnya tinggi. 0-100% sedangkan suhu ruangngan berkisan 20-33 an. jadinya gini. perlu sedikit edit codenya

    edit code untuk serial plotter

    edit code untuk serial plotter

     

  9. hasil
  10. hasil. merah kelembapan ditiup jadi tinggi

    hasil. merah kelembapan ditiup jadi tinggi

     

 

oke sekian dlu.

nanti dilanjut konek sama network. lalu raspberry pi

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Menanam benih kebencian

Posted: 31 Mei 2017 in Diskusi

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Sebelumnya yuk nyanyi dulu. Favorit saya.

lagu Sheila on 7 – Khaylila’s Song sumber link youtube

terima kasih buat Bapak yang udah upload video ini dengan foto2 yang lucu.

Khaylila yang cantik
Cepatlah kau besar
Ajarkan dunia berbagi seperti yang
Ku ajarkan kepadamu..
Khaylila yang mungil
Bila kau jadi pemimpin
Berikan hak mereka..
Bebas dari rasa takut
Juga rasa tertindas

Reff:
Dengan senyummu senjata membeku
Tantara bernyanyi ikuti tingkahmu
Tak ada lagi naluri menguasai
Perlahan berganti naluri berbagi

Satu hal yang pasti..
Ajarkan anak kita..Berbagi.. Memberi..
Lebih dari yang kita
Lakukan untuk saat ini..

Back to reff
Dengan senyummu langit terpeluk
Bintang bertakuk
Ku butuh kau sentuh
Tak ada lagi
Yang ku takuti
Ku terlindungi
Dengan sentuhanmu…
Back to reff

lalu sama video ini, abaikan captionnya yang menyebut nama organisasi. saya dapat dari youtube. bukan saya yang menulis itu ya.

 

dengan prolog dari kedua sumber diatas sepertinya sudah menjadi garis besar artikel ini. video yang ke 2. realita.

oh ya mari kita lihat tulisan teman saya mengenai ini juga. Ragwan Alaydrus.  saya sudah minta izin untuk menjadikan tulisannya salah satu referensi di artikel ini. Ragwan ini dlu anak KAMMI, kalau saya LDK. meski begitu sikap saya kira2 agak sedikit “beda” dengan anak2 LDK kebanyakan. . soal Roti yang diboikot sama soal2 ini (benih kebencian) kira2 saya dan ragwan punya “ide yang sama” tapi sedikit beda sama temen2 LDK KAMMI. mungkin bisa dilihat dari banyaknya yang mengcounter ide yang disampaikan.You know what I mean. statemen yang mengcounter tidak saya tampilkan ya dari kami berdua, bukan berarti bermaksud tidak adil namun agar lebih fokus pada pokok bahasan saja.

 

Menanam benih kebencian, ya ini pokok bahasan utamanya. Saya kira setelah kontestasi politik pilkada jakarta dan keputusan sidang Ahok yang dinyatakan bersalah kemudian tidak jadi banding masalah perseteruan antar anak bangsa sudah selesai. Final. ternyata masih belum selesai. masih ada sentimen-sentimen permusuhan. salahsatunya video diatas, ada banyak berita yang membahasnya silahkan dicari. entah mengapa kita sebagai generasi tua yang “lebih mampu berfikir dengan akal sehat” dibanding anak-anak menanamkan benih-benih kebencian kepada sesama anak bangsa. Teriakan “Bunuh… bunuh.. bunuh si Ahok… Bunuh si Ahok sekarang juga” menandakan sebuah kondisi kritis. Bagaimana anak-anak kita atau lebih tepatnya adek-adek kita (kalau di refer to nya ke saya) melakukan tindakan tersebut. Apakah mereka sadar ?

Orang2 “Dewasa” yang sedikit pro terhadap tindakan tersebut berargumen memang karena kesalahannya Pak Ahok yang berkata2 “tidak pantas” sehingga wajar bila anak2 membalas seperti itu, ada lagi yang beranggapan bahwa anak2 itu memang mudah percaya karena memang media-media banyak yang framming. okelah faktor eksternal tersebut diakui memang begitu adanya. Namun kita gak perlu mengutuk2 Pak Ahok karena dianggap mempengaruhi perilaku anak-anak kita, yang perlu di pertanyakan adalah bagaimana tanggung jawab orang tua. Tidak akan habisnya menyalahkan orang lain, bukankah lebih baik menyalakan lilin daripada mengutuk kegelapan.  Kalau itu masih belum memuaskan bagi “orang dewasa” yang suka mengutuk, mengapa tidak sekalian saja mengutuk Iblis ? namun tindakan tersebut tidak akan membawa “PERUBAHAN” ke keadaan yang lebih baik.   bagaimana pola pendidikannya ( meski saya tahu ini sangat sulit dan saya belum mengalaminya sendiri ), apakah para orang yang lebih dewasa telah “menanamkan benih kebencian” pada anak2 mereka, orang yang lebih dewasa ini bisa jadi “orang tua” nya sendiri atau orang lain. teriakan2 “Bunuh… bunuh.. bunuh si Ahok… Bunuh si Ahok sekarang juga”  yang diucapkan anak2 mau tidak mau, suka tidak suka adalah tanggungjawab kita sebagai orang tua atau orang yang lebih dewasa ( maksudnya bukan orang tua namun mempengaruhi anak2 tersebut sehingga berperilaku seperti itu).  Harus disadari ini adalah kondisi kritis, jika terus dibiarkan akan menjadi penyesalan kita dimasa mendatang.

Islam itu Agama damai, gak kompatible dengan kebencian. Kita tidak memerlukan undang2 anti hate speech karena secara nilai moral yang kita pegang ujaran kebencian tidak kompatibel dengan Agama Islam. artinya seharusnya tanpa undang-undang pun kita gak boleh hate speech. Contohlah Akhlak Rasulullah SAW terhadap orang yang tidak mau beriman, apakah Rasulullah bersikap kasar ?

Lalu… Apakah tindakan anak-anak yang dipengaruhi faktor eksternal tersebut bisa “dibernarkan” dan “dimaklumi” ? Kita harus punya standart yang sama soal akhlak baik atau tidak baik, lalu akhlak siapakah yang dimana tidak ada perdebatan diantara kita umat Islam yang dapat dijadikan patokan ? Tentu saja Aklak Rasulullah SAW. Bukankah Rasulullah SAW diutus untuk menyempurnakan Akhlak. artinya sebagai umat Islam kita gak mungkin memperdebatkan akhlak Rasulullah SAW. jadi deal ya patokannya Aklak Rasulullah SAW ? memang benar kalau kita ini umatnya Rasulullah SAW dan karena kita bukan Rasulullah SAW gak mungkin persis mesti sama, sebisa mungkin kita mencontoh akhlak beliau semampu kita. Kita bisa bersepakat tanpa perdebatan bahwa ukuran standarnya adalah akhlak beliau. setelah kita sepakat lalu kita bisa melihat perilaku anak-anak tersebut maka kita akan tahu bahwa tindakan tersebut salah karena Rasulullah SAW itu tidak pernah mencontohkan seperti itu.  sampai disini ada yang mau menyanggah ? silahkan tulis argumen Anda 🙂

 

Bagi para orang “DEWASA” mohon jangan tanamkan benih-benih kebencian pada Anak-anak atau nanti kalian akan melihat beratapa merusaknya kebencian bila ia telah tumbuh dewasa, tolong jangan kotori mereka dengan egomu. Ego ingin menang mu. Kontestasi pilkada jakarta sudah selesai dan sidang kasus Pak Ahok juga selesai. sekarang saatnya menghentikan semua permusuhan ini, mau diakui atau tidak diakui.  Kita adalah saudara sebangsa setanah air. Mari kita tanamkan benih-benih cinta dan berbagi kepada anak-anak kita. Saya suka sekali lagu Sheila on 7 “Tak ada lagi naluri menguasai, Perlahan berganti naluri berbagi”. Mari kita didik mereka yang sudah melakukan tindakan tersebut sesungguhnya mereka tidak tahu dan kita yang bertanggungjawab atas itu. mengutip kata2 Imam Ali ra.

DIA YANG BUKAN SAUDARAMU DALAM IMAN, ADALAH SAUDARA DALAM KEMANUSIAAN

 

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

 

Ramadhan 1-2

Posted: 28 Mei 2017 in kenangan

Hnmm hari pertama ramadhan kita jenguk hirga di rs lavalet. Sakit db. Aku nunggu anak2 di rmhx rahmat. Yh ikut aku rahmat roni andika vris kamim.

Di kamar rs aku mau pingsan gtw kenapa tiba2 dingin dan keringetan. Mungkin karena masih adaptasi atau kepikiran es campur :-).

Hari ke dua pusing pas sahur ditambah mikrotik pabrik lagi masalah. Aku gk bs ke pabrik. Jadi Pak Her yang nangani. Pusing2 sampai maghrib. Mual. Mungkin efek kangen sama orang yang “waras” :-). 

Gak tarawih. 


Mochamad Agung Tarecha

Mochamad Agung Tarecha

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Wah saya senang sekali membaca tulisan Dek Afi di link berikut http://m.liputan6.com/citizen6/read/2955876/akun-afi-nihaya-ditangguhkan-facebook-terlalu-kritis?utm_source=FB&utm_medium=Post&utm_campaign=FBcitizen6 dan Kak GIlang di link berikut http://www.gemarakyat.id/tulisan-gilang-kazuya-shimura-menanggapi-tulisan-afi-nihaya-faradisa-soal-agama-warisan/#

sebuah tradisi pemikiran yang sangat baik, saling berdialog melalui tulisan. data disandingkan data, argumen disandingkan argumen, referensi disandingkan referensi, pemikiran disandingkan pemikiran. semua tradisi yang akademis sekali. ya mungkin seperti itulah. sebuah dialog yang kalau dilanjutkan akan membentuk sebuah generasi pemikir yang hebat. Salut buat Dek Afi di usianya yang sedemikian muda sudah bisa menulis dan kritis dalam berfikir. kalau dibandingkan masa saya SMK dulu jauh lah, dulu saya masih berkutat sama dunia komputer ( karena di SMK Informatika ). Saya ingin menanggapi tulisan kalian berdua. Bukan bermaksud pro mana atau kontra mana. saya cman pengen menuliskan pemikiran saya :-). Malam minggu gak jelas gini saya nulis aja.

Menyoal Agama warisan. Memang benar kita gak bisa memilih orang tua siapa, lahir dimana, agama orang tua kita apa. Kita memang mempelajari agama dari orang tua. lalu kalimat “Setelah itu, kita membela sampai mati segala hal yang bahkan tidak pernah kita putuskan sendiri.” sebenarnya jika hemat saya pada saat beranjak dewasa kita lah yang memutuskan agama kita, apakah agama yang kita yakini benar atau agama sebelah yang benar. seseorang bisa saja pindah agama karena berfikir agama lain telah menunjukkan kebenaran yang tidak dia peroleh dalam agamanya misal sebagai salah satu contoh banyak kan peneliti ilmiah yang masuk islam gara2 penelitiannya ada di Al Qur’an – informasi ini yang saya tahu, ataupun memutuskan tidak beragama dan tidak berTuhan. Atau pun menuhankan uang, menuhankan kekuasaan, menuhankan partai, menuhankan organisasi, bahkan menuhankan perempuan yang bermakna memuja hedonisme seks.  Memilih beragama lalu menjalankan perintah dan menjauhi larangan agama atau tidak melakukannya sama sekali ( asal agama ditulis di ktp ) itu adalah keputusan pribadi. Keputusan kita sendiri yang dimana kita tanggung sendiri akibat dari keputusan itu. Menurut Mas Gilang yang mengutip bahwa setiap orang dilahirkan lahir dalam keadaan fitrah, saat masih dalam alam ruh kita sudah bersaksi bahwa Allah adalah Tuhan kita, dan ini adalah doktrin dalam Al-Qur’an. Kenapa saya katakan doktrin ? karena kita gak bisa membuktikan hal tersebut menggunakan akal, ingat akal kita terbatas. Saya kutip ayat Al Qur’an sedikit ya, tapi bukan berarti saya sok bawa ayat-ayat, namun sebagai referensi / data agar saya berpegang pada dasar yang saya pegang sebagai umat Islam.

Mengenai soal kafir masuk neraka , Islam masuk surga. Memang secara tekstual memang seperti itu. Kisah Paman Nabi Abu Thalib yang tidak mau mengucapkan syahadat memang beberapa literatur berada di neraka. Silahkan cari beberapa referensi mengenai itu. Itu semua domain Allah. Buat Kak GIlang, sekalipun doktrinnya seperti itu tapi bukan berarti kita seenaknya ngata2in kepada muka orang kafir kamu masuk neraka. kutipan berikut “Usah melabeli orang masuk surga atau neraka sebab kita pun masih menghamba.” yang saya tangkap sih dari kata2 dek Afi itu kita gk perlu mengatakan orang lain pasti masuk neraka sedang kita gk bisa menjamin diri sendiri masuk surga. Yang bisa kita lakukan adalah mengharap Syafaat Rasulullah SAW sebagai Nabi yang kita cintai. Sederhananya kalau ada orang pincang, cacat… jangan ngata2in ke mukannya he kamu si buta, he kamu si pincang, he kamu si kurap. Sekadar menjaga perasaan orang lain sih. Biar urusan soal siapa masuk surga siapa masuk neraka itu jadi domain Tuhan. kita gak perlu ngata2in di depan mukanya. Dan umat beragama lain juga sebaiknya begitu sehingga kita damai. Memang benar pasti masing2 pemeluk agama pasti mengklaim kebenaran agamanya. Kalau sebagai analogi agama sebagai Istri (mengutip pemikirannya Cak Nun). kita gak perlu berdebat di pos satpam sama tetangga he istriku ini lebih cantik dari istrimu, satu menimpali oh gak bisa istriku jauh lebih cantik dan montok. lalu kita berantem di pos satpam gara2 berdebat istri siapa yang lebih cantik. wong gak mungkin kita bersepakat liberal untuk saling tukar istri buat semalam saja agar tahu sendiri kan (ini bercanda ya) ? jadi yang kepercayaan itu buat diri kita sendiri saja gak perlu menjelaskan panjang lebar soal kecantikan istri kita pada tetangga… #ehh saya masih jomblo.

Menyoal Tuhan bisa saja membuat kita sama tapi tidak memang benar. Kita diciptakan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa supaya bisa saling mengenal. saya setuju soal ini “Nyatanya, beberapa negara masih rusuh juga padahal agama rakyatnya sama.” kita lihat timur tengah masih memanas hari ini. atau perang saudara di amerika dulu. namun hemat saya yang menyebabkan perang bukan karena persamaan agamanya, namun karena tidak mampu memanagement perbedaan. [update tgl 22 mei 2017] maksudnya faktor perbedaan atau persamaan agama sebenarnya bukan menjadi root cause penyebab perang / kerusuhan bila menggunakan contoh timur tengah saat ini atau perang saudara di amerika dulu [end of update ] ini masalah utamanya, sentimen mayoritas dan minoritas hanyalah efek yang timbul dari ketidakmampuan tersebut. Alangkah indahnya ketika kita sholat Idul Fitri umat beragama lain yang membantu mengatur lalulintas, ketika umat lain merayakan Nyepi kita juga bertoleransi untuk gak bikin konser musik yang kira2 menganggu ibadah. Sebagai warga negara dan umat beragama, kita wajib menjaga keharmonisan yang selama ini sudah terbagun. Jadi bersyukurlah tinggal di Indonesia, setidaknya kita masih hidup tenang sekarang.

Menyoal penggunaan agama sebagai dasar negara. hmm… gimana ya… gak bisa dipukul rata… karena keadaan tiap negara berbeda. Kalau di Arab Saudi okelah. Saudi menggunakan dasar agama Islam karena Islam mucul pertama kali disana. Vatikan sebagai negara agama Katolik ( mohon referensinya bila ada kesalahan). Korea Utara menjadikan Komunisme sebagai dasar negara. Di Indonesia kita menggunakan Pancasila. Buat Kak GIlang. Dari yang saya tangkap dari Dek Afi ini “Bayangkan juga seandainya masing-masing agama menuntut agar kitab sucinya digunakan sebagai dasar negara. Maka, tinggal tunggu saja kehancuran Indonesia kita.”  konteks yang diungkapkan dek afi ini soal Indonesia, jika Indonesia diganti menggunakan dasar Negara Islam seperti yang dikampanyekan teman2 HTE (Hizbut Tahrir Endonesia) tentu umat beragama lain gk setuju karena kita sudah punya dasar negara Pancasila. Lalu ketika itu terjadi masing2 umat menuntut perubahan dasar negara sesuai agama maka akan hancur Indonesia. Karena masing2 mau agamanya dijadikan dasar negara. Memang benar bila ditinjau secara mendalam bahwa gak ada sila dalam Pancasila yang bertentangan dengan Islam, bahkan sesuai. mungkin ini yang Kak Gilang Maksud ya gambar dibawah. Tapi hemat saya gk perlu menggembar – gemborkan hal tersebut. TUh Pancasila dari Islam, nanti umat bergama lain gak mau pakai Pancasila gara2 di klaim dari Islam. Mengutip Ustadz saya Achmad DIny Hidayatullah, beliau ingin menjadi garam dalam air, memberi rasa tapi tak ingin terlihat. dan tak ingin menjadi gincu, membuat merah bibir tapi tak memberi manfaat. Mengklaimnya bukan soal benar salah, namun lebih untuk kebijaksanaan.

soal invervensi kebijakan berdasarkan agama “Hanya karena merasa paling benar, umat agama A tidak berhak mengintervensi kebijakan suatu negara yang terdiri dari bermacam keyakinan.” ya memang baiknya begitu, bahkan sebaiknya intervensi kebijakan itu bukan karena faktor umat, kepentingan golongan, organisasi, partai, kelompok masyarakat, kelompok mahasiswa, ideologi2 masing2 organisasi baiknya tidak mengintervensi ( mendominasi ) karena kebijakan yang baik itu baik untu semuanya, bukan baik untuk golongan A dan buruk untuk golongan B. Kebaikan untuk bersama.

 

Buat dek afi dan kak gilang… salam kenal… saya suka tulisan kalian berdua. teruslah menulis. dan saya tunggu tulisan2 selanjutnya 🙂

Wassalamu’alaikum Wr. Wb

 

 

Wannacry

Posted: 15 Mei 2017 in Pengalaman

Sumber foto : group wa TI UIN 
Eah gara2 virus nie kita kalang kabut. Saya sedang perjalanan di bis waktu menulis ini. Padahal pas banyak project nih cctv dan pas agar issue wifi. Lembur sampai jam 8. Soalnya klo lebih sulit dapat bis waktu pulang.

Ya tindakan nya udah seperti yg disarankan kominfo cman gk perlu cabut kabel, tinggal blok aja port 80 dan 443 di firewall biar user gk bisa browsing. Email dll masih jalan. Serem2 sedap , tapi kita udah melakukan tindakan preventif kok :-). Besok dilanjut. 

Sumber masalahnya adalah di bit coin, mata uang ini gk bisa dilacak dan dipertanggungjawabkan. Karena itulah si pembuat virus minta tebusan bit coin. Nit coin itu banyak mudhorotnya daripada manfaatnya. Salah satunya ya ini. Klo di luar negeri beli narkoba pakai bit coin jadi gk terlacak. Saya yakin eksistensi rasomeware akan berbanding lurus dengan bit coin. Klo bit coin hilang, paling tidak rasomeware akan menurun. Karena gk mungkin minta tebusan dalam uang fisik atau transfer bank kan ? 

Dulu waktu smk presentasi saya adalah anatomi virus. Pas kelas 1. Saya praktekin tuh bikin virus sederhana. Nanti deh klo pptnya masih ada saya share. Tentu sudah beda sekali dari 2006 lalu.

Sekian dulu. 🙂

Salah satu sekolah di tulungagung kens

Kode diatas dari group. Saya belum bisa konfirmasi kebenarannya krn belum kena. Tp harusnya sih 1 code 1 infeksi dan pasti beda. Yang bikin virus rugi kalau kodenya sama

Klo meme diatas jail banget… Pasti klo file skripsi si cewek pasti langsung mau atau ngegampar si cowok.